Kobar.id - Pinjaman untuk pembiayaan proyek kereta cepat Jakarta - Bandung akan dicairkan secara bertahap oleh China Development Bank (CDB). Pada tahun ini, pinjaman akan dicairkan sebanyak 30 persen.
Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Hanggoro Budi
Wiryawan memaparkan, pencairan akan dilakukan tiga tahap. Sebanyak 30
persen tahun ini, 40 persen pinjaman akan cair pada tahun kedua dan 30
persen pada tahun ketiga.
Diterangkannya, bahwa perjanjian konsesi yang telah ditandatangani
dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada 16 Maret 2016 akan
dijadikan dasar untuk pencairan pinjaman tersebut.
"Nah perjanjian konsesi ini akan kita bawa ke sana (CDB) sebagai
dasar untuk kami melakukan utang, untuk pencairannya," kata Hanggoro di
Jakarta, ditulis Kamis 17 Maret 2016.
Dijelaskannya, dari total US$5,135 miliar pembiayaan untuk proyek
tersebut, sebanyak 75 persennya merupakan pinjaman CDB. Sementara,
sisanya akan menjadi tanggungan perusahaan patungan antara Badan Usaha
Milik Negara (BUMN) Indonesia dengan pihak China.
KCIC menurutnya akan menyerahkan dokumen desain kereta cepat secara
keseluruhan pada April mendatang. Saat ini dokumen desain yang sudah
diserahkan, desain untuk pembangunan lima kilometer pertama jalur kereta
tersebut.
"Kami akan ajukan langsung 137 Km sisanya pada awal April, karena lima km (yang sudah diserahkan) ini kan hanya untuk lokasi groundbreaking,
sisanya awal April. jadi selama ini kami mencoba menyiapkan sisa
(dokumen)nya, awal April akan kita serahkan semuanya kepada dirjen
perkeretaapian," tambah Hanggoro.
Ia menambahkan, bahwa investasi proyek kereta cepat ini juga telah
berkurang dari sebelumnya yang ditetapkan sebesar US$5,5 miliar menjadi
US,5,135 miliar.
"Karena jaraknya lebih pendek, kalau dulu kan dari Gambir ke
Gedebage, sekarang dari halim ke tegal luar, jadi berkurang," kata dia.(viva.co.id)


Post a Comment