Aslmkm wr wb
Salam sejahtera
Solidaritas Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Rohingya
Jakarta.Kobar.id
Hasil rapat konsolidasi aksi kemanusiaan genosida, Myanmar memutuskan untuk melakukan aksi di kedubes Myanmar. Bagi rekan2 mahasiswa, alumni dan simpatisan Jayabaya serta organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan serta kemasyarakatan diharapkan untuk berkumpul pada :
Hari / tgl : Jumat, 25Nov16
Tempat : kedubes Myanmar
Pukul : 13. 00 WIB
Agenda : *Aksi Kemanusiaan Genosida, Myanmar*
Titik kumpul di Masjid Cut Mutia, Menteng Raya. Pukul 10.00 WIB.
Shalat jumat bersama
Demikian seruan ini kami sampaikan. Harap hadir tepat waktu.
Silahkan menghubungi ;
Subhan Hadil
Andianto
Jimmy Yansen
Lendi Oktaviadi
Ibrahim Mansyur/ Bram
Titik kumpul di Masjid Cut Mutia, Menteng
Wslmkm wr wb
Turut Mengundang :
1. Bursah Zarnubi
2. H.MS Kaban
3. Sani A Irsan (FBR)
4. Rijal (KOBAR)
5. Nur Iswan
6. Bambang Susatyo
7. Chairul A Pane
8. Evrizal Anasrul
9. Said aldi alaydrus
10. Joko Edhi Abdurrahman
11.Iskandarsyah Anggi Siregar
Peserta Aksi Damai Solidaritas Peduli Rohingnya :
1. Mahasisa dan Alumni Jayabaya
2. Mahasiswa dan Alumni Unkris
3. KOBAR
4. AKBAR
5. BEM Se-Tanah Air
6. Gerak Api
7. MATJALI
8. ISARAH (Ikatan Sarjana Alwasliyah)
9. Ikatan Putra Putri Alwasliyah
10. GPII
11. Generasi Muda Penerus Perjuangan Kemerdekaan
12. Garda Pancasila Sakti
13. Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
14. HIMMAH ALWASLIYAH
15. Univ. Ibnu Chaldun
16.DPP BKPRMI
17.Komando Nasional BRIGADE BKPRMI.
18.REMPALA INDONESIA.
19.HIPMI Perguruan tinggi.
20. DPP Garuda Mas
21. Lima Nusa
22. Pemuda Bhinika
23. LAKRI
24. AMJU
25. GEMA PTDI
26. FBR
27.Univ.Nasional
PERNYATAAN SIKAP
“Gerakan Solidaritas Mahasiswa dan Masyarakat anti diskriminasi dan genosida Rohingya”
Etnis Rohingya adalah etnis minoritas yang memiliki sejarah sendiri, miskin dan beragama muslim di wilayah barat Myanmar. Berbeda dengan etnis Burma, rohingya adalah etnis dari kerajaan islam Arakan yang sudah berabad-berabad disana. 1784 kerajaan Arakan di invasi dan dijajah oleh kerajaan Burma.
Selama kurun waktu itu sampai Myanmar merdeka dari Inggris 1948 hingga sekarang kehidupan etnis ini penuh ketertindasan yang brutal. Etnis ini secara terus menerus menjadi objek pelanggaran HAM yang dilakukan oleh negara yang semestinya melindungi. Namun karena mereka tidak diakui sebagai warganegara perlindungan itu tidak ada. Diskriminasi yang luas dan dalam terus dialami mereka. Pengusiran, pembunuhan, penistaaan agama, dan perkosaan yang terbalut pemurnian etnis/ras karena terus dilakukan etnis Burma terhadap etnis Rohingya. Kejadian ini mengingatkan kita terhadap krisis di semenanjung Balkan.
Bahkan 2015 ketika Myanmar perlahan lepas dari rezim junta militer dan dipimpin oleh Aung San Su Kyi tokoh demokrasi penerima nobel perdamaian penindasan berbau SARA ini masih terus terjadi. Dalam setiap kesempatan publiknya tokoh ini tidak menunjukkan tekadnya sebagai peraih nobel perdamaian.
Negara-negara anggota ASEAN penandatangan declaration of human right PBB ini tidak dapat berbuat apa-apa untuk melawan kejahatan kemanusiaan oleh negara itu. Negara-negara anggota ASEAN itu menjadi bisu dan lumpuh karena terikat prinsip non intervensi urusan dalam negeri masing-masing. Prinsip ini masih terus diteguhkan dalam setiap KTT ASEAN. Negara-negara ASEAN diam karena tersandera prinsip non intervensi sementara rakyatnya dan LSM bergejolak karena terusik rasa kemanusiaannya.
Atas beberapa konsideran diatas dan solidaritas kemanusiaan maka kami menyampaikan tuntutan sebagai berikut:
1. Meminta kepada negara Myanmar untuk menghentikan praktik diskriminasi terhadap minoritas etnis rohingya yang dianggap sebagai pendatang karena diskriminasi adalah sumber pemecah belah bangsa.
2. Meminta kepada pemerintah Myanmar untuk menghentikan pembantaian etnis Rohingya.
3. Menuntut kepada PBB sebagai organisasi bangsa-bangsa yang komitmen menjaga HAM agar memberikan sanksi kepada Myanmar
4. Meminta kepada negara-negara dunia pembela HAM agar memberikan sanksi kepada Myanmar melalui jalur apapun karena telah melecehkan nilai-nilai kemanusiaan.
5. Meminta kepada Negara-negara pembela HAM agar melakukan humanitarian intervention dengan mengirim pasukan militer multilateral terhadap myanmar.
6. Meminta kepada negara-negara ASEAN agar mengeluarkan Myanmar dari keanggotaannya di ASEAN.
7. Menuntut kepada organisasi pemberi nobel agar segera mencabut penghargaan nobel demokrasi dan perdamaian Aung San Su Kyi karena sudah tidak layak lagi menerimanya.
8. Menuntut kepada Mahkamah Internasional agar mengadili dan menangkap presiden dan pimpinan militer myanmar yang terlibat dalam genosida etnis rohingya.
9. Menyerukan kepada masyarakat dunia agar menekan pemerintah negara masing-masing untuk mengucilkan myanmar dari pergaulan.
10. Meminta kepada Presiden RI untuk memutus hubungan diplomatik dengan Myanmar
SOLIDARITAS PEDULI ROHINGYA :
Mahasiswa dan Alumni Jayabaya - Mahasiswa dan Alumni Unkris – KOBAR – AKBAR – BEM Setanah Air – Gerak Api – Mat Jali – ISARAH – Ikatan Putra Putri Alwasliyah – GPII – Generasi Muda Penerus Perjuangan Kemerdekaan – Garda Pancasila Sakti – Universitas Negeri Jakarta – HIMMAH Alwasliyah – Universitas ibnu Chaldun – DPP Garuda Emas – Lima Nusa - Pemuda Bhinika - AMJU - LAKRI - Gema PTDI - FBR

Post a Comment