BITUNG : MINORITAS MENEKAN MAYORITAS

Jakarta,09 juli 2016

Aksi teror terhadap umat Islam di Kota Bitung, Sulawesi Utara kembali terjadi. Salah satunya, yakni adanya larangan berkegiatan selama bulan Ramadhan.

Ketua panitia pembangunan Masjid As Syuhada di Kelurahan Girian Permai, Kecamatan Girian, Kota Bitung, Karmin Mayau mengungkapkan, larangan berkegiatan selama bulan Ramadhan justru berasal dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung.

"Kita kemarin, per tanggal 4 Juni SK wali kota keluar, yang mana dilarang melakukan kegiatan dan ibadah lagi di sekitar lokasi pembanguan masjid. Begitu juga mushala ditutup.

Ia menuturkan, dalam SK tetanggal 2 Juni 2016 tersebut, ada larangan melaksanakan shalat lima waktu di sekitar lokasi pembangunan masjid. Selain itu, mushala yang berada di daerah tersebut juga ditutup.

Ia mengungkapkan, alasan yang diterangkan surat tersebut, yakni untuk menjaga keamanan. "Padahan keamanan itu kan dari mereka (Pemkot Bitung) juga," ujar dia.

Kemudian, Karmin berujar, umat Islam setempat merespon SK tersebut, namun hingga saat ini belum ada balasan. Kendati mushala ditutup, ia menuturkan, untuk mengisi bulan Ramadhan umat Islam setempat tetap berkegiatan.

Yang sangat di sayangkan dalam situasi seperti ini adalah dimana pemerintah daerah yang seharuanya menjadi pihak pengaman bagi kerukunan antar umat beragama malah menjadi pelaku intervensi terhadap mayoritas negri ini.pemerintah seharusnya bisa menghentikan tindakan minoritas yang menekan mayoritas,bukan menjadi bagian dari pelaku dari tindakan dilarang oleh UU.
Sumber : Republika.co.id

Post a Comment

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget