March 2016

Konar.id, JAKARTA— Seniman sekaligus aktivis, Ratna Sarumpaet, mengatakan bahwa sah saja jika ada sekelompok seniman atau artis yang memiliki sikap politik mendukung pemerintah.
Namun, mereka juga harus siap menjadi pengkritik apabila kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah jauh dari kepentingan rakyat.
Ratna memberikan kritiknya terhadap grup band Slank yang ia nilai terlalu membabi buta dalam mendukung pemerintahan Joko Widodo.
Padahal, Jokowi selama ini dinilai gagal menerapkan kebijakan yang pro-rakyat. Buktinya, menurut Ratna, banyak sumber daya alam Indonesia yang dikuasai oleh pemodal asing.
"Saya sedih jika pemerintahan ini gagal, tetapi masih ada artis yang nongkrong di situ. Saya bingung. Slank jangan ikut-ikutan jadi neoliberalis-lah," ujar Ratna seusai menghadiri diskusi bertajuk "Perlukah Artis dan Seniman Berpolitik?" di Jakarta, Rabu (16/3/2016).
Lebih lanjut, Ratna menekankan, seniman bukannya tidak boleh memihak. Namun, ketika pemerintah melakukan kesalahan, seniman harus memberikan kritik.
Ratna menceritakan bahwa ia juga pernah berada di jajaran pemerintahan ketika diminta Ali Sadikin menjadi Ketua Dewan Kesenian Jakarta.
"Saya tidak selalu berseberangan dengan pemerintah. Namun, saya butuh dari jawaban Slank. Ketika pemerintahan Jokowi melakukan kesalahan, kenapa mereka tidak mengkritik?" ucapnya.
Ratna mengatakan, seniman harus bisa menempatkan diri di tempat yang tepat dan harus selalu berpihak kepada masyarakat.
"Saya harap ini bisa disampaikan kepada Slank," kata Ratna.
Selama Pemilu Presiden (Pilpres) 2014, Slank memang dikenal mendukung Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Seusai Pilpres, Slank tetap aktif menyuarakan aspirasi politik dan menyuarakan tuntutan ke Presiden Jokowi.
Salah satunya saat Slank manggung di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menentang Revisi UU KPK.(kompas.com)

Kobar.id - Badan usaha milik negara (BUMN) PT Semen Indonesia Tbk bersama PT Samana Citra Agung telah sepakat membentuk perusahaan patungan atau join venture company dengan nama PT Semen Indonesia Aceh dengan nilai investasi senilai Rp5 triliun.

Direktur Utama Semen Indonesia, Suparni mengungkapkan, perluasan kapasitas produksi ini dilakukan dengan membangun pabrik semen di Pidie, Aceh.

"Proyeksi pertumbuhan permintaan semen di area pemasaran pabrik ini mencapai 6,5 persen," ucap Suparni dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis, 17 Maret 2016.

Suparni mengaku, pembangunan pabrik bersama perusahaan lokal di Aceh ini untuk menjaga kesinambungan produksi, mengimbangi pertumbuhan bisnis dan sejalan dengan rencana jangka panjang perseroan.

"Pembangunan pabrik semen ini untuk memenuhi permintaan semen di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Riau dan Kepulauan Riau. Dia menilai, daerah pantai timur Sumatera berpotensi pertumbuhan konsumsi semen yang tinggi," tuturnya.

Suparni mengungkapkan, selama ini pasokan semen untuk Sumatera mengandalkan hasil produksi PT Semen Padang. "Jarak Aceh ke Padang itu mencapai 10.500 kilometer, sehingga pabrik Aceh tidak akan mengeliminasi pemasaran Semen Padang yang juga ekspor ke Asia Selatan," katanya.

Pabrik Semen Indonesia Aceh akan dibangun di atas lahan seluas 1.500 hektare. Pembangunan akan dimulai pada 2016 dan beroperasi pada tahun 2020.(viva.co.id)


Kobar.id - Pinjaman untuk pembiayaan proyek kereta cepat Jakarta - Bandung akan dicairkan secara bertahap oleh China Development Bank (CDB). Pada tahun ini, pinjaman akan dicairkan sebanyak 30 persen.
Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Hanggoro Budi Wiryawan memaparkan, pencairan akan dilakukan tiga tahap. Sebanyak 30 persen tahun ini, 40 persen pinjaman akan cair pada tahun kedua dan 30 persen pada tahun ketiga. 
 
Diterangkannya, bahwa perjanjian konsesi yang telah ditandatangani dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada 16 Maret 2016 akan dijadikan dasar untuk pencairan pinjaman tersebut. 
 
"Nah perjanjian konsesi ini akan kita bawa ke sana (CDB) sebagai dasar untuk kami melakukan utang, untuk pencairannya," kata Hanggoro di Jakarta, ditulis Kamis 17 Maret 2016. 
 
Dijelaskannya, dari total US$5,135 miliar pembiayaan untuk proyek tersebut, sebanyak 75 persennya merupakan pinjaman CDB. Sementara, sisanya akan menjadi tanggungan perusahaan patungan antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia dengan pihak China. 
 
KCIC menurutnya akan menyerahkan dokumen desain kereta cepat secara keseluruhan pada April mendatang. Saat ini dokumen desain yang sudah diserahkan, desain untuk pembangunan lima kilometer pertama jalur kereta tersebut. 
 
"Kami akan ajukan langsung 137 Km sisanya pada awal April, karena lima km (yang sudah diserahkan) ini kan hanya untuk lokasi groundbreaking, sisanya awal April. jadi selama ini kami mencoba menyiapkan sisa (dokumen)nya, awal April akan kita serahkan semuanya kepada dirjen perkeretaapian," tambah Hanggoro.
 
Ia menambahkan, bahwa investasi proyek kereta cepat ini juga telah berkurang dari sebelumnya yang ditetapkan sebesar US$5,5 miliar menjadi US,5,135 miliar.
 
"Karena jaraknya lebih pendek, kalau dulu kan dari Gambir ke Gedebage, sekarang dari halim ke tegal luar, jadi berkurang," kata dia.(viva.co.id)


Kobar.id - Usai meninjau Waduk Jatigede Sumedang, Presiden Joko Widodo melakukan sidak ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sumedang. Kehadiran orang nomor satu di Indonesia itu membuat suasana RS yang sebelumnya tenang, berubah menjadi panik dan penuh histeri.

Jokowi sempat masuk ke sejumlah ruangan, dan berdialog dengan para pasien. Pertanyaan yang selalu diajukan Jokowi adalah penggunaan Kartu Indonesia Sehat.

Untuk menuju sejumlah ruangan, Jokowi harus melewati kerumunan pasien hingga pegawai RSUD yang melihat histeris dan ingin bersalaman, serta berfoto.

Halaman depan RSUD juga riuh, saat Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri PU Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, ke luar rumah sakit.

"Memang peninjauan mendadak ke RS saya hanya ingin melihat pelayanan KIS, BPJS di lapangan seperti apa," ujar Presiden Jokowi, Kamis, 17 Maret 2016.

Jokowi mengatakan, saat meninjau IGD sudah banyak yang menggunakan KIS. "Kelas tiga juga sama hampir 90 persen lebih pakai KIS dan saya tanya Pak Direktur RS semuanya tidak dipungut biaya," ujar Jokowi.

Pada kesempatan sidak itu juga, Jokowi nampak beberapa saat menghubungi Menteri Kesehatan Nila F Moeloek.
"Tadi saya sudah telepon Bu Menteri Kesehatan untuk di RSUD Sumedang bisa dibantu agar penambahan ruangan atau tambah RS, memang kurang ruangan," kata Jokowi.(viva.co.id)

Kobar.id - Tekanan Publik dan Opini terhadap Korupsi yg di lakukan oleh Gubernur DKI dlm Kasus Korupsi Sumber Waras bukan lagi klise. Tetapi sdh menggunakan #TangkapPenjarakanAhok menjadi Trending Topik sdh tak terbendung lagi. Di mata Publik, Ahok adalah Koruptor dan tidak bisa di bantah krn sdh di vonis Publik seperti ini. 

Dari Hasil Audit BPK yg di dikantongi Publik, maka upaya untuk menjadikan Ahok Tersangka bukanlah upaya main2 lagi. Maka sejumlah langkah pun di tempuh oleh para Aktivis dari Praperadilan KPK, menyambangi Komisi III DPR untuk panggil KPK, AKSI 21 Elemen Anti Korupsi (16/3) ke KPK pun di lakukan. 

Semua itu di lakukan dengan penuh keyakinan bahwa Kasus Korupsi Sumber Waras, tidak ada keraguan di dalam nya. Karena telah Merugikan Keuangan Negara. Dan dalam hal ini, situasi seperti ini tidak bisa di anggap remeh oleh KPK. Maka sdh sewajarnya KPK segera ambil langkah untuk merespon desakan Publik ini. Krn Kasus Sumber Waras ini termasuk batu ujian bagi Komisioner sekarang untuk membuktikan benar tidak nya langkah Pemberantasan Korupsi tanpa pandang bulu, tanpa gentar dan takut terhadap siapa pun. 

Jika tidak, maka KPK hari ini di anggap bawa misi2 tertentu berdasarkan pesanan dan ini sangat berbahaya untuk kedepannya.
Gerakan Aliansi Laskar Anti Korupsi (GALAK),(Muslim Arbi)


Kobar.id - Aksi demo mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi untuk segera menangkap Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama(Ahok) terus terjadi.
Demo itu berkaitan dengan dugaan korupsi pada pembelian sebagian dari Lahan Rumah Sakit Sumber Waras. Sang Orator aksi menyebut KPK tidak mempunyai nyali. Sebab hingga saat ini, KPK belum menetapkan Ahok sebagai tersangka.
"KPK banci, mengapa belum juga menetapkan Ahok sebagai tersangka. Padahal BPK sudah jelas-jelas memastikan Ahok sudah melakukan korupsi," kata salah satu orator dari Gerakan Tangkap Ahok dari mobil komandonya di depan Gedung KPK Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu(16/3/2016).
Mereka juga menjelaskan bahwa kehadiran mereka di depan Gedung KPK tidak berkaitan dengan momen Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta pada Tahun 2017 mendatang. Mereka mengtakan behwa mereka hanya menginginkan agar kasus korupsi rumah sakit Sumber Waras yang diduga melibatkan Ahok segera diselesaikan oleh KPK dengan menetapkan Mantan Bupati Belitung Timur tersebut sebagai tersangka.
"Kami tegaskan, ini tidak ada kaitannya dengan Pilkada DKI, kami hanya minta agar KPK mendengarkan keluhan masyarakat DKI," katanya.



Sebelumnya dikabarkan bahwa yang akan melakukan aksi demo mendesak KPK menangkap Ahok berjumlah ribuan orang. Karena itu, aparat kemananan pun disiagakan untuk mengantisipasi terjadi sesuatu yang tidak diinginkan saat sedang menjalankan aksi.
Ada sekitar ratusan personel polisi yang hadir di KPK untuk mengamankan jalannya aksi dari para pendemo. Mereka hadir dengan peralatan lengkap untuk mengantisipasi terjadinya bentrokan. Namun, pada saat menjalankan aksi, yang hadir untuk mendesak KPK hanya puluhan orang.(*)


Kepada Yth, 
Wartawan media dan para Aktivis 
Di tempat 

Assalamualaikum Wr. Wb Salam sejahtera untuk kita semuanya. Kami dari Aliansi yang tergabung dalam Gerakan Tangkap Ahok (GTA) mengundang kehadiran kawan-kawan Media dan Para Aktivis lainnya dimana kami akan melakukan unjuk rasa terkait dugaan Korupsi yang dilakukan Ahok dalam pembelian RS Sumber Waras, adapun agenda kami akan dilaksanakan pada: 

Hari/Tanggal : Rabu,16 Maret 2016; 
Tempat : Gedung KPK 
Waktu. : 13.00 WIB s.d Selesai; 
Massa : 500 orang Perangkat 
Aksi : Spanduk, Poster, Mobil Sound System dan Release.. 

Dengan Tuntutan ; 
  1.  Menuntut KPK segera mengusut Tuntas Kasus dugaan korupsi RS. Sumber Waras 
  2.  Menuntuk KPK agar segera menangkap Ahok sebagainya terduga Kasus korupsi RS. Sumber 
Waras Salam Perjuangan; 
Gerakan Tangkap Ahok (GTA) 
Ttd Zulfikar Fauzi (Mat Peci) 081315525887 
 KOORDINATOR Jubir Aksi Miftahuddin / Sanusi Pane

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget