July 2016

JAKARTA,31 JULY 2016,Silaturahmi akbar yang di adakan oleh AMJU dan beberapa elemen masyarakat lainnya berjalan lancar dan di hadiri oleh jamaah yang di luar dugaan jumlahnya.

Acara yang bertempat di masjid alhusna Tanjung Priuk dan di mulai pukul 13.00 wib di hadiri oleh banyak elemen masyarakat dan masyarakat sejabodetabek.

Dalam acara yang di hadiri oleh beberapa tokoh nasional tersebut, di sampaikan pencerahan dan pemahaman tentang pemimpin yang dzolim dan para tokoh juga mengajak masyarakat untuk bijak dan tegas dalam menghadapi pemilihan gubernur DKI 2017 mendatang.

Ketua panitia acara juga berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam mensukseskan avara ini, baik media , pihak kepolisian serta para panitia yang telah meluangkan waktu dan tenaga.

Jakarta,30 july 2016,Acara silaturahmi akbar yang di lakukan oleh AMJU dan beberapa emen masyarakat telah memasuki tahap penyelesaian akhir.

Silaturahmi akbar yang akan di laksanakan bertujuan untuk menjalin silaturahmi sesama muslim sejabodetabek , serta untuk menanggapi situasi dan kondisi yang sedang di hadapi oleh masyarakat DKI jakarta mengenai kepemimpinan gubernur DKI jakarta yang di anggap tidak pro terhadap rakyat kecil.

Selain itu yusron ( ketua panitia ) juga mengatakan bahwa acara silaturahmi ini di adakan sebagai sarana informasi dan pendidikan kepada masyarakat DKI agar bijak memilih pemimpin Gubernur 2017 kelak.

JAKARTA,30 JULY 2016,Festival condet yang berlangsung di kawasan condet jakarta timur batal di hadiri oleh gubernur DKI Jakarta.Ahok yang semula di kabarkan akan memberi sambutan dalam festival condet tersebut harus membatalkan keinginannya.

Festival yang di adakan dalam rangka merayakan ulang tahun betawi condet tersebut memang rutin di adakan tiap tahun oleh masyarakat  setempat dan selalu di hadiri oleh gubernur yang menjabat,namun sejak 2 tahun terakhir festival ini tak lagi di hadiri oleh gubernur DKI jakarta.

Dua hari sebelum festival di adakan,ormas ormas betawi sudah melakukan koordinasi dengan elemen elemen masyarakat yang memang menolak kehadiran ahok di acara acara dan budaya di jakarta.

Elemen elemen yang ikut bergabung untuk penolakan kehadiran ahok di festival tersebut antara lain KOBAR , GTA , BAMUS BETAWI , GEMUIS BETAWI , FKMJ , RMB , AKBAR dll.

*KESIMPULAN DAN SARAN PERTEMUAN KOPIDARAT WAG PN1 28 Juli 2016 di Hotel Alia Jakarta*.

*KESIMPULAN*
Setelah mendengar aspirasi dari lk 50 peserta yg hadir dlm acara kopi darat khususnya dari ; Bpk Irjen Pol Purn.Taufik Ruki, DR Ichsanuddin Noersy, Djoko Edhy, Ferdinand H, Burhan R, H.Ismai Yusanto, DRS Muchtar E Harahap MSc, Habil Marati SE MM, Anhar Nasution, Ratna Sarumpaet, Benny Pramula, Sofyano Zakaria, DR MD La Ode,  Bambang Wiwoho, Lily Wahid, Mayjen Purn Prijanto Soemantri, Samuel Lengkey SH MH, Dr Emir Sundoro, Bursah Zarnubi, Prof Ryas Rasyid, Mayjen Purn.Adityawarman, Prof Dr. Sri Bintang Pamungkas maka disimpulkan sbb :

*Ahok adalah Gubernur DKI Jakarta yang tidak layak kembali untuk memimpin Jakarta 5 tahun ke depan. Hal ini dilihat dari kebijakan-kebijakan yang dirasakan oleh masyarakat Jakarta sangat merugikan.* *Secara data, angka dan fakta kinerja Ahok tidak selaras dengan visi dan misi Jakarta sebagai Ibukota RI. Kehadiran Ahok sebagai pemimpin Jakarta mendatang, akan membuka kotak Pandora penguasaan asing yang dimulai dari Ibukota*. *Kondisi ini akan menghempaskan bangsa Indonesia dari hilangnya kemartabatan, kemandirian dan kedaulatan bangsa secara komprehensif dan sistematis*. *Ahok adalah musuh bersama dan harus dihentikan.  Gerakan secara intelektual menghentikan Ahok harus sesegera mungkin dilakukan dengan strategi yang cerdas dan terstruktur secara rapi untuk menimbulkan kesadaran masyarakat Jakarta bahwa Ahok bukanlah pemimpin yang tepat untuk Ibukota lima tahun mendatang.*
*Ahok menjadi ikon pemimpin yang dholim dan harus dihentikan, bukan didasari oleh karena Ahok adalah seorang keturuan etnis Cina dan non muslim. Persepsi yang dibangun karena Ahok telah melukai hati dan dirasakan secara fisik oleh rakyat Jakarta dengan berdalih pada kebijakan-kebijakan yang dianggapnya sebagai kebijakan dalam mensejahterakan rakyat Jakarta*. *Namun sesungguhnya semunya adalah kebohongan besar yang diekploitir dan dirancang secara sistematis melalui gerakan-gerakan politik melalui penetrasi media-media formal*.

*SARAN*
Gagasan dari skema pertarungan menuju DKI 1 perlu dirumuskan secara bersama-sama dengan *membentuk tim kecil WAG PN 1* yang akan mendorong KITA, memilih pemimpin yang jujur, bersih, tegas, verdas, bermartabat, dan merbut hati rakyat Jakarta sesegera mungkin diseluruh wilayah Provinsi DKI Jakarta dalam rangka merebut kursi DKI 1 dan merebut kedaulatan dalam ke-Indonesia-an. *Bentuk kongkrit yang diusulkan yaitu RUMAH RAKYAT* yang berfungsi sebagai tempat menampung inspirasi, aspirasi, gagasam dan aksi yang lebih strategis dengan melibatkan seluruh peran elemen masyarakat Jakarta untuk menghentikan Ahok sebagai pemimpin Jakarta mendatang.
*Gerakan intelektual secara massif*seperti adanya kelompok-kelompok penekan (Presure Group) yang bergerak secara cerdas untuk melakukan penetrasi dan komunikasi politik kepada Partai-Partai Politik pengusung calon Gubernur baik yang sudah nyata dan tegas mendukung Ahok ataupun Partai Politik yang belum menentukan sikap dan belum mendeklarasikan calon Gubernur. Sisi lain, sejalan dengan gerakan intelektual, *gerakan-gerakan memanfaatkan jaringan komunitas masyarakat baik yang ada di Masjid, Organisasi Massa maupun lintas generasi harus dilakukan secara cepat, cermat dan akurat dalam membangun opini di masyarakat Jakarta*. Mengingat secara data, terdapat hampir 60% masyarakat muslim non politik di Jakarta yang bisa menjadi basis yang dapat didekati dengan pendekatan persuasif dan keterikatan emosional atas visi dan misi yang sama.
Media-media publik yang berorientasi secara independen diyakini menjadi media yang cukup signifikan dan efektif untuk melakukan gerakan-gerakan intelektual dalam menghentikan Ahok baik dalam bentuk penggalangan multimedia dan ruang publik sosial lainnya, perlu dibuat secara komprehensif untuk menyuarakan dan menyadarkan masyarakat Jakarta atas kinerja Ahok yang gagal serta kasus-kasus hukum yang menjeratnya, yang selama ini dirasakan tertutup oleh pemberitaan media atas kebohongan kinerja Ahok. Mengingat media-media formal saat ini sudah tidak bisa diharapkan independensinya atas penilaian terhadap kebijakan Ahok yang sudah menyimpang. *Memperbanyak isu-isu media* seperti pemberitaan di media cetak, seri-seri buku tentang data, fakta dan lainnya, flyer, stiker dan lain sebagainya yang intinya adalah gerakan sederhana namun spektrumnya luas dan dapat menyentuh serta merebut hati rakyat untuk tidak memilih Ahok.
Mengamanatkan kepada tim kecil WAG Peduli Negara 1 *untuk melakukan kajian dan analisis yang komprehensif terhadap strategi menghentikan Ahok, sekaligus mencari siapa KITA yang dianggap layak untuk menjadi calon yang dihadapkan dengan Ahok*. Hasil kajian dan analisis yang telah disepakati oleh tim kecil WAG PN 1 akan diserahkan kepada partai-partai politik pengusung calon untuk menjadi pertimbangan dalam menentukan calon Gubernur DKI Jakarta mendatang. *Seluruh jaringan warga WAG PN 1 yang memiliki jaringan kuat kepada partai politik  dan elit politik, guna melakukan komunikasi politik secara intensif guna memuluskan strategi menghentikan Ahok*.

Jakarta, 28 Juli 2016
Pimpinan Diskusi,

M.Hatta Taliwang
Admin WAG PN1

Notulis,

RACHMAD SOFIAN

Jakarta utara menjadi fenomena menarik untuk kita amati bersama, dengan berbagai aksi dan gerakan yang muncul dari Tokoh-tokoh gerakan baik yang muda maupun tua bersatu untuk menghimpun kekuatan muslim dan Non Muslim bersama-sama menolak pemimpin Jakarta yg zolim, antara lain Beni Biki (adik Almarhum amir Biki), Jamran ( Koor AMJU), Yusron ( AKBAR/Aksi Bersama Rakyat), Mansyur ( Laskar luar batang), Ical Syamsudin (LAKRI), H. Andi Usman ( KOBAR Jak-Ut), M. Ridwan ( KOBAR), Alan (Walhi) dan beberapa Tokoh yang bergabung untuk mensukseskan acara ini.

Acara ini sudah cukup rame di sosial media yang mungkin Panitia akan kesibukan dengan hadirnya Tokoh-Tokoh Nasional. Ketua panitia Yusron, saat ditanya di perkirakan, peserta akan hadir mencapai 5.000 orang.

Acara yang digagas dari kesederhanaan panitia ini, cukup menjadi perbincangan menarik baik di sosmed maupun perbincangan warung kopi, sebagai bentuk aksi persaudaraan setiap masyarakat untuk menciptakan Jakarta yang damai dan Sejahtera, dengan Pemimpin Muslim.

Panitia berharap pertemuan ini menjadi solusi untuk Jakarta dalam menyambut PILKADA 2016, sebagai sebuah motor gerakan damai Jakarta, utara bergetar...??? dengan banyaknya masyarakat yg antusias menghubungi panitia untuk hadir dalam acara AKBAR ini, Jakarta Damai...??? Utara Bergetar, Jakarta Damai sebagai semboyan kerukunan yang sedang di rajut oleh kawan-kawan, semoga Acara ini berjalan lancar, doa masyarakat Jakarta.....

Ken/rep.

KOBAR.JAKARTA 29 JULY 2016,Warga Condet menggelar rapat konsolidasi warga se- Jakarta Timur pada Kamis (28/07/2016) malam di Condet Jakarta Timur dipimpin oleh KH.Fahrurozi Ishak.

Dalam rapat tersebut warga Jakarta Timur menolak keras kedatangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang berencana akan mendatangi daerah Condet, Jakarta Timur pada hari Sabtu 30 Juli 2016 untuk menghadiri Festival Condet.
Aksi penolakan warga atas kunjungan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Condet, Jakarta Timur, Kamis (28/7),

Penolakan tersebut merupakan bentuk kekecewaan warga lantaran melihat sikap Ahok yang arogan dan selalu bertindak sewenang-wenang terhadap warga DKI Jakarta. "Ahok tidak berpihak kepada rakyat kecil, dia menggusur perkampungan sesuka hati," ucapnya fahruzi salah seorang warga Condet.

Konsolidasi tersebut banyak dihadiri oleh elemen organisasi yang tergabung penolakan Ahok seperti Habib Muchsin (Ketua FPI DKI Jakarta),KOBAR,SARACEN ,AKBAR jAKARTA TIMUR ,GTA dan BAMUS BETAWI .(*)
Sumber : www.saracennews.com

JAKARTA-KOBAR.ID Catatan Reshuffle Musiman:

Isu Pencopotan Rizal Ramli Buka Kedok Jokowi
Oleh: Muslim Arbi

Jika benar Menko Maratim dan Sumber Daya, Dr Rizal Ramli di copot dan di gantikan dengan Luhut Binsar Panjaitan, maka ini akan membenarkan dugaan sebagian Pihak akan Isu yang berseleweran bahwa Jokowi di danai Pengembang itu benar ada nya. Gubernur DKI yang juga di juluki sebagai Gubernur Podomoro itu yang pertama sekali berteriak. Pak Jokowi di Danai Pengembang saat Pilpres, bahkan Podomoro sudah setor Rp 2 Triliun. Ini sebetulnya SKANDAL PILPRES dan Harus di Bongkar.

Oleh karena itu jika di kaitkan dengan Perseteruan antara Menko Maratim Rizal Ramli (RR) dengan Ahok soal Reklamasi Teluk Jakarta dan Menko Maratim dan Sumber Daya di Copot akan semakin memperkuat dugaan itu.

Jokowi terlihat sangat membela Ahok, panggil Gubernur DKI, tentang Pelarangan Jaksa dan Polisi untuk tidak mempidanakan Kebijakan Kepala Daerah, padahal Perbuatan Ahok di beberapa Kasus di DKI mesti nya sudah Tersangka. Karena Audit BPK sudah membuka secara gamblang akan hal itu dalam Kasus Sumber Waras misalnya.
Sehingga Keluar Pelarangan Presiden Jokowi itu semata Mata Untuk Bela Ahok.

Jadi, Isu Pencopotan Rizal Ramli, Pembelaan Jokowi terhadap Ahok, Perseteruan soal Reklamasi Teluk Jakarta, kesemua nya itu bisa membuka kabut soal Hajatan Pilpres itu. Dan ini perlihatkan Kuat nya Pengaruhi Pengembang mencengkram Istana. Istana sudah menjadi milik Pengembang, bukan lagi milik Rakyat Indonesia.

Selama ini Teriakan Ahok soal Dana Pengembang di Pilpres yang Dukung Jokowi itu mesti di usut. Karena ini adalah Skandal. Apalagi semakin terang Isu Tergusur Rizal Ramli dari Kabinet karena menghentikan Reklamasi Teluk Jakarta yang di anggap Merusak Misi Besar Para Pengembang itu. Dan ini akan semakin membuka Mata Rakyat Apa dan Siapa Rezim ini.

Surabaya, 27 Juli 2016

Koordinator GALAK, Gerakan Aliansi Laskar Anti Korupsi,

Muslim Arbi

Jakarta-Kobar.id,Semakin Maraknya Game berbasis online, membuat daya tarik dan banyak pilihan bagi para penggila game,
dengan berbagai keunikannya dan kelebihannya,

game baru buatan google dan nintendo, Cukup menghebohkan Dunia dan menjadi game paling fenomenal saat ini,

Banyak Cerita yg terjadi tentang Game ini, karena game ini menimbulkan konflik tersendiri oleh berbagai pihak.

Dilain sisi, pemerinta melalu kementerian komunikasi dan informatika dikabarkan akan memblokir game Pokemon go ini,

Namun wacana ini mendapat penolakan dari bebagian pihak, Chairman communication and information system security research center pratama persadha mengatakan, sebenarnya tidak hal yang mengharuskan game pokemon go di blokir,  karena game ini tidak melanggar UU informasi dan transaksi Elektronik, serata peraturan menteri No 19 tahun 2014 tetang penanganan situs internet bermuatan negatif.

Kehebohan game ini tidak lepas dari pantauan para nitizen, dan sampai2 para nitizen membuat meme2 sindiran dengan membuat game tandingan, Hokomon go dan Jokomon go,

Begitu ditanyakan Kepada Nitizen kenapa membuat meme2 dan game tandingan, ini kata mereka "seharusnya sindiran ini menyadarkan pemerintah, bahwa sesungguhnya masih banyak oknum2 pejabat korup, yg seharusnya dikejar bukan malah menangkap dan mengejar pokemon.

Jakarta-Kobar.id MAMPUKAH AHOK PECAHKAN MASALAH BANJIR JAKARTA?
Salah satu issue digunakan para pendukung buta Ahok, yakni Ahok mampu dan bahkan telah berhasil urus banjir Jakarta. Sebagai misal, Ketua Umun Golkar, SN  dan seorang  anggota WAG Aktivis 77/78. Ketua Umum Golkar klaim, Ahok menjalankan dengan terobosan benar. “Apa dilakukan selalu dengan perasaan benar. Di DKI biasa banjir, sekarang enggak banjir lagi”.
Sementara anggota WAG Aktivis 77/78 berucap: “Belum pernah ada sepanjang sejarah Gub. DKI yang bisa membuat DKI bebas banjir. 2013 saja DKI Banjir besar sampai di basemant gedung UOB Jl. Sudirman banyak orang meninggal dan mobil terjebak di dalamnya. Ini tahun 2006 hanya 3 tahun sesudahnya banjir itu tidak ada. Luar biasa. Hal seperti ini tentu saya hormati. Saya dukung”. 
Tentu ungkapan soal banjir di atas tergolong “buta data, fakta dan angka”. Pertama, 2013 terjadi  banjir  bukan Era Gub. DKI sebelumnya (Sutioso atau Foke), justru Era Jokowi-Ahok.  Kedua, 2016  terjadi banjir bahkan lebih parah lagi. Banjir Jalan Terus.
Banjir dan genangan air merupakan salah satu masalah utama DKI Jakarta.  Mengacu pada Perda No. 2/2012 tentang RPJMD Prov.DKI Jakarta 2013-2017, salah satu misi DKI adalah menjadikan Jakarta sebagai kota yang bebas dari masalah-masalah seperti macet, “banjir”, permukiman kumuh, sampah dll. Terkait masalah banjir, sasaran adalah tersedianya sistem tata air yang optimal dalam mendukung upaya pengendalian banjir, banjir rob dan dampak perubahan iklim lainnya. Capaian target banjir diharapkan,  yakni target lokasi rawan banjir 62 lokasi awal (2002) menjadi 55 lokasi (2013), 50 lokasi (2014), 48 lokasi (2015),  45 lokasi (2016), dan 42 lokasi (2017). Sedangkan capaian target diharapkan titik genangan jalan arteri/kolektor dari 13 titik menjadi 0 titik pada 2017.
Strategi operasional untuk pengendalian banjir dan genangan ini meliputi: 1).Pengembangan instrument pengendalian pencemaran air; 2). Pengembangan dan pemeliharaan sarana dan prasarana sistem drainase; 3). Konservasi sumberdaya air; dan, 4). Pengendalian banjir akibat air laut pasang.
Arah kebijakan pembangunan berdasarkan pilihan strategi, pengembangan dan pengelolaan sistem tata air terpadu pada 2013, 2014, 2015, 2016 dan 2017. Kebijakan umum terkait banjir, yakni pengendalian banjir antara lain melalui Pengembangan Waduk Tangkapan Air di Hulu (Waduk Ciawi, Waduk Cimanggis), pembangunan tanggul-pengaman Rob.
Program unggulan isu antisipasi banjir, rob dan genangan, mencakup:
Program pembangunan prasarana dan sarana pengendalian banjir.
Pengembangunan situ, waduk dan embung.
Penguatan tanggul.
Pembuatan sumur resapan dan lubang biopori.
Pembangunan terowongan bawah tanah multifungsi.
Program pengembangan sistem drainase
Pengembangan sistem polder.
Normalisasi sungai dan saluran.
Pengerukan sungai dan saluran.
Berdasarkan pelaksanaan program dan capaian target diharapkan, maka pada 2016 titik lokasi banjir harusnya tinggal 45 lokasi lagi. Namun fakta menunjukkan, masih melebihi 45 lokasi banjir. Capaian target diharapkan titik genangan air di jalan arteri/kolektor dari 13 titik menjadi 0 titik 2017 masih jauh dari kenyataan. Pada medio 2016 masih terdapat belasan titik genangan  air. Masih sangat jauh dari capaian target diharapkan.
Pada 2014 hujan deras mengguyur Jakarta. Akibatnya terjadi banjir di beberapa titik, termasuk kawasan Pademangan. Ahok sendiri bingung dengan kondisi banjir di kawasan perumahan dan sejumlah titik genangan di jalan. Ia berkilah, genangan terjadi karena hujan turun bertepatan dengan air laut pasang. Selain itu, karena belum siapnya tanggul setinggi 3,8 Meter di pantai utara Jakarta, dan pengelolaan sistem pompa belum berjalan masimal.  Ahok heran, warga tinggal di sepanjang aliran sungai masih terdampak banjir.  Sebaliknya, Ia justru mengakui, beberapa tempat di Jakarta Selatan dan Timur pasti tenggelam karena tinggal di daerah aliran sungai. Bahkan, Ahok juga berkilah, fenomena La Nina terjadi di permukaan bumi, turut mempengaruhi banjir di Jakarta.
Bagaimana kondisi 2015?  Masih juga terjadi banjir.  April 2015 banjir cukup merata di sejumlah Ibukota. Jakarta Utara, Timur, dan Selatan merupakan wilayah paling parah terkena dampak banjir. Kampung Pulo dan Bukit Duri masih terendam banjir. Rancangan sodetan 1,2 Km hingga Kanal Banjir Timur (KBT) masih belum terealisir.  Ibukota masih terancam mengalami banjir.
Pada 2016 ini terjadi banjir terbesar sejak 2007.  Pada 2016 titik lokasi banjir harus tinggal 45 titik lokasi lagi. Namun, banjir jalan terus masih melebihi 45 titik lokasi.
Pada 20- 21 April 2016 Jakarta dan sekitarnya kembali kebanjiran cukup merata mengikuti turunnya hujan deras .  Banjir ini termasuk paling dahsyat dan terbesar sejak 2007 karena terdapat lokasi banjir kedalaman air hingga 5 Meter.  Banjir   mencapai kedalaman air antara 20 hingga 100 Cm di Pademangan, Jakarta Utara. Bahkan, ketika banjir terjadi di Cawang Maret sebelumnya, kedalaman air mencapai 20 Cm hingga 1,5 M. Di Kampung Makasar tergolong parah, sehingga harus dikerahkan perahu karet. Banjir mencapai ketinggian dada orang dewasa. Rumah-rumah kebanjiran, dan kegiatan sekitar wilayah itu lumpuh.
Juni 2016 banjir juga meredam sejumlah wilayah di Jakarta Pusat. Bahkan, di depan Istana Negara, Merdeka Barat,  tergenang air sedalam lutut orang dewasa. Akibatnya, arus lalu lintas di depan Istana Negara menjadi macet. Selain itu, banjir juga meredam sejumlah wilayah di Jakarta Pusat seperti di Jalan Hasyim Ashari, Jalan Mereka Timur, Jalan Batu Tulis Raya Pecenongan, dan wilayah Sawah Besar. Di Jakarta Selatan banjir terjadi di depan Gandarya City. Kemudian, di Jakarta Utara banjir terjadi di Jalan Gaya Motor Barat, Sunter. Banjir juga terjadi di depan Universitas Tarumanegara Jalan S. Parman Grogol Jakarta Barat.
Juli 2016 hujan deras mengguyur Jakarta membuat sejumlah ruas jalan tergenang air. Ketinggian air menggenangi sejumlah ruas jalan mulai dari 20 Cm hingga 1 meter. Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan akibat genangan air di Jl. Gatot Subroto depan Balai Kartini. Di kawasan Kuningan, genangan air terjadi di Jalan HR Rasuna Said depan Plaza Kuningan, selepas flyover Kuningan aras Pancoran dengan ketinggian air 25-30 Cm. Ruas jalan Pangeran Antasari dekat Pasar Cipete pun tak luput dari genangan air dengan ketinggian 20 Cm. Begitu pula Jalan Wijaya, Jakarta Selatan dengan ketinggian air 20 Cm. Genangan air terparah berada di Pasar Kambing, Jalan Kemang Utara, Jakarta Selatan dengan ketinggian air mencapai 1 Meter.
Banjir 2016 paling dahsyat,  mencapai kedalaman 5 meter. Pada 2013, banjir mencapai kedalaman hanya 60 Cm hingga 100 Cm di wilayah Utara. Pada tahun sama, 15 November, rata-rata kedalaman hingga 50 Cm hingga 100 Cm, khususnya di Jakarta Timur.  Harian Republik (28/4/2016) melaporkan, banjir April 2016 menyebabkan Ahok marah-marah  kepada Walikota Jakarta Utara, Rustam Effendi, hingga Rustam meletakkan jabatannya.
Kesimpulannya, Ahok ternyata tak mampu dan gagal pecahkan masalah banjir Ibukota. Banjir di jalanan  terus dan belum berkurang signifikan. Jakarta kembali kebanjiran saat hujan deras turun.
Ada kritikan gaya orang Betawi di media sosial, “...Ahok, bacot loe aja yang gede. Bilang Jakarta udah bebas banjir, bilang Jakarta saat ini kalau hujan gede paling ada genangan air setengah jam sampai 1 jam. Kagak ade buktinye, Hok… Loe bilang udah kerukin tuh kali-kali Ciliwung, loe malah udah gusur-gusur tuh warga Kampung Pulo dan wilayah lain pinggir kali. Lu juga ngabisin duit Pemprov untuk bikin Pasukan Orange, Pasukan Lele, Pasukan Kodok sama pasukan nasi bungkus elu di Detiknews. Kagak ade buktinya. Hok, Jakarta masih banjir, ngkoh. Elu ngak liat ape. Ujan dari jam 3 sampai jam 6 hampir seluruh Jakarta terendam aer.”  Oleh MUCHTAR EFFENDI HARAHAP (Ketua Dewan Pendiri NSEAS, Network for South East Asian Studies).Jika berkenan, sila sebarluaskan.Trims

*SANG GUBERNUR DZOLIM*

Jakarta-Kobar.id Saat ini kita mendengan dan membaca pertarungan antara Bpk Rizal Ramli (RR) vs Gubernur Dzolim, mengenai REKLAMASI. Dukungan buat pak RR sungguh sangat luar biasa, walaupun sy pahami bahwa beliau tidak membutuhkan dukungan, beliau mantan aktifis dan sangat berani mengkritik pada era SOEHARTO, jadi saya rasa menghadapi Gubernur Dzolim ini buat beliau terlalu mudah, apalagi kasusnya yg jelas2 kebenaran secara aturan maupun secara hukum pak RR adalah benar, keputusan yg beliau ambil adalah benar2 untuk meyelamtkan pantai JAKARTA dan kehidupan masyarkatnya, tinggal keberanian pak RR untuk menuangkan dalam satu keputusan tertulis saja sebagai penguatan bahwa REKLAMASI pulau G banyak melanggar amdal dan melenceng dari perencanaan yg sudah dibuat, agar surat keputusan menteri dr pak RR dijadikan landasan hukum untuk diteruskan kepada Presiden dan Presiden segara memberhentikan total semua pembangunan REKLAMASI PANTAI JAKARTA.

Saya juga merasa heran mengapa pantai Jakarta yg merupakan ibukota negara kita bagitu mudahnya diberikan kepada pengembang swasta yg sangat jelas akan berdampak kepada keamanan ibukota utk jangka panjang, bisa kita bayangan sepanjang garis pantai dr tangerang, jakarta, bekasi dan terus memanjang sampe ke cirebon jika dikuasai oleh swasta berarti negara kita khususnya Jakarta tdk punya lagi garis keamanan pantai, dengan bebas narkoba, senjata api gelap dan penyelundupan manusia bisa dilakukan melalui pantai lansyng masuk ke rumah2 penampungan yg ada di pantai tanpa ada bisa yg mengawasi. Mengerikan.....!!!

Gubernur dzolim ini selalu berdalih kepada KEPPRES No.52/1995 yg sudah kadaluarsa, mengingat pantai utara Jakarta ini sangat startegis utk kemanan ibu kota negara PEPRES No.54/2008, begitu ngototnya sang gubernur ini membuat kita sebagi masyarkat terheran-heran, ada apa gerangan???sampai2 semua cara halal dilaksanakan agar reklamasi tetap terus berjalan, bahkan sang gubernur dzolim sedang minta perlindungan sang presiden mantan atasannya di DKI Jakarta.

Belum lagi kelar kasus reklamasi dan kasus yang terdahulu yg lebih jelas dan terang benderang akan kesalahannya yaitu kasus RUMAH SAKIT SUMBER WARAS, yg hasil investigasi terakhir dari BPK telah disebutkan bahwa ada kerugian negara didalamnya dan yg lebih membuat terkejut rakyat Indonesia seperti yg di ucapkan oleh Prof. Romly Atmasasmita yg menyatakan ternyata ada tanda tangan Gubernur DKI Jakarta yg sekarang menjadi Presiden RI saat ini yg membuat masalah ini menjadi tidak jelas dan tidak selesai2 sampai saat ini. Munculnya kasus baru yg berkaitan dengan pembeliam lahan negara oleh Pemda DKI Jakarta di cengkareng hasil pemeriksaan BPK terbaru kita belum melihat proses besarnya, dalam kasus ini saya tidak tau alasan apalagi yg akan di sampaikan oleh sang gubernur dzolim, karena dia pandai sekali bermain watak dan herannya respon masyarakat yg melihat semua kasusnya masih menganggap biasa saja dan belum sampai menjadi tersangka. Apakah sang gubernur dzolim akan lolos lagi ???

Gaya sang gubernur dzolim setiap ke bongkar kasusnya adalah menyerang lebih dahulu dan terlihat sangar dengan marah2 menyalahkan orang lain serta di bantu media dengan pola yg massif dan tersusun rapi sehingga terlihat bahwa sang gubernur dzolim tidak bersalah dan menjadi korban anak buahnya...herannnnn????....iy sy juga heran...
Kasus pembelian tanah di cengkareng sedang berjalan di Kejaksaan dan Kepolisan di Jakarta kita akan lihat nanti hasilnya, apakh sang gubernur dzolim akan lolos lagi.....?????

Sang gubernur dzolim terus melenggang, bahkan telah siap untuk melanjutkan jabatannya, karena dukungan sang gubernur dzolim masih begitu kuat, rupanya masyarkat Jakarta sudah lelah dan malas melihat dengan nyata lagi, sehingga apa yg ditampilkan media pencitraan sang gubernur dzolim itu lah yg mereka percaya, nilai moral dan hati nurani sudah tidak ada lagi, kondisi ekonomi yg sulit saat ini juga membuat masyarakat malas untuk berbicara politik, PARPOL pun saat ini tidak berdaya menghadapi sang pemimpin dzolim ini., bahkan dukungan utk sang pemimpin dzolim semakin kuat dari beberapa parpol. PILKADA DKI JAKARTA tinggal menghitung bulan saja, lawan yg untuk menghadapi sang gubernur dzolim pun belum ada yg ditampilkan secara sah atau belum ada keputusan yg bulat oleh parpol, kita tunggu saja semoga dalam waktu dekat sudah ada keputusan yg konkrit agar persiapan untuk melakukan penetrasi ke masyrakat pemilih segera dilaksanakan.

Saya dan teman2 dari berbagai kelompok masyarkat sangat berharap agar pemimpin yang arogan merasa paling bersih bebas korupsi padahal adalah raja korupsi terbesar segara dieksekusi secara hukum, dan jika tidak saya berharap agar nanti pada saat pilkada masyarkat sadar betul dan paham betul siapa sebenranya sang gubernur dzolim ini, yang akan membahayakan JAKARTA dan NKRI nantinya ke depannya, sehingga *tidak memilih sang gubernur dzolim*. Saya yakin TUHAN YANG MAHA ESA masih sayang JAKARTA, masih sayang INDONESIA...kitapun sama *CINTA JAKARTA* dan *CINTA INDONESIA*, mari bersama-sama menolak *sang gubernur dzolim* menjadi pemimpin di JAKARTA.
By JAMBRAN

Jakarta, 22 Juli 2016


Jakarta,15 Juli 2016
Pemerintah RI membebaskan visa kepada banyak negara dengan alasan untuk meningkatkan arus wisatawan

Negara-negara yang tergolong miskin dan cenderung meninggalkan negaranya karena alasan politik dan ekonomi juga diberi bebas visa.Negara-negara Afrika dan Asia Selatan, China, Myanmar dan lain-lain diberi bebas visa, tanpa perhitungkan dampak sosial dan politiknya bagi negara kita

Kini imigran gelap yang datang menggunakan fasilitas bebas visa mulai memusingkan kita.Kesalahan kita yang lain juga menyetujui masuknya pekerja China sebagai bagian dari syarat investasi dan pinjaman pemerintah kepada China,ungkap Yusril Ihza Mahendra yang akrab di sapa YIM ini.

Syarat seperti itu harusnya ditolak karena Indonesia akan dibanjiri pekerja China yang merampas kesempatan kerja rakyat kita sendiri.Pekerja China yang konon akan datang sampai 10 juta itu jelas tidak mudah untuk dikontrol. Sebagian besar mereka pasti takkan kembali ke China.Kedatangan pekerja asing yang begitu besar dapat menimbulkan persoalan sosial, politik, ekonomi dan keamanan dalam negeri,tegas pakar hukum tata negara tersebut.

Pemerintah harus mengkaji ulang kebijakan membolehkan datangnya pekerja asal China ini demi kedaulatan bangsa dan negara kita.
Kepentingan nasional dan kepentingan rakyat kita sendiri adalah di atas segala kepentingan yang lain,tutup pakar hulum tata negara tsb.
By : K3n

Jakarta-Kobar.Id*YUSRIL: "PEKERJA DARI NEGARA CHINA MERAMPAS KESEMPATAN KERJA RAKYAT KITA SENDIRI"*

Pemerintah RI membebaskan visa kepada banyak negara dengan alasan untuk meningkatkan arus wisatawan

Negara-negara yang tergolong miskin dan cenderung meninggalkan negaranya karena alasan politik dan ekonomi juga diberi bebas visa

Negara-negara Afrika dan Asia Selatan, China, Myanmar dan lain-lain diberi bebas visa, tanpa perhitungkan dampak sosial dan politiknya bagi negara kita

Kini imigran gelap yang datang menggunakan fasilitas bebas visa mulai memusingkan kita

Kesalahan kita yang lain juga menyetujui masuknya pekerja China sebagai bagian dari syarat investasi dan pinjaman pemerintah kepada China

Syarat seperti itu harusnya ditolak karena   Indonesia akan dibanjiri pekerja China yang merampas kesempatan kerja rakyat kita sendiri

Pekerja China yang konon akan datang sampai 10 juta itu jelas tidak mudah untuk dikontrol. Sebagian besar mereka pasti takkan kembali ke China

Kedatangan pekerja asing yang begitu besar dapat menimbulkan persoalan sosial, politik, ekonomi dan keamanan dalam negeri

Pemerintah harus mengkaji ulang kebijakan membolehkan datangnya pekerja asal China ini demi kedaulatan bangsa dan negara kita

Kepentingan nasional dan kepentingan rakyat kita sendiri adalah di atas segala kepentingan yang lain.

Salam hormat
*YUSRIL IHZA MAHENDRA*

Jakarta,09 juli 2016

Aksi teror terhadap umat Islam di Kota Bitung, Sulawesi Utara kembali terjadi. Salah satunya, yakni adanya larangan berkegiatan selama bulan Ramadhan.

Ketua panitia pembangunan Masjid As Syuhada di Kelurahan Girian Permai, Kecamatan Girian, Kota Bitung, Karmin Mayau mengungkapkan, larangan berkegiatan selama bulan Ramadhan justru berasal dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung.

"Kita kemarin, per tanggal 4 Juni SK wali kota keluar, yang mana dilarang melakukan kegiatan dan ibadah lagi di sekitar lokasi pembanguan masjid. Begitu juga mushala ditutup.

Ia menuturkan, dalam SK tetanggal 2 Juni 2016 tersebut, ada larangan melaksanakan shalat lima waktu di sekitar lokasi pembangunan masjid. Selain itu, mushala yang berada di daerah tersebut juga ditutup.

Ia mengungkapkan, alasan yang diterangkan surat tersebut, yakni untuk menjaga keamanan. "Padahan keamanan itu kan dari mereka (Pemkot Bitung) juga," ujar dia.

Kemudian, Karmin berujar, umat Islam setempat merespon SK tersebut, namun hingga saat ini belum ada balasan. Kendati mushala ditutup, ia menuturkan, untuk mengisi bulan Ramadhan umat Islam setempat tetap berkegiatan.

Yang sangat di sayangkan dalam situasi seperti ini adalah dimana pemerintah daerah yang seharuanya menjadi pihak pengaman bagi kerukunan antar umat beragama malah menjadi pelaku intervensi terhadap mayoritas negri ini.pemerintah seharusnya bisa menghentikan tindakan minoritas yang menekan mayoritas,bukan menjadi bagian dari pelaku dari tindakan dilarang oleh UU.
Sumber : Republika.co.id

JAKARTA,Tadi (Malam Takbiran, 5/7/2016) jam 22. 30 saya pulang dari Mampang Prapatan Jakarta Selatan menuju Matraman Jakarta Pusat sempat "terjebak" dengan rombongan FPI yang sedang melakukan takbir keliling. Jumlahnya saya perkirakan 2500 s/d 3000 orang. Mereka sepertinya ingin "menggedor" dan "mengguncang" jalan-jalan raya Jakarta yang akan dilewati melalui acara takbir keliling.

NALURI saya sebagai seorang yang senang mengamati dan mempelajari suasana langsung saja "terbakar" melihat adanya mereka. Saya penasaran dan ingin membuktikan betulkah mereka ini "menyeramkan"? Betulkah dengan adanya kegiatan takbir keliling Jakarta menjadi rusuh karena adanya FPI?

Dengan rasa penasaran, pelan tapi pasti saya ikuti rombongan mereka mulai dari barisan belakang sampai depan. Saya amati wajah-wajah anggota FPI apakah "menyeramkan" atau "familier". Saya sempat bertanya sama istri, "kamu ketakutan gak?" Dia jawab, "Ah biasa aja", "takut apaan..?.", "orang kita takbiran kok...."

Sebagai orang yang senang akan tantangan, saya juga merasa saat itu biasa-biasa saja, bahkan saya malah "menikmati" mereka bertakbir dan bersholawat, mengingat saya kemarin juga "berkoar-koar" mendukung adanya takbir keliling di Jakarta. Rupanya tanpa saya sangka Allah telah "memasukan" saya ke dalam rombongam FPI untuk "ikut" takbir keliling. Padahal mana saya tahu kalau FPI bisa berbarengan dengan kepulangan saya.

Jujur sih, melihat semaraknya mereka, saya sempat berujar, "inilah Jakarta asli..." karena dahulunya takbir keliling seperti ini sering dilakukan masyarakat Betawi dengan cara keliling kampung bahkan dengan pawai obor. Sesuatu yang kini jarang terlihat mengingat Jakarta sudah menjadi kota Metropolitan.

Dalam takbir keliling saya juga mengamati wajah-wajah Polisi yang menjaga setiap sektor, sepertinya juga biasa-biasa saja

dan tidak ada ketegangan. Para peserta takbir keliling saya lihat juga tidak hanya FPI.

Yang unik bahkan bendera Palestina banyak dibawa mereka dan dikibar-kibarkan. Memang seperti biasanya yang melanggar peraturan lalu lintas seperti tidak pakai helm atau duduk diatas kap mobil masih ada lah apalagi diantara mereka banyak ABG. Lagipula kondisi seperti ini juga sering terjadi pada acara tahun baru, kampanye dan bolamania.

Tapi secara umum kalau saya lihat, kondisi acara tersebut baik, dan saya juga melihat tidak ada provokasi seperti yang selama ini saya dengar digembar gemborkan beberapa pihak, semua rata rata bertakbir dan bersholawat. Ada yang bawa perlengkapan hadroh, beduk dan juga alat pukul sederhana.

Takbir keliling ini sepengamatan saya berlangsung dengan baik dalam perjalanan yang saya ikuti.. Semua memang tergantung adanya kerjasama semua fihak. Dan juga yang paling penting, baik tidaknya kondisi di lapangan itu tergantung KORLAP (Koordinator Lapangan) Dan DINLAP (Dinamisator Lapangan). Dan orang orang seperti inilah yang bisa menjaga pergerakan di lapangan terjaga dari provokasi dan penyusup. Semoga saja sampai selesai acara semua berjalan dengan baik.

FPI memang pro dan kontra, namun akan lebih adil menilainya kalau anda berani masuk kedalamnya untuk melihat dan membuktikan langsung apakah mereka itu "monster" atau "malaikat". Semua tergantung sudut pandang masing masing terutama dalam penilaiannya. Idealnya memang dalam menilai sesuatu haruslah berdasarkan fakta langsung bukan "katanya" dan bukan pula dari media yang "takut" untuk melihat langsung kondisi di lapangan.

CATATAN:

Penulis bukanlah anggota atau simpatisan FPI tapi hanya sebatas orang yang senang meneliti dan mengamati perilaku orang orang yang ada di lapangan. Jadi Insya Allah penulis tidak ada kepentingan apapun.

Catatan : Iwan Mahmoed al fattah

JAKARTA 07 JUNI 2016,Berbicara masalah kampung luar batang,kita akan teringat dengan salah satu kampung yang terletak di kawasan Jakarta Utara.

Masalah Luar Batang terkait INVESTASI REKLAMASI TRILYUNAN RUPIAH, dan melibatkan aktor BESAR yang merasa dirugikan dimana mereka akan melawan dengan berbagai cara.

Pengalihan Isu dari pembongkaran dan reklamasi menjadi Konflik Horizontal (perang antara Bugis/Makassar Vs Banten) atau Luar Batang Vs Muara Baru tengah berlangsung.Penguasa dan Pengusaha telah bersekongkol untuk menggunakan cara cara ala PKI.Dulu kita di jajah oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda,sekarang kita sedang di jajah oleh Gubernur Jendral Pengembang , ujar Daeng mansyur salah satu pimpinan laskar kampung luar batang.

Pimpinan LKLB ini juga menegaskan bahwa Senjata utama para penguasa dan pengusaha itu di era demokrasi digital bukanlah 'otot semata' tetapi Strategy Media dalam merubah dari Luar Batang yang terzalimi dan simpatik akan digeser menjadi Luar Batang yang 'anarkis dan meresahkan'.

Apa yang terjadi di Luar Batang berkaitan erat dengan Isu Pilkada 2017 dan Pilpres 2019. Jika tingkah Luar Batang dapat dianggap mengganggu arus investasi minimal Rp 2000 Trilyun melalui agenda Tax Amnesty maka tidak mustahil penggusuran Luar Batang akan menjadi kebijakan Pemerintah Pusat , bukan lagi masalah Ahok,ungkap daeng mansyur.

Proses pembusukan para tokoh luar batang satu persatu sedang diolah, sehingga para panglima Luar Batang akan dibenturkan dengan Masyarakat.

Kita harus menemukan format PERSATUAN/PERSAUDARAAN ANTARA LUAR BATANG dan MUARA BARU secara cermat dan cepat, karena ini akan jadi pintu masuk empuk YANG MEMBUAT MASYARAKAT LUAR BATANG MARAH dan terjadi kerusuhan.by: k3n

Jakarta-kobar.id KEPALA BNPT KOMJEN.POL. H. TITO KARNAVIAN: FPI NKRI BANGEET..

4 hal yg harus anda ketahui tentang FPI:
1. FPI ormas Islam berstandar internasional
2. FPI icon amar ma'ruf nahi Munkar
3. FPI harapan besar ummat Islam
4. FPI adalah benteng ASWAJA (ahlus sunnah waljama'ah)
Dan ada yg tidak suka FPI yaitu ada 3 golongan.
1. Orang" bodoh (awam terhadap agama)
2. Orang" dengki.
3. Orang" yg masih suka maksiat.
4. Aliran" sesat seperti JIL/JIN, ahmadiyah, syiah, sepilis,
5. dll
Buat yg Benci FPI :
-FPI adalah organisasi massa Islam yang TERKUAT saat ini !
-TERHEBAT saat ini !
TERBAIK saat ini !
-FPI didukung lebih dari 30 ormas Islam lainnya , dengan kekuatan lebih dari 25 juta pendukung !
-FPI cinta damai TAPI lebih cinta kemerdekaan bagi umat islam tanah air !
-FPI sudah memberikan sumbangsih begitu besar kepada negeri ini ,tak dapat disebutkan satu per satu karena terlalu banyak dan supaya tidak riya juga !
-FPI sangat mesra dengan Polri dan dengan TNI !
-Banyak anggota TNI dan Polri yang lagi lepas dinas berguru dan belajar ilmu2 agama dengan FPI !
-Anggota FPI terdidik secara intelektual dan terdidik secara fisik !
-Jika anggota FPI dikumpulkan se indonesia dan dipersenjatai maka kekuatan FPI setara dengan Satuan Komando Kostrad TNI AD !
-Maka tidak heran jika NKRI benar2 berperang melawan China maka FPI lah organisasi massa sipil yang paling SIAP bertempur di garis terdepan membela NKRI !!!
Wajar Jika FPI begitu dibenci oleh Kaum Munafik, Liberal dan jongos jongosnya, ahli maksiat dan kacung kacungnya.
Semoga keberadaan FPI dapat mengingatkan mereka yang lupa, membangunkan mereka yang tertidur, menyentakan mereka yang bingung, menyadarkan mereka yang mabuk dan menggugah mereka yang tidak perduli, agar mau bangkit bersama menegakan AMAR MA'RUF NAHI MUNKAR. Takbir !!!

JAKARTA,05 JULI 2016,Seiring gema takbir berkumandang menyerukan kemenangan idul fitri,seiring itu pula berhasilnya perjuangan aktivis KOBAR , AKBAR DAN AMJU membebaskan / menangguhkan penahanan aktivis muda Izfan Rahman dan Muhtadi di Polres Jakarta Utara pasca aksi penolakan kedatangan gubernur DKI jakarta dalam peresmian RPTRA di bandengan penjaringan jakrta utara 23 juni 2016 kemarin.

Penangguhan ini di komandoi oleh Bung Rijal ijal ( Ketua umum KOBAR dan AKBAR ),Bung Jamran ( Panglima Amju ) dan bung Beni Biki ( ketua Tim Advokasi ).

Penangguhan ini sudah sejak 24 juni 2016 kemarin di lakukan,dan membuahkan hasil pada malam takbir.prosesnya memang cukup alot dan harus melewati mediasi beberapa kali,tegas bung Rijal.

Ketua umum KOBAR itu juga berpesan agar aktivis muda tak patah semangat dan jangan pernah berhenti meneriakkan kebenaran,karna jika bukan amak muda yang bergerak,siapa lagi,tutup Ketua aliansi AKBAR ini.

JAKARTA-KOBAR.ID REALISASI BELANJA JAKARTA SANGAT RENDAH BAHKAN TERENDAH SE-INDONESIA  

Satu indikator “kegagalan” Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta, yakni realisasi belanja daerah (APBD) sangat rendah bahkan terendah se-Indonesia. Kinerja anggaran baik adalah kemampuan daya serap anggaran optimal. APBD harusmemberikan kontribusi positif thdp pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraanrakyat. Tetapi, kinerja anggaran Gubernur Ahok sejak berkuasa (2013 hingga 2016) sangat buruk.  
Untuk 2013 lihat saja Laporan BPK: banyak terindikasi penyalahgunaan wewenang. Padahal 2012 di bawah Era Foke, masih lebih baik dari 2013. Target Pendapatan Daerah saat penetapan APBD Perubahan 2012 sebesar Rp. 33,65 triliun (105,14 %). Artinya Foke mampu menaikkan capaian Rp. 1,73 triliun (5,14 %) dari ditetapkan.  Foke juga mampu mencapai realisasi PAD 107,39 % atau Rp. 22,00 triliun, melampaui target Rp. 1,52 triliun. 
Sepanjang 2013 di bawah Era Ahok, realisasi belanja daerah hanya 82,21  % dan realisasi pendapatan daerah hanya 96,83 %. Penyerapan belanja modal juga hanya 71,8%. Akibatnya, tingkat pertumbuhan ekonomi merosot; dan, daya beli rakyat terus menurun.  
Pada 2014 lebih buruk lagi. Target belanja daerah Rp. 65 triliun, realisasinya hanya Rp 43 triliun (66,80  %). Realisasi belanja daerah hanya 59,32 %. Rendahnya penyerapan ini, bukan karena tingginya efisiensi dilakukan, tapi lebih karena tak fokus rezim kekuasaan melaksanakan tugas diamanahkan dan dijanjikan. Lebih fokus pada kerja pencitraan ketimbang kerja nyata utk pembangunan menuju Jakarta Baru.  Kondisi ini diperkuat hasil audit BPK, memberi opini “Wajar Dengan Pengecualian” (WDP) atas pelaksanaan APBD  2013. Padahal sebelumnya Era Foke (2011 dan 2012) sudah mencapai Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). 
Sepanjang 2014 Ahok  telah mengembor-gemborkan kebijakan utk mencapai target pendapatan daerah, yakni : (1) Menyesuaikan dasar pengenaan pajak daerah;  (2) Melakukan penyesuaian tarif pajak daerah tertentu,; (3) Memperluas basis pajak masih dapat dilakukan dengan online; (4)  Sistem pajak daerah telah dilakukan sejak 2010 dengan 800 Wajib Pajak dan terus dikembangkan hingga 14.000 Wajib Pajak pada 2017. Semua kebijakan Ahok ini tidak mampu mencapai target pendapatan daerah telah direncanakan.  
Tambah buruk lagi kinerja  APBD 2015, legalitas pelaksanaannya hanya berdasar Pergub tanpa persetujuan DPRD  atau Perda.  Menurut LKPJ Gubernur DKI 2015,  PAD 2015 ditargetkan Rp. 56 triliun lebih. Realisasinya hanya Rp. 42 triliun lebih (78,52 %). Di lain  fihak, rencana belanja daerah Rp. 59 triliun lebih. Realisasinya hanya Rp. 43 triliun lebih (72 ,11%).  
Namun, versi lain menunjukkan, pendapatan daerah hanya tercapai 66,8 % atau Rp 43,4 triliun lebih. Target sebelumnya Rp 65 triliun lebih. Selain itu, belanja daerah hanya teraliasi 59,32 %.  Bahkan, jika belanja terealisasi 100 %  maka akan terdapat defisit anggaran Rp.20 triliun. Akibatnya, muncul penilaian:penyerapan belanja daerah  DKI Jakarta “terendah” se-Indonesia. Ahok dinilai gagal dalam mengelola keuangan daerah.  
Bagaimana 2016 ini ? Gubernur Ahok juga akan gagal ! Kemendagri menunjukkan, realisasi belanja daerah Provinsi di Indonesia hingga 31 Maret 2016 (triwulan I)rata-rata 8,3 %. Penyerapan anggaran tertinggi diraih Jatim 17,2 %, disusul Lampung 15,9 %, Sulut 15,2 %, Sumsel 15,1 % dan NTB 14,6 %.
DKI Jakarta? Menyedihkan !, Menurut Kemendagri, DKI masih nol %,  sama dengan 7 Provinsi lain: Kaltara, Papua Barat, Papua, NTT, Malut, Kepulauan Riau, dan Jambi.   
Penyerapan anggaran DKI sangat rendah bahkan terendah se-Indonesia, bukankarena “mentalitas” korupsi pejabat,  tapi lebih pada “kemalasan”. Bukan karena masalah administrasi atau kelembagaan, melainkan karena masalah “psikologis”,yakni para pejabat tinggi DKI malas untuk segera menyerap anggaran. Mengapa malas ?  Tentu sangat berkaitan sikap “konflik laten” pejabat tinggi terhadap Ahok. Para pejabat tinggi diam-diam memprotes atau membangkang terhadap Ahok sebagai Gubernur dan atasan mereka.  Ahok menciptakan ketidaksinerjian pejabat tinggi dengan dirinya dalam urusan pemerintahan dan rakyat DKI.  
Kesimpulan, sepanjang Ahok jadi Gubernur DKI realisasi belanja DKI sangat rendah bahkan terendah se-Indonesia. Akibatnya, APBD Era Ahok tidak punya kontribusi positif thdp pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat DKI. Bagi rakyat DKI, kegagalan Ahok dalam pengelolaan keuangan daerah ini, salah satu alasan mengapa Ahok tidak layak lanjut sebagai Gubernur DKI Jakarta. Jika Ahok lanjut, secara emperis dan historis, permasalahan pengangguran, kemiskinan, ketimpangan, pertumbuhan ekonomi, dan pengelolaan keuangan DKI  akan tetap tidak terpecahkan. Bahkan, bisa terus merosot! Oleh MUCHTAR EFFENDI HARAHAP (Ketua Dewan Pendiri NSEAS, Network for South East Asian Studies). Edisi 2 Juli 2016. Bila dinilai setuju kandungan tulisan ini, sila sebarluaskan ke publik. Trims.   

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget