PRESS RELEASE
Menyikapi isi pemberitaan POSMETRO pada hari Kamis 10 November 2016 (http:/www.posmetro.info/2016/11/nelayan-jakarta-akhirnya-terima.html#comments)
PERNYATAAN SIKAP WARGA PRIBUMI LUAR BATANG & LASKAR KAMPUNG LUAR BATANG
Kami Warga Pribumi Kampung Luar Batang yang tergabung dalam Laskar yang selama ini berjuang dengan sekuat tenaga dengan ini menyampaikan 3 (tiga) PRINSIP DASAR PERJUANGAN kami sebagai berikut :
1). Laskar Kampung Luar Batang (secara spontan) dilahirkan/dibentuk oleh Warga Pribumi Kampung Luar Batang, sebagai bentuk perlawanan rakyat terhadap Gubernur Dzalim yang akan MENGGUSUR KAMPUNG LUAR BATANG, bagi masyarakat kami Kampung Luar Batang adalah KAMPUNG PUSAKA yang wajib dipertahankan serta dilestarikan keberadaannya, karena kami menempati kampung ini sudah turun temurun dan juga bila ditinjau latar belakang sejarahnya, Kampung Luar Batang sangat diyakini sudah ada sebelum abad ke 12 (masa kejayaan Pelabuhan Sunda Kalapa di era Kerajaan Hindu Sunda Pajajaran).
2). Laskar Kampung Luar Batang lahir untuk menjaga dan mempertahankan hak kepemilikan Warga dan menjaga kelestarian/keberadaan peninggalan Al Habib Husein Bin Abubakar Alaydrus (Sohibul Maqom Keramat Luar Batang, Sohibul Wilayah).
3). Laskar Kampung Luar Batang juga memiliki latar belakang sebagai Kampung Nelayan, sehingga secara pasti dan aktif turut berperan serta menjaga kelestarian ekosistem Pantai/laut Teluk Jakarta dengan bersama2 seluruh elemen Masyarakat MENOLAK PEMBANGUNAN PULAU2 REKLAMASI.
Berdasarkan 3 (tiga) prinsip dasar diatas maka selama ini Rakyat berjuang untuk menolak pembangunan pulau2 reklamasi karena yg kami ketahui selain merusak lingkungan hidup dan merusak ekosistem di atas pulau reklamasi tersebut akan dibangun ribuan unit kamar apartemen yg nantinya akan ditempati oleh pendatang dari CHINA dan etnis tertentu dengan MENGGUSUR Perkampungan-Perkampungan yang berada di pesisir Pantai Teluk Jakarta.
Tanggal 10 November 2016, Bapak Junaidi (Kang Juned) yang bertempat tinggal di Bonang Tangerang Banten, sebagaimana yang dimuat di POSMETRO. Com ( http://www.posmetro.info/2016/11/nelayan-jakarta-akhirnya-terima.html#comment) dinyatakan sebagai Tokoh Masyarakat/Pemuda Kampung Luar Batang dan Pak Nurdin Ketua Ormas FBR Luar Batang telah mengatasnamakan Warga "Menerima dan menyetujui Pulau Reklamasi dan menafikan keberadaan nelayan, mereka selama ini tidak pernah meminta pendapat Warga Pribumi dan Pendapat Anggota Laskar, apa yang telah dilakukan oleh mereka berdua sudah mengkhianati perjuangan Warga Pribumi dan Laskar Kampung Luar Batang dalam melawan Pemimpin yang tirani, karena mereka tidak bisa dan tidak boleh mengatasnamakan warga Kampung Luar Batang dalam menyikapi/mendukung Pulau Reklamasi serta menafikan/mengingkari keberadaan Nelayan di teluk Jakarta
Menyikapi Pemberitaan POSMETRO diatas (http://www.posmetro.info/2016/11/nelayan-jakarta-akhirnya-terima.html#comments), maka dengan ini kami Warga PRIBUMI Kampung Luar Batang dan Laskar Kampung Luar Batang menyatakan sikap sebagai berikut :
1. Kami Warga Pribumi dan Laskar Kampung Luar Batang tetap MENOLAK Pulau2 Reklamasi sesuai dengan perjuangan kita selama ini bersama AMJU.
2. Kami menolak pernyataan dengan mengatas namakan diri sebagai Tokoh Pemuda Kampung Luar Batang yang mendukung Reklamasi, karena bertentangan dengan prinsip perjuangan kami dan kami merasa Perjuangan Rakyat telah dikhianati dengan Pernyataan diatas.
3. Kami juga mempertanyakan keberadaan FBR Korwil Jakarta Utara yang diresmikan pada Tgl. 6 November 2016 di Kampung Luar Batang dibawah Pimpinan Pak Daeng Nurdin, dimana sepengetahuan kami FBR Korwil Jakarta Utara sudah terlebih dahulu ada dibawah kepemimpinan Ibu Hj. Yusriah Dzinun, kami sangat khawatir ini hanya akan menimbulkan dualisme dan bisa melahirkan pertentangan dimasyarakat terutama saat ini mereka mengatasnamakan FBR/Pemuda Luar Batang terkait dengan dukungan terhadap Pulau Reklamasi.
Jakarta,
Jumat 11 Safar 1438 H / 11 Nopember 2016 M.
Wassalam
- Warga Pribumi Kampung Luar Batang
- Laskar Kampung Luar Batang

Post a Comment