September 2016

Bukan Pesta demokrasi kalau costnya rendah. Konon Pemilukada cluster II menghabiskan biaya penyelenggaraan sekitar 4,16 T yg terdiri dari 1,58 T untuk 7 Propinsi, 2,2 T untuk 76 Kabupaten & 370,27 M untuk 18 Kota.

Ini belum termasuk biaya yang dikeluarkan oleh masing-masing Paslon, baik itu yang bersumber dari pribadi masing-masing Paslon, dari Pemodal, dari pendukung & simpatisan.

Kita juga tau bahwa setiap Parpol memiliki Visi, Misi & tujuan yang telah tertuang dalam AD-ART nya. Nah, Semestinya pertimbangan utamanya ketika memilih & menetapkan Kandidat yang akan diusungnya, mesti memilih personal yang telah terintegrasi dengan Visi-Misi Partainya. Namun faktanya, transaksi komitmen & transaksi material menjadi permainan dibelakang layar yang sangat menentukan, berikut popularitas/elaktibilitas calon sebagai perekatnya.

Faktanya juga, selama ini Parpol-parpol nyaris tak pernah melakukan pendidikan politik kepada masyarakat, sehingga masyarakat memiliki konpotensi untuk menentukan haluan politiknya. Yang penting secara struktural & lini telah memenuhi standar adminitrasi, artinya asal ada pengurus disetiap lini & struktur.

Realitas itu secara tidak langsung namun tegas mengisaratkan kepada kita, bahwa sejatinya keberadaan Parpol dinegri ini -  hanyalah sebuah instrumen bagi para koorporat, Kartel atau sejenisnya - untuk menancapkan kepentinganya secara tidak langsung, namun hasilnya berdampak langsung & memuaskan.

Contoh kasus, Jika Benar For DKI-1 merupakan instrumen Aseng & Asing dalam merebut posisi kunci strategis, maka bisa dipastikan - biayanya non limit - tanpa batas yang penting menang. Karena sejatinya bukan pertarugan 3A, tapi pertarungan antar komunitas negri Tirai bambu & Negri PamanSam. Nuansa idealogis yang terintegrasi dengan kepentingan dalam tanda petik "Bisnis", adalah alasan untuk menetapkan biaya For DKI-1 non limit.

Jadi wajarlah jika angka Gloput bukan saja berasal dari masyarakat yang apatis & sudah Muak, tapi justru berasal juga dari kaum intelek - akademis karena kesadaran rasionalnya. Bahkan kesadaran itu banyak yang terintegrasi dengan kesadaran keyakinannya.

DAN APAKAH KITA MASIH BISA BERHARAP DARI PEMIMPIN HASIL DEMOKRASI...??????? || k3n

Oleh : POROS DJAKARTA

Jakarta,20 September 2016. Indonesia saat ini yang dipimpin oleh Presiden JOKOWI melalui Kabinet Kerja , tidak pernah berhenti Membuat GADUH , hal ini karena leadership dari seorang kepala negara terlalu Lemah , karena seringkali kita (Masyarakat) seakan - akan dibuat bingung oleh kegaduhan tersebut .

Setiap kebijakan yang diputuskan oleh kepala negara seringkali berakhir dengan polemik , dan tidak jarang pula keputusan kepala negara kontra diktif dengan Menteri .

Akhir - akhir ini yang menjadi tranding Topic adalah Tentang keputusan MenKo Bidang Kemaritiman,Luhut Binsar Pandjaitan , keputusan Luhut unyuk melanjutkan Reklamasi Pulau G,jelas sekali dalam hal ini,MenKo kemaritiman telah Melanggar KONSTITUSI .

Dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 1 ayat (3) yang Berbunyi : "Negara Indonesia Adalah Negara Hukum."
secara tidak sadar MenKo Bidang kemaritiman  sudah melanggar Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Nomor 193/G/LH/2015/PTUN-JKT (Tanggal 31 Mei 2016),dan Undang-Undang RI no 39 Tahun 2008 tentang Kementrian Negara .

Bukankah persyaratan menjadi Seorang Menteri adalah setia Pada Pancasila sebagai dasar negara  dan Konstitusi ???
Dalam konsep Trias POLITICA,Tupoksi Eksekutif Adalah pelaksana Undang-Undang ???

seharusnya sebelum Menjadi Seorang Menteri,setiap Calon Menteri memahami secara Integral tentang Tupoksi dan Tugas yang diamanahkan,agar kredibilitas seorang menteri tersebut tidak diragukan,dalam keputusannya Menko bidang Kemaritiman ,Luhut Binsar Pandjaitan Inkonstitusional,bahkan telah melakukan Penghinaan terhadap Pengadilan.

sebelumnya Presiden Jokowi pada akhir bulan April lalu telah menginstruksikan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasioanal (BAPPENAS) Untuk mengintegrasikan perencanaan terkait Proyek Reklamasi Teluk Jkarta dan pengembangan terpadu Pesisir ibukota Negara,dan Presiden Jokowi menegaskan tidak boleh ada pelanggaran dari aturan yang berlaku sehingga harus ada sinkronisasi disemua kementrian dan lembaga agar tidak ada persoalan hukum nantinya .

padahal menurut Kepala BAPPENAS Bambang Brodjonegoro menyatakan bahwa Kajian proyek pengembangan Terpadu pesisir Ibukota Negara akan selesai pada oktober 2016.

Apabila kita melihat kedua keputusan pejabat negara interpretasinya jelas sangat Kontradiktif . muatan Politis dan kepentingan Kapitalis terkait Reklamasi PULAI G sangat Masive hegemoninya.

Secara Struktur Hirarki,Menteri kedudukannya dibawah Presiden,akan tetapi sepertinya terbalik,dalam Hal Proyek Reklamasi,kedudukan Jabatan  Menteri terkesan lebih tinggi dari jabatan Presiden,Menko Bidang Kemaritiman Skeptis Terhadap Pimpinannya (Presiden).||k3n

Di tulis oleh : Arief Syaifuddin

Jakarta-kobar.id Gubernur DKI Jakarta Ahok ternyata gagal urus pengelolaan dan perlindungan asset Pemprov DKI. Kualitas pengelolaan dan perlindungan asset Pemprov DKI “rendah”. Banyak asset beralih tangan ke pihak swasta. Pemprov DKI acap kali mengalami kekalahan pada persidangan untuk masalah perolehan aset. Permasalahan asset di Ibukota seakan tidak ada habisnya. Banyak asset tercatat sebagai milik DKI tetapi digunakan atau dikuasai pihak lain. BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah) Jakarta memastikan saat ini Pemprov DKI memiliki asset berupa tanah, gedung dan benda bergerak senilai Rp. 4.000 triliun. Dari jumlah tersebut, tercatat nilai asset status bermasalah Rp. 30 triliun. Asset bermasalah dimaksud mayoritas berupa lahan berstatus “digugat”, dimanfaatkan atau secara sengaja diambil oleh oknum tertentu. Ahok sendiri hanya bisa menyalahkan fihak lain. Tuding BPKAD terlibat kasus lahan DKI. Bahkan mengeluarkan ancaman akan memecat para Walikota tidak memiliki nyali untuk menjalankan perintahnya. Mengacu Perda No. 2 Thn 2012 ttg Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi DKI Jakarta 2013-2017, ada program pengelolaan dan penataan asset daerah. Indikator akan dicapai al: (1) Meningkatnya jumlah gedung/bangunan dan asset bergerak lain diasuransikan; (2) Meningkatnya jumlah perolehan dan hasil pengelolaan asset daerah. Indikator kinerja penanganan pertanahan dan asset al.: jumlah penanganan pertanahan dan asset Pemerintah sercara internal (terselenggaranya mediasi sengketa pertanahan dan asset di luar pengadilan). Perda No.2 Tahun 2012 menunjukkan kondisi 2012 telah tercapai penangan 250 sengketa. Kemudian untuk 2013, 2014, 2015, 2016, dan 2017 ditargetkan penanganan masing2 250 sengketa. Selama 2013-2017 total target penanganan 1500 sengketa. Berhasilkah Ahok mencapai target ? Ternyata, TIDAK ? Ahok gagal. Inilah data, fakta dan angka kegagalan Ahok dimaksud. Data BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) tahun 2014 menunjukkan, banyak aset milik DKI telah berpindah ke tangan fihak swasta. Nilanya mencapai Rp.259,05 miliar. Perpindahan aset ini terjadi setelah DKI kalah gugatan di pengadilan. Di lain fihak, data dihimpun Bisnis menunjukkan, pada 2014 terdapat 35 bidang tanah seluas 1.538.972 meter persegi milik DKI dengan nilai Rp.7,976 triliun digugat oleh pihak swasta. Dari jumlah tersebut, 11 bidang tanah sudah dimenangkan pihak swasta. Total aset berpindah kepada pihak swasta ini mencapai Rp. 259 miliar. Selanjutnya BPK pada 2015 melaporkan, Pemprov DKI dinyatakan tidak dapat memelihara aset daerah. Manajemen aset DKI masih menunjukkan adanya kelemahan dalam pengelolaan. Kelemahan tersebut di antaranya: tanah dan bangunan milik DKI seluas 2,72 juta M2. Aset ini masih dalam sengketa/dikuasai/dijual pihak lain. Hal ini mengakibatkan adanya potensi kehilangan aset tanah atau bangunan senilai Rp 8,11 triliun. Bahkan pengelolaan rumah susun (Rusun) sebagai solusi penggusuran juga tidak sesuai harapan. BPK menilai langkah tersebut belum sepenuhnya efektif dalam menunjang penataan kota serta pengelolaan aset, termasuk di daerah pinggiran Jakarta. (Merdeka.com, Oktober 2015). Hasil audit BPK mencakup 70 temuan terkait permasalahan asset senilai kurang lebih Rp. 495 miliyar. Salah satu kasus, yakni transaksi pengadaan lahan proyek Rusun Cengkareng. Banyak kejanggalan dalam temuan tersebut. BPK menemukan Pemprov membeli tanah senilai Rp. 648 miliar dari Toeti Noezlar Soekarno, mengaku memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM). Setelah ditelisik ternyata tanah tersebut milik Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) DKI. Proses ini aneh. Bagaimana bisa terjadi Ahok sampai tidak mengetahui, tanah dibeli merupakan asset DKI. Tidak hanya itu, tanah seluas 4,6 Hektar itu juga terbukti memiliki rekam jejak bermasalah. Bukan hanya dimiliki SHMnya oleh Toeti, namun juga pernah digugat oleh PT. Sinar Ganda milik DL. Sitorus. Pada 2012 Mahkamah Agung mengeluarkan putusan menolak gugatan PT. Sinar Ganda terhadap Dinas KPKP. Kasus ini menyebabkan Ahok diperiksa Bareskim Polri beberap jam sebagai saksi. Kasus lain adalah pembelian tanah Rumah Sakit Sumber Waras (RSSW). Diperkirakan telah terjadi pengelembungan NJOP sehingga merugikaan negaar sekitar Rp. 181 miliar. Ada dugaan tindak pidana korupsi. Bahkan, dinilai tanah dibeli Pemprov DKI itu adalah tanah negara. Dalam arti, Pemprov DKI membeli asset milik sendiri. Diduga Ahok terlibat dalam tindak pidana korupsi ini. Kasus berikutnya adalah lahan Taman BMW di Tanjung Priok. Kasus ini berkepanjangan dan bergulir lama di pengadilan karena adanya gugatan ke pengadilan. Diduga Ahok juga terlibat untuk memihak kepentingan Pengembang Podomoro sebagai fihak bersengketa. Rendahnya kualitas dan lemahnya pengelolaan dan perlindungan asset ini juga diakui DPRD DKI. Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi melayangkan kritik, buruknya pengelolaan/manajemen asset milik DKI selama ini. Untuk membantu Pemprov DKI dalam melakukan pengelolaan dan perlindungan asset lebih baik, DPRD membentuk panitia kerja (Panja). Tugas Panja akan menelusuri indikasi adanya kerugian negara. Salah satu fokus Panja akan mengungkap permaslahan asset DKI. Dari fihak Pemprov sendiri mengakui rendahnya dan melahnya pengelolaan dan perlindungan asset ini. Sebagai contoh, BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah) mengungkapkan ada 2.800 dari 5.800an bidang tanah belum bersertifikat. Beragam alasan diajukan, di antaranya: 1). Soal dokumen, 2). Soal pencatatan; 3). Pemanfaatan lahan tidak maksimal; 4). Soal pengamanan; 5). Sulitnya mengelola asset terpusat; 6). Penghapusan Biro Perlengkapan dan Badan Perlengkapan kemudian dilebur ke dalam BPKAD; 6). Instansi di Pemprov DKI lebih suka pengadaan lahan baru ketimbang memanfaatkan lahan yang ada. Target penangan sengketa diharapkan tercapai 2013 (250 sengketa), 2014 (250 sengketa), 2015 (250 sengketa), dan bahkan 2016 (250 sengketa) tidak tercapai. Untuk 2016 saja, Ahok baru fokus pada “pendataan” semua asset DKI selama ini banyak terbengkalai. Kesimpulan, dari urusan pengelolaan dan perlindungan asset DKI selama ini, Ahok gagal mencapai target. Ahok gagal kelola dan lindungi asset DKI. Hal ini dapat menjadi salah satu, bukan satu-satunya, alasan mengapa Ahok tidak layak lanjut sebagai Gubernur DKI. Jika terus menjadi Gubernur, bisa jadi, kasus pembelian asset milik sendiri akan terus berlangsung sembari mengorbankan kepentingan negara dan rakyat DKI. Sebaliknya, di bawah Ahok sengketa tanah milik DKI terus kalah di pengadilan, sembari mengutamakan kepentingan pengembang atau korporasi sebagai prilaku "Korupsi Sandera Negara" suatu tindak pidana korupsi melibatkan korporet, penguasa eksekutif, legislatif, yudikatif, lawyer, media massa, bahkan LSM. Mereka bekerjasama menerbitkan kebijakan maupun regulasi sehingga negara dirugikan. Oleh MUCHTAR EFFENDI HARAHAP (NSEAS, Network for South East Asian Studies).

Jakarta-kobar.id

LAGI2 KAMBING HITAM DAN LEMPAR KESALAHAN PADA ANAK BUAH

Sudah tdk terhitung berapa kali Ahok mengkambinghitam kan dan menyalahkan anak buah untuk menutupi ketidak-mampuannya mengelola Jakarta. Kali ini dia menyampaikan keluhannya melalui "Detik", Selasa 9 Agustus 2016 dg judul "Ada yg Sengaja Gagalkan Anggaran". Ahok mengatakan bahwa "ada beberapa orang di Dinas Tata Air sengaja menghambat pekerjaan supaya penyerapan anggaran kecil, penyimpangan anggaran seperti itu adalah kesengajaan, tujuannya agar kinerja Ahok tercitra tdk baik jelang Pilgub 2017, akhirnya orang tak tertarik memilih Ahok". Selanjutnya Ahok mengatakan bahwa "kelambatan penyerapan anggaran itu terjadi di Dinas Tata Air dan Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) DKI, akibatnya belanja anggaran tidak terealisasi, memang ini BPPBJ kami bermasalah, pengadaan barang & jasa total ngaco tapi halus mainnya". Apakah benar demikian ? Info dari salah satu Pejabat di Dinas Tata Air (tdk mau disebutkan namanya) tidak benar apa yg dikatakan oleh Ahok tsb, "tidak ada PNS apalagi pejabat di Dinas Tata Air yg sengaja menghambat penyerapan anggaran, sampai Agustus ini penyerapan anggaran Dinas Tata Air memang masih rendah, tetapi rendahnya penyerapan anggaran tsb dikarenakan bbrp proyek belum selesai lelang di BPPBJ, begitu lelang selesai segera pekerjaan proyek bisa dilaksanakan dan penyerapan anggaran pasti akan naik", demikian keterangan dari salah satu Pejabat Dinas Tata Air Provinsi DKI Jakarta. Sementara itu informasi yg didapat dari BPPBJ DKI Jakarta "bahwa lelang pengadaan barang & jasa memang masih dalam proses, krn ada bbrp pekerjaan harus dilakukan konsolidasi lelang (penggabungan bbrp paket kegiatan), konsolidasi lelang ini sebenarnya atas petunjuk Ahok sendiri dg tujuan agar pemenang lelang diharapkan rekanan besar atau dari BUMN dan bukan rekanan abal2, proses ini memerlukan waktu, tetapi bukan faktor kesengajaan utk memperlambat penyerapan anggaran, apalagi bermaksud utk mencitrakan Ahok negatif, tidak sama sekali". Apakah Ahok tidak tahu hal ini ? Ahok pasti tahu persoalan ini, tetapi Ahok sengaja melemparkan persoalan ini jauh2 hari, karena dia sdh memprediksi bhw penyerapan anggaran tahun 2016 ini juga tdk jauh berbeda dg tahun2 sebelumnya yg masih sangat rendah. Nanti di akhir tahun anggaran 2016 Ahok tinggal melemparkan kesalahan rendahnya penyerapan anggaran ini kepada anak buahnya. Ahok sengaja melakukan pra kondisi se-olah2 ada anak buahnya mau "ngerjain dia". Ini dilakukan Ahok sebagai persiapan nantinya dia melakukan pembelaan diri bhw penyerapan APBD DKI Th 2016 juga rendah adalah kesalahan anak buahnya, ini jelas Ahok sangst "culas". Tetapi Ahok lupa bahwa kinerja anak buahnya juga menjadi tanggungjawabnya sebagai pimpinan, anak buah tidak beres karena pimpinan tdk "becus" memimpin. Lagi pula sesungguhnya Ahok sangat tdk masuk akal jika dia mencurigai anak buahnya akan "mengerjai" dia, karena bukankah pejabat-pejabat DKI saat ini (termasuk Dinas Tata Air dan BPPBJ) adalah orang yg dia pilih sendiri, setelah beberapa kali dia melakukan bongkar pasang? Bahkan semua pejabat baik ess 2, 3, dan ess 4 Pemprov DKI Jakarta tidak akan dilantik jika tidak disaring terlebih dahulu oleh Tim Gub (MS dkk), yg kemudian satu per satu diteliti lagi dan ditandatangani oleh Ahok sendiri. Jelas bhw para pejabat di Pemprov DKI Jakarta saatbini adalah orang2 pilihannya sendiri; jadi tdk beralasan jika Ahok mencurigai orang pilihannya sendiri. Memang Ahok sangat pandai memutarbalikan kata, dan selalu anak buah yg dikambinghitamkan kasihan.....(Bank Data NSEAS)

Jakarta,12 September 2016.Menanggapi isu yang beredar mengenai sapi qurban yang di sumbangkan oleh gubernur DKI Jakarta kepada warga luar batang di bantah tegas oleh Mansur Amin selaku sekretaris DKM Masjid Keramat Luar Batang.

Mansur menjelaskan bahwa saat sapi datang ke masjid,itu di terima oleh habib umar yang beliau adalah salah seorang pengurus makam keramat,dan penerimaan itu tanpa sepengetahuan oleh pengurus DKM ( Dewan Kepengurusan Masjid ).

Sesaat setelah pengurus masjid mendapat informasi bahwa ada sapi sumbangan dari pemda masuk,maka pengurus masjid langsung memeriksa ke lokasi.Ketika pengurus melihat bahwa di badan sapi tertulis nama Basuki TP,maka pemgurus langsung bersikap tegas agar sapi di bawa kembali kepada si pengirim,mengenai pengalihan lokasi kami tidak tau menau sama sekali,pungkas Mansur.

Mengenai bukti tanda terima yang beredar,itu memang benar ada dan bukan penguris masjid yang menerima,tapi pengurus makam,dan itu tanpa sepengetahuan pihak pengurus masjid,karna pengurus makam bukan warga asli warga luar batang,tandasnya.

Mansur juga meminta kepada pihak detik.com untuk mengklarifikasi berita yang memberitakan bahwa pengurus masjid menerima sapi sumbangan dari gubernur petahana itu.Mansur memberi waktu kepada detik.com 2 x 24 jam untuk mengklarifikasi dan meminta maaf kepada pihak pengurus masjid,tutup mansur,jika pihak Detik.com tidak bisa memenuhi permintaan pengurus masjid,maka pihak DKM Masjid Luar batang akan menempuh jalur hukum,tutup sekretaris DKM luar batang itu .|| k3n

Jakarta ,11 September 2016.Sore tadi sekitar pukul 17.30 wib Basuki Tjahya Purnama mengirim 2 ( dua ) ekor sapi qurban untuk di sumbangkan kepada mesjid keramat luar batang,jakarta utara.

Sekretaris DKM masjid luar batang mansur amin mengatakan bahwa tidak semudah apa yang ada di pikiran ahok untuk menyumbangkan hewan qurban,islam punya syarat dan ketentuan yang harus di jalankan.

Selain itu mansur juga mengatakan bahwa selama ini gubernur DKI Jakarta telah banyak menyakiti hati dan mendzolimi masyarakat DKI Jakarta,baik itu berupa kebijakan maupun ucapan kotor yang sering di lontarkan oleh gubernur DKI itu.

Jangan berfikiran kalau masyarakat bisa di rayu atau di bujuk hanya dengan sumbangan sapi.Masyarakat punya harga diri yang tak bisa di hargai dengan uang atau barang,tandasnya.

Mansur juga menjelaskan bahwa ia menangkap tanda bahwa apa yang di lakukan oleh ahok ini adalah di anggap salah satu cara kampanye yang terselubung guna mencari simpati dan suara.

Masyarakat jakarta umumnya serta masyarakat luar batang khusunya menolak tegas pemberian hewan qurban oleh ahok.tegas mansur || k3n

Jakarta 12 September 2016.Tindak tanduk Pemerintahan Pokok-e Jokowi benar benar membahayakan kehidupan bangsa, tapi  aneh mengapa dibiarkan? Ada beberapa hal yang nyata nyata membahayakan kehidupan bangsa dan negara saat ini yang merupakan kebijakan langsung pemerintahan Jokowi:

1. Menghapus batas batas negara baik bidang ekonomi maupun politik. (a) Di bidang investasi Jokowi menghilangkan seluruh kebijakan yang sifatnya melindungi ekonomi, industri nasional dan usaha usaha nasional. Jokowi telah menyerahkan seluruh sektor ekonomi strategis dan sektor penting melalui PERPRES tentang daftar negatif investasi (DNI). Hanya tinggal selokan yang tidak diserahkan penguasaanya kepada asing. (b) Di bidang perdagangan Jokowi telah membuka seluruh ekonomi nasional bagi barang barang impor, sudah tidak ada lagi sektor yang dibatasi impornya. (c) di bidang kependudukan Jokowi telah membuka peluang asing memiliki hak milik atas tanah dan property, memberlakukan bebas visa, dan bahkan akan memberlakukan kewarganegaraan ganda. Ditangan Jokowi Indonesia merupakan rimba belantara dimana yang kuat memakan yang lemah dan negara kuat memangsa Indonesia bulat bulat.

2. Menggadaikan negara dan aset-aset negara bulat bulat dengan cara (a) Menumpuk utang pemerintah secara ugal ugalan untuk mengejar ambisi bagi bagi proyek kepada lingkaran oligarki kekuasaan dengan cara sengaja merancang anggaran yang sangat ambisius agar memiliki kesempatan untuk mengambil utang yang besar. (b) Tidak hanya utang pemerintah, badan usaha milik negara (BUMN) juga dikerahkan untuk mengambil utang luar negeri secara ugal ugalan.  Padahal sekarang ekonomi melemah, Penerimaan pajak melemah, bumn menjelang bangkrut. Bagaimana mungkin dipaksa utang besar untuk memuaskan nafsu pemerintah. Kebijakan menumpuk utang pemerintahan Jokowi adalah pola untuk menyerahkan bulat bulat anggaran pemerintah dan BUMN dalam cengkeranan asing.

3.Jokowi menjalankan kebijakan penghancuran ekonomi rakyat caranya: (a) menggunakan dana pajak untuk mensubsidi BUMN melalui penyertaan modal negara (PMN). Dana PMN digunakan untuk membiayai swasta melalui kerjasama BUMN dengan swasta atau perusahaan perusahaan milik penguasa dan asing.  selanjutnya BUMN melakukan bisnis komersial kepada rakyat. Semua BUMN menjual produk produk yang mereka hasilkan pada harga mahal untuk menutup biaya investasi, bunga utang, dll. Pendapatan dam daya beli rakyat dikuras dengan harga tol tinggi, ongkos transportasi tinggi, harga energi tinggi. (b) disaat rakyat sudah sekarat, segala bentuk subsidi untuk rakyat dicabut, subsidi listrik dicabut, subsidi pertanian, pendidikan, kesehatan dicabut. Dalam sebuah iklan perusahaan asuransi di KRL JABODETABEK dikatakan bahwa 75 % pendapatan orang indonesia habis untuk biaya kesehatan. Sementara biaya pendidikan dari usia dini sampai universitas telah membumbung tinggi hingga angkasa luar. Ditangan Jokowi penderitaan rakyat akibat mahalnya kebutuhan dasar dan kebutuhan pokok sudah sempurna..

Padahal Jokowi hanyalah presiden yang dipilih separuh lebih sedikit jumlah pemilih atau hanya sebagian kecil dari warga negara Indonesia. Dia Jokowi dipilih karena janjinya yang sebagian besar sudah diingkarinya. Mengapa dia dibiarkan secepat cahaya mengobral negara ini kepada asing, menghancurkan daya produktifitas rakyat supaya mudah dikuasai asing. Ini adalah sebuah kebodohan yang nyata!

Jakarta,11 September 2016.Pemilukada DKI yang akan di laksanakan februari 2017 mendatang menghadirkan berbagai suasana politik di wilayah jakarta.

Mukai dari sikap gubernur DKI yang mebolak untuk cuti sampai penolakan warga atas kedatangan gubernur di berbagai wilayah jakarta.

Berbeda halnya dengan Yusril,bakal calon yang satu ini bisa dengar namanya di berbagai kalangan masyarakat,mulai dari kalangan elit politik sampai kalangan masyarakat menengah kebawah.

Tokoh ini dikenal masyarakat sebagai tokoh yang melakukan perlawanan terhadap gubernur petahana karna menggunakan jabatan untuk menguntungkan pihak pengembang.

Sama halnya hari ini 11 september 2016 pukul 14.30 wib,masyarakat berkumpul di GOR badminton cempaka putih untuk menyatukan suara  dukung yusril demi kembalikan jakarta ke tangan masyarakat jakarta asli..

Menurut Mansur Amin salah satu Tim Duta Yusril mengatajan bahwa apa yang mereka lakukan saat ini adalah semata mata demi kemaslahatan masyarakat jakarta,jadi hanya yusril yang mampu mengalahkan ahok baik dari sisi manapun,tandas nya.||k3n

Jakarta,10 September 2016.Cukup sudah rakyat jakarta harus menanggung hantaman banjir,macet, sumpek, gas polusi,  dipimpin oleh penguasa arogan, memaki dan menyakiti hati rakyat kecil. Derita, airmata luka penggusuran tak manusiawi. kini rakyat jakarta kehilangan rasa amannya, kekhawatiran akan masa depan mereka karena hak-hak asasi yang terus ditindas, intimidasi, dan terancam terusir dari tanahnya.

Beni Pramula seorang Ketua pemuda islam Asia Afrika mengatakan bahwa Yusril izha mahendra adalah pilihan tepat bagi jakarta yang dilahirkan dari sejarah bangsa yang merasakan dan turut andil melalui tahapan tahapan perubahan negeri ini, yusril izha mahendra adalah pemimpin yang lahir dari akar kepedihan rakyat yang saat ini tengah terpenjara oleh kepentingan kepenting pemimpin yang zalim, penggusuran terjadi dimana mana merampas hak rakyat yang semakin menjerit di ibu kota ini, maka sudah tentu ibu kota ini harus memliki pemimpin perubahan yang berkarakter, ramah, pengasih, mengayomi, bermartabat, cerdas dan berhati nurani. Pemimpin yang mencintai dan dicintai oleh rakyatnya.

Selain itu Rijal Ijal ketua umum Komando Barisan Rakyat menyatakan bahwa kita harus realistis melihat siapa kandidat yang melakukan perlawanan terhadap kebringasan dan keganasan Ahok sebagai gubernur DKI Jakarta,maka itulah kandidat yang pantas memimpin DKI Jakarta.

Jakarta butuh calon pemimpin yang memang benar benar turun langsung menolong masyarakat,seperti yang di lihat saat ini hanya Yusril Ihza Mahendra yang melakukan itu,beliau melawan melalui jalur jalur hukum,tandas mantan ketua Pemenangan SBY saat pilpres 2 periode itu.

Di lain sisi Yusril Ihza Mahendra menyatakan bahwa beliau siap dan sudah deal untuk turun di pilgub 2017 nanti.kita adalah ibukota negara,tapi kenapa masih banyak masyarakat miskin dan tergusur.Hal yang paling menyedihkan adalah penggusuran di lakukan oleh pemerintah daerah dan tanpa menggunakan prikemanusiaan.seharusnya pemerintah harus belajar UUD 45 pasal 28 tentang warga negara berhak mendapat pekerjaan dan penghidupan yang layak.selain itu pemerintah daerah DKI juga harus mempelajari apa arti dari pasal 34 UUD 45 bahwa fakir miskin dan anak terlantar di plihara oleh negara,jadi bukan di tindak seenaknya,pungkas pakar hukum tata negara itu. || k3n

Jakarta-Kobar.id
Jakarta Merupakan Miniatur Indonesia. Melihat indonesia lihatlah Jakarta dan memperbaiki Indonesia perbaikilah Jakarta. Jakarta adalah Pusat pemerintahan dan merupakan ibu kota Negara tempat Jutaan Rakyat menyimpan sejuta harapan tentang indonesia yang lebih baik, jakarta adalah tolak ukur penilaian sejauh mana bangsa indonesia merdeka, berdaulat, bermartabat, adil dan makmur.

Numun ironi yang terjadi hari ini jauh panggang dari api. Kesenjangan antara yang kaya dan miskin makin melebar, hukum tajam kebawah dan tumpul keatas. Kekuasaan yang sekarang justru ultra liberal, persatuan dan kesatuan terkoyak oleh pemimpin arogan, bahkan belakangan ini kekuasaan menempatkan rakyat sebagai musuhnya. Betapa banyak harta, air mata, darah dan tangis rakyat tumpah akibat penggusuran yang tidak manusiawi. Pemerataan ekonomi yang hanya dinikmati oleh segelintir orang. Pengelolaan dan pembangunan kota di kuasai oleh kepentingan asing dan para cukong dan pemilik modal belaka, ibu kota yang seharus nya di tempati dan dikelola oleh anak negeri sendiri, justru kini bak terusir dari tanah leluhurnya sendiri dan justru menjadi tempat yang nyaman untuk si asing yang tidak lagi memiliki tempat di negara nya yang mulai terus menggerus kekayaan bangsa dengan mengusai ibu kota sebagai pusat politik bangsa, tidak ada lagi alasan yang mampu menahan pemuda dan mahasiswa untuk tidak bergerak dan turun tangan bersama rakyat merebut kembali miliknya yang dirampas oleh tangan-tangan Penjajah gaya baru.

Cukup sudah rakyat jakarta harus menanggung hantaman banjir,macet, sumpek, gas polusi,  dipimpin oleh penguasa arogan, memaki dan menyakiti hati rakyat kecil. Derita, airmata luka penggusuran tak manusiawi. kini rakyat jakarta kehilangan rasa amannya, kekhawatiran akan masa depan mereka karena hak-hak asasi yang terus ditindas, intimidasi, dan terancam terusir dari tanahnya.

Yusril izha mahendra adalah pilihan tepat bagi jakarta yang dilahirkan dari sejarah bangsa yang merasakan dan turut andil melalui tahapan tahapan perubahan negeri ini, yusril izha mahendra adalah pemimpin yang lahir dari akar kepedihan rakyat yang saat ini tengah terpenjara oleh kepentingan kepenting pemimpin yang zalim, penggusuran terjadi dimana mana merampas hak rakyat yang semakin menjerit di ibu kota ini, maka sudah tentu ibu kota ini harus memliki pemimpin perubahan yang berkarakter, ramah, pengasih, mengayomi, bermartabat, cerdas dan berhati nurani. Pemimpin yang mencintai dan dicintai oleh rakyatnya.

Maka pada hari ini. Kami dari Perwakilan Senad mahasiswa/BEM, pemuda dan pelajar dari berbagai latar belakang Universitas/perguruan tinggi, organisasi kepemudaan bersama masyarakat Se DKI Jakarta. Berhimpun, bersatu mengatas namakan relawan GARDA MUDA JAYAKARTA for YUSRIL menyuarakan dukungan untuk yusril izha mahendara turut serta bertarung dan memimpin ibu kota menjadi lebih baik.
Perubahan bangsa ini harus di mulai dari pusat pemerintahan nya dimana pusat pemerintahan akan menjadi tolak ukur sebuah perubahan besar bangsa ini di mulai dari pemimpin dki jakarta yang harus lahir dari rakyat memiliki kemampuan dan itegritas.

Hari ini 10 September 2016 Dengan kesadaran, semangat, ridho dan ikhlas. Kami bersepakat. Bertekad bulat dan berketetapan hati untuk memenangkan Yusril menjadi Gubernur DKI

Jakarta-Kobar.id
Assalamualaikum
Semoga bapak/ibu senantiasa sehat dan dimudahkan dalam semua aktifitas,  Amiin
Kami dari perwakilan senat Mahasiswa dari berbagai Universitas/Perguruan Tinggi Se-DKI Jakarta, bersma organisasi kepemudaan dan Masyarakat Jakarta, jaringan relawan pendukung  Prof.  Yusril Ihza Mahendra (bang yusril) mengundang Bapak/Ibu dalam acara Deklarasi dukungan  Bang Yusril maju dalam pemilukada DKI 2017 pada :

Hari/tanggal : Sabtu, 10 September 2016
Waktu : 14.30 s.d selesai

Tempat : Jalan utan panjang 3,  jalan F Raya rt 06 rw 05 tempat kantor rw 05 utan panjang. Kemayoran. Jakarta Pusat. Dekat Pasar Jiung.

Demikian undangan ini kami sampaikan,  atas kehadiran Bapak/Ibu kami haturkan terimakasih
Wassalamu'alaikum.

Terkait undangan yg disampaikan Kawan-kawan Mahasiswa,

Baru dalam sejarah kawan-kawan Mahasiswa berani menentukan pilihan kepada salah satu calon kandidat PILGUB DKI.

Setelah di konfirmasi Kawan-kawan mahasiswa menyatakan dukungannya Terhadap Prof.Yusril Ihza Mahendra untuk maju sebagai Bakal calon Gubernur DKI Jakarta,

Banyak dari kalangan Tokoh Masyarakat menilai Mahasiswa lebih obyektif dalam menentukan pilihan.

Ini adalah sebuah tanda kebangkitan mahasiswa, bahwa mahasiswa kembali kedalam tracknya yg tidak mudah di beli atau diiming-iming oleh sesuatu,

Kita tahu bahwa mahasiswa adalah garda terdepan dalam mengritisi kebijak-bijakan pemerintah,
Apa yg terjadi di DKI Jakarta, akhirnya menuntut mahasiswa turut andil dalam menentukan calon pemimpinnya.

Sosok YIM dinilai mewakili aspirasi rakyat dan khususnya mahasiswa yg menginginkan Jakarta lebih baik,

Jakarta dalam keadaan darurat maka sudah saatnya Mahasiswa Bergerak dan turut andil dalam menentukan yg akan memimpin Jakarta.

Jakarta,08 September 2016.

‘Adik’ saya, yang kuliah di kampus UI akhirnya dipanggil pejabat kampusnya. Besar kemungkinan ia akan mendapat teguran setelah video seruan #tolakahok #tolakpemimpinkafir menjadi viral di media sosial. Beberapa pejabat di kampusnya sepertinya kepanasan dengan aksi heroik adik saya ini.

Depok jelas bukan Jakarta. sehingga ada alasan bagi institusi kampusnya untuk menegur tindakannya. Dan kampus harus netral dari kegiatan politik, maka tindakannya dianggap melanggar kebijakan kampus. Anak muda yang cerdas dan berani itu bukan saja menghadapi  para pejabat di kampusnya, tapi banyak netizen yang sudah membullynya dengan kalimat yang sarkastis.

Aksi anak muda ini dinyatakan bersalah secara administratif, tapi ada sesuatu yang menggigit dari yang ia lakukan. Aksinya mengingatkan kita bahwa selama ini dunia kampus seperti sudah mati suri dari aksi perpolitikan, apalagi yang lantang menyuarakan Islam.

Para civitas academica hari ini kelihatan sibuk dengan dunia mereka sendiri. Bak hidup di menara gading. Kuliah, mengejar prestasi akademik yang cantik, ikut mentor-mentor bisnis sebagai bekal wirausaha nanti, atau mencari untung di dunia hiburan.

Sudah lama orang tua tidak lagi melihat mahasiswa menggedor pagar gedung DPR membela rakyat kecil seperti warga Luar Batang atau Rawa Jati yang kena gusur Ahok. Orang tua juga tidak melihat kelompok mahasiswa melawan kebijakan reklamasi pantai yang sarat kepentingan kapitalisme dan parpol. Lebih sulit lagi melihat mahasiswa muslim turun ke jalan menentang aksi Densus 88 atau revisi UU Antiterorisme. Ya! Orang tua sudah lama tidak lagi menyaksikan itu. Hatta, mahasiswa berideologi kiri juga tidak lagi terdengar meski hanya sekedar sayup-sayup.

Dimanakah mahasiswa?

Mereka banyak berkumpul di dunia hiburan. Mengantri di acara Stand Up Comedy, baik sebagai pengisi atau penikmat. Ada di acara-acara lawakan di layar kaca, ikut audisi menjadi bintang termasuk selebritis berhijab. Di sanalah orang tua sudah banyak melihat mahasiswa berada.

Julien Benda, seorang penulis dan aktivis politik Prancis, dalam bukunya Pengkhianatan Kaum Cendekiawan menuliskan bahwa para cendekiawan bisa berkhianat ketika mereka bertingkah polah seperti para rezim yang mereka kritik. Itu sudah terbukti, banyak aktivis yang kemarin-kemarin sering turun ke jalan, sekarang duduk nyaman dibangku pemerintahan dan parlemen. Menikmati fasilitas rakyat semaksimal mungkin.

Kini banyak calon intelektual yang bungkam menghadapi kezaliman rezim. Banyak mahasiswa yang tidak mau beranjak dari zona nyaman hidup mereka. Inipun sama dengan bentuk pengkhianatan.

Inilah kemunduran dunia aksi para mahasiswa. Redup dari aksi membela kebenaran, tapi ramai mencari ketenaran dan kenyamanan hidup. Dan inilah yang diidamkan setiap rezim di sepanjang zaman. Dunia yang tak akan bergejolak menghasilkan perubahan karena para calon intelektual hidup di dunia mereka masing-masing, terpisah dari persoalan keumatan.

Itu sudah nampak nyata ketika sejumlah lembaga kemahasiswaan duduk bareng dengan rezim Jokowi, bersantap bersama dengan penuh damai. Saat itu lonceng kematian daya kritis mahasiswa terdengar makin nyata.

Bandingkan dengan sikap seorang anak muda kepada Umar bin Khaththab usai dibay’at menjadi khalifah, ia meminta agar rakyat tidak segan-segan meluruskannya bila keliru. Umar bisa jadi khawatir orang akan takut mengoreksinya karena karakternya yang keras.

Tapi seorang anak muda bersuara lantang, “Wahai Umar jika engkau menyimpang dari kebenaran, maka pedangkulah yang akan meluruskannya!”

Apa yang dilakukan adik saya ini patut dibela dan dibanggakan. Ia membuktikan tidak semua mahasiswa mati suri, tenggelam dalam bangku perkuliahan mengejar prestasi dan prestise. Masih ada mahasiswa yang nalar dan nuraninya kritis dan tulus, berasaskan akidah Islam. Ia berani angkat suara menentang sesuatu yang tidak sesuai dengan prinsip hidupnya sebagai mahasiswa dan sebagai muslim.

Heran jika kemudian orang ramai-ramai membully. Para pembully ini sadar atau tidak sadar sudah menjadi bagian konspirator kejahatan terhadap rakyat, negeri dan agama (Islam). Para pembully ini lebih senang jika mahasiswa kembali mati suri, atau lebur dalam hiruk pikuk dunia hedonisme nan liberal.

Bila para pembully itu muslim, mereka sudah mengkhianati prinsip hidup sebagai muslim, dimana pilar hidup seorang muslim semestinya adalah halal dan haram, bukan demokrasi. Apalagi menghamba pada sosok pimpinan yang tak pernah berpihak pada Islam maupun rakyat banyak.

Adik saya, Yunas dan Boby, ini menggebrak kampusnya untuk kemudian diperlakukan dengan tidak adil. Karena salah satu kampus UI sendiri membiarkan Laboratorium Psikologi UI yang dipimpin Hamdi Muluk merekomondasikan Ahok sebagai calon gubernur ketimbang yang lain. Mari kita bertanya, apakah sikap Hamdi Muluk dan Lab Psikologi UI itu mencerminkan UI? Bila kemudian dikatakan itu adalah fakta, bukankah isi seruan adik saya juga fakta?

Demikian
Oleh : Iwan Yanuar

Jakarta 08 September 2016.Ahok tak layak Gubernur DKI Jakarta. Salah satu alasan, dimata tokoh nasional sebagai kata kasar, arogan, busuk dan bandit. Kata kasar dari mulut Ahok, antara lain: bajingan, bego, dan brengsek, tai’, Panggil Nenek Gua Dong, sudah miskin, belagu, dll.

1. Dimata Tontowi Yahya, Ang DPR-RI: Ahok melanggar etika sopan santun warga Indonesia yang ketimuran dan dikenal beretika. “Jangan salahkan anak-anak kita ngomong ke orang tua ‘lu bajingan,dasar maling lu’, “ ujar Tontowi.

2. Dimata Yesaya Pariadji,Pendeta: Yesaya adalah seorang Pendeta Ternama di Indonesia, Pemimpin sidang jemaat keagamaan Gereja Tiberias. Ia menilai, Ahok sebagai “sosok pemimpin busuk”. Ahok adalah orang yang jauh dari kasih Tuhan Yesus. Ucapanya mencerminkan perangai kebusukan dibalik orang orang banyak. ia bersembunyi dibalik pembelaan kata kata membela hak-hak rakyat, namun mengumbar kata kata busuk tidak pantas didengar oleh anak anak Tuhan. Ditekankan. semestinya Ahok tidak perlu menunjukkan ketegasan dengan sikap dan perkataan keras dan kasar. Yesaya pun memberikan contoh pemimpin seperti Ali Sadikin dan Sutioso. Jika ingin menjadi pemimpin tegas tidak harus berkata kata seperti itu, contoh saja dua Gubernur terdahulu Ali Sadikin dan Sutioso. Berkat jasa kedua pemimpin tersebutlah Jakarta jadi lebih baik, kawasan penghijauan Jakarta pun terealisasikan, sarana masal transportasi busway pun dicanangkan, kepercayaan investor asing pun bergeliat, bahkan pembatasan bajaj pun terlaksanakan,” lanjutnya. Yesaya pun mengapresiasi dua sosok tersebut sebagai pemimpin teladan di Jakarta. Ali Sadikin dan Sutioso mereka adalah pemimpin yang tegas, cakap dan tidak korup namun mereka tidak pernah mengumbar kata kata binatang,” sambung Yesaya.Jika Ahok tidak bisa lagi menjadi pemimpin mampu memberikan teladan bagi warganya, maka sebaiknya ia mundur dari jabatannya itu.

3. Dimata Seto Mulyadi, Psikolog: Perilaku Ahok kerap berbicara kasar di depan publik dinilai tidak sesuai dengan norma-norma budaya Indonesia. Budaya Indonesia mengajarkan sopan-santun dan kerendahan hati dalam menghadapi dan menyampaikan suatu permasalahan, apalagi di depan khalayak ramai. Aktivis pemerhati anak, Seto Mulyadi menilai gaya bicara Ahok cenderung kasar dan ceplas-ceplos dinilai tidak bisa dijadikan contoh baik, terutama bagi anak anak. Apalagi anak di bawah umur belum mengerti soal dinamika terjadi di pemerintahan. Gaya bicara Ahok bisa berdampak buruk bagi perkembangan anak-anak, khususnya bagi anak-anak yang tinggal di Jakarta. Sifat meledak-ledak itu merupakan contoh tidak baik bagi anak-anak.

4. Dimata Amien Rais, Mantan Ketua MPR: Ahok sangat arogan, senang menantang berbagai pihak, bahkan terkesan meremehkan lembaga negara, termasuk BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) terkait kasus RSSW. Ahok tidak layak menjadi seorang pemimpin lantaran sikapnya kerap “nyeleneh” dan memicu timbulnya kontoversial. Jangankan Presiden, Gubernur saja bagi Amen kurang pantas. Ahok adalah satu-satunya pemimpin merasa paling benar dan ingin memborong kebenaran menurut kacamatanya sendiri. Ahok adalah sosok manusia memiliki sifat beringas, bengis dan hampir-hampir seperti bandit. Sebagai pemimpin Ahok tidak pro terhadap rakyat kecil. Ahok harus dilawan karena sudah kelewatan menjalankan tugasnya. Selain itu, Ahok juga antek pemodal.

5. Dimata Wenny Warouw, Ang Komisi III DPR: Pernyataan Ahok menyebut audit investigasi Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) "ngaco" menunjukkan dirinya tak punya etika.

6. Dimata Emrus Sihombing, Pakar komunikasi politik: Pada Rapat Panitia Angket DPRD DKI. mengaku bila gaya Ahok itu luar biasa, sehingga masyarakat Ibukota menganggap Ahok merupakan pemimpin transparan. Namun, bagi Emrus, hal tersebut tak cukup, apabila tidak memiliki etika. Jangankan jadi Gubernur, menjadi suami di rumah saja tak pantas.

7.Ahok dimata Rizal Ramli, Mantan Menko Maritim: Rizal mendapat laporan Ahok bohong, menggelar inspeksi mendadak ke Pelelangan Ikan Muara Angke, di Jakarta Utara. Rizal sekaligus menggelar dialog dengan kaum nelayan. Ia didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Selama ini, salah satu alasan Ahok mempertahankan reklamasi bermasalah adalah proyek tidak akan merugikan nelayan. Terang-terangan Ahok menegaskan, di pantai utara Jakarta sudah tidak ada lagi ikan tangkap yang berarti tidak ada lagi nelayan. Rizal mengklarifikasi langsung kepada kaum nelayan. Di hadapan ratusan nelayanan hadir, Rizal bertanya apakah benar di Pantai Utara Jakarta sudah tidak ada lagi ikan untuk ditangkap. "Saya mau klarifikasi dulu, ada yang mengatakan nelayan sekitar Jakarta sudah tidak ada. Betul enggak? Saya ingin penjelasan dan klarifikasi," lontar Rizal. Para nelayan kompak menjawab bahwa yang disampaikan Ahok adalah bohong. Perwakilan nelayan mengatakan, nelayan Pantai Utara Jakarta masih sangat aktif. Totalnya sekitar 28 ribu nelayan bila termasuk di Kepulauan Seribu. Satu keluarga nelayan rata-rata memiliki empat anggota keluarga. "Semua itu bohong Pak. Kami masih eksis. Ikannya juga masih ada. Ahok bohong," ujar salah seorang perwakilan. Mendengar itu, Rizal mengaku ada ketidakberesan dalam proses reklamasi di teluk Jakarta mulai dari izin hingga AMDAL. Kejanggalan itu dipertahankan selama bertahun-tahun. Ekosistem ikan-ikan di laut Jakarta terganggu karena limbah sungai dan lumpur mengendap akibat pulau buatan. Beberapa jenis ikan masih hidup di laut Jakarta seperti ikan teri, ikan kembung, dan bebera jenis lain.

8.Dimata Hariman Siregar, Mantan Ketua Dewan Mhs UI: Ahok kutu loncat sejati.Prestasi Ahok hanya mengumpulkan KTP untuk mendukung ambisinya. Kalangan aktivis masyarakat atau aktivis parpol, sebenarnya banyak yang gerah dengan langkah politik Ahok selama ini. Ahok dikenal sebagai kutu loncat sejati. Dia tidak peduli dengan misalnya jasa Partai Gerindra yang susah payah mencalonkannya sebagai Wakil Gubernur DKI. Ahok menjadi anggota Partai PIB pimpinan Dr. Syahrir untuk menjadi Bupati Kabupaten Belitung. Baru setahun keluarga dari PIB ingin menjadi Calon Gubernur Provinsi Bangka Belitung. Karena gagal menjadi Calon Gubernur, dia meminta kepada PDIP untuk mendukung dirinya menjadi Calon Gubernur Sumatera Utara. Namun, PDIP menolak. Lalu dia pindah ke Partai Golkar untuk pencalonan anggota DPR-RI pada Pemilu 2009. Masih menjadi anggota DPR-RI, Ahok mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur DKI dan keluarga dari Golkar masuk ke Partai Gerindra. Setelah berhasil, Ahok keluarga dari Partai Gerindra. Inilah bukti Ahok menggunakan Parpol hanya untuk motip kekuasaan peribadi atau mencari jabatan. Dengan Ahok hanya mengumpulkan KTP untuk mendukung ambisinya. Kalangan aktivis masyarakat atau aktivis parpol, sebenarnya banyak yang gerah dengan langkah politik Ahok selama ini.

KESIMPULAN; Penilaian beberapa tokoh nasional ini bisa menjadi acuan bagi pendukung buta Ahok utk membandingkan persepsi dan sikap positif mereka tentang Ahok. Ada baiknya pendukung buta Ahok juga mengajukan penilaian positif tokoh nasional sebagai pembanding tulisan ini, kalau ada. Tentu tingkat ketokohan setidak-tidaknya selevel anggota DPR di dlm tulisan ini. MEH.

Jakarta,06 September 2016. Pasca Rapim bamus betawi yang menghadirkan para balon gubernur DKI kecuali ahok,hal ini membuat Basuki Thjahya Purnama meradangdan angkat bicara.hal ini terbaca dari sikap ahok.Guberbur DKI jakarta yang saat ini tengah menjabat itu mengeluarkan statement bahwa dia akan memberhentikan dana hibah kepada ormas Bamus betawi ( baca  http://m.news.viva.co.id/news/read/818519-ahok-akan-hentikan-dana-hibah-bamus-betawi )

M.Iben darto ketua umum PAKTA (paguyuban anak jakarta )menanggapi pernyataan Ahok,Gubernur prov.dki jakarta (Basuki Tjahaja Purnama) yang ingin menghapus dana hibah untuk ormas Bamus Betawi sebesar Rp 5 miliar. Ahok menginginkan hal itu karena Bamus Betawi dinilainya bermain politik dan menebarkan isu (SARA)Suku Agama Ras.

Menurut Iben,ahok mulai panik karna warga betawi yang juga mayarakat jakarta dan kebetuluan beragama islam adalah masyarakat yang paling menolak ahok maju dalam pilgub 2017 mendatang , karna tarikan dari sudut pandang syariat islam yang jelas tertuang dalam alquran di "Surat Al-Maidah ayat 51 'jangan jadikan Yahudi dan Nasrani jadi pemimpinmu " dan banyak lagi pringatan ayat lain dalam al quran.

Selain itu ia juga menjelaskan bahwa kelakuan ahok jelas tidak berpihak pada rakyat jakarta akan tetapi menjunjung tinggi keinginan pengusaha.kalau kita tinjau ulang pelaksanan penggusuran adalah tempat kantong kantong masa dalam arti ahok menyingkirkan pemilih,jadi bisa saja di dalam nya ada unsur politis.

Ahok mulai blingsatan gak karuanan,orang bilang panik karna baru kali ini gubernur tidak di sukai oleh warga nya terlihat di sana sini banyak penolakan jika dia datang,ahok tercatat dalam sejarah kekepala daerahan , ahok adalah gubernur arogan yang pro pengusaha dan hanya dia yang di setiap kunjungannya di sambut dengan penolakan bahkan tak jarang sering terjadi bentrokan penolakan ahok dengan aparat keamanan,tandas iben yang juga menjabat sekretaris bamus betawi itu.

Kali ini bamus betawi di serang ahok karna ada dana hibah yang memakai apbd,kemarin RT-Rw yang dilarang bahkan ada bahasa pecat.ahok pinter apa bodoh ya ?  mana ada yg mecat rt dan rw karna mereka di pilih langsung oleh warga nya.nah skrg harus nya dia sadar dia kan juga berpolitik kok dengan pakai dana apbd bahkan menggugat ke UU ke MK karna tidak mau cuti padahal itu produk undang undang,dia ambisus apa pesanan pengusaha.

Jika ahok berani menghentikan dana hibah bamus betawi berati ahok harus di pecat karna mengunakan kekuasaan nya untuk kepntingan diri nya yang galau karna gak dapat dukungan dari warga masyarakat betawi yang jelas sebagai pemilik kampung  jakarta dan ingat keputusan dana hibah tersebut bukan hak ahok semata karna itu hasil usulan dprd.,pungkas iben.

Menurut saya ahok harus di periksa ulang kesehatan nya.masa bamus betawi gak dukung kok di bilang menebarkan isyu SARA,padahal di daerah manapun punyak kebebasan hak pilih yang juga di lindungi oleh uud 45 untuk mengusung putra daerah yg sesuai keinginan nya.
Jadi..ahok sudah menbuh genderang perang maka wajar.kita melawan arogansi sang gubernur pro pegusaha.ayo sudah saatnya bismillah kita galang koin sumbangan untuk memberi pesangon kepada ahok dari pasar, mall dan gang ke gang bersama RT dan RW,tutup iben saat di wawancarai dalam acara rapat konsolidasi anak jakarta.
"LA TAKHAF WA LA TAHZAN, INNALLAHA MA'ANA "
  maknanya: JANGAN KAU TAKUT DAN JANGAN BIMBANG SESUNGGUHNYA ALLAH BERSAMA KITA.             
HANYA SATU KATA LAWAN......!!!

By : k3n


Jakarta , 03 September 2016.Badan Musyawarah Masyarakat Betawi (Bamus Betawi) akan memggelar  rapat pimpinan (rapim) pada ahad 4/09/16 bertempat di hotel Sahid Jaya, Jakarta Pusat. Selain pengurus Rapim tersebut akan di hadiri oleh pimpinan-pimpinan organisasi pendukung Bamus Betawi.

Menurut ketua pelaksana  Rapim Bamus Betawi Rachmat HS bahwa Rapim kali ini tentu sangat beberbeda dari rapim sebelumnya, karna bukan hanya pengurus pimpinan ormas pendukung Bamus Betawi saja yg hadir, panitia juga mengundang tokoh-tokoh masyarakat dan para bakal calon gubernur serta bakal calon wakil gubernur DKI Jakarta yang akan maju pada pilkada 2017 mendatang, diantaranya Yusril Izha Mahendra, Sandiaga Uno, Rizal Ramli, Adhyaksa Dault, Djarot Saiful Hidayat, Nachrowi Ramli, Saefullah sekda DKI Jakarta, Sylviana Murni dan  H.Lulung Lunggana.

Kami sengaja mengundang mereka di momentum rapim Bamus Betawi kali ini untuk silaturahmi, tatap muka sekaligus sosialisasi secara langsung para calon gubernur dan bakal calon gubernur yang akan maju pada pilkada di DKI nanti. Semua kandidat yang ada sedang menunggu kepastian dari partai-partai untuk mengusung hingga waktu pendaftaran tanggal 19 september mendatang selain Ahok yang sudah memiliki tiket maju dengan dukungan tiga partai yakni Golkar, Nasdem, Hanura.

Dalam Rapim ini akan ada pembahasan materi pada rapat-rapat  komisi, pleno dan paripurna yang  menghasilkan keputusan berupa rekomendasi sebagaimana diatur dalam AD/ART Bamus Betawi. Kami tidak main-main dan sangat serius untuk hal ini, karna hasil rekomendasi Rapim ini akan jadi landasan langkah organisasi menurut Rahmat HS yang menjabat ketua bidang OKK Bamus Betawi.|| bm

Jakarta,02 september 2016.Pembatalan peresmian Pasar Kebon Bawang, jln. Swasembada Barat 16, Tanjung Priok Jakarta utara merupakan sikap bijak Polres Jakarta utara dan aparat pemerintah setempat yg perlu di "Like" oleh semua pihak,karna sebelumnya telah direncanakan yang akan meresmikan adalah gubernur DKI dengan pengawalan kurang lebih ribuan personil keamanan,yang pada akhirnya di batalkan .

Rijal ijal ketua umum Komando Barisan Rakyat menjelaskan tentang Arogansi Ahok yg menyatakan bahwa dia tidak takut karena dia Pejabat Negara,dia punya jabatan dan dia punya pasukan itu adalah sesumbar yang tidak karuan.

Teori konflik antara masyarakat dan aparat selalu dikedepankan oleh AHOK yg besar bacot dan Penipu Publik, hanya ingin berbual ria di media bahwa masyarakat Jakarta utara menerima kehadiran Ahok, yg sebenarnya hanyalah polesan untuk mengelabui masyarakat Jakarta agar bisa mempertahankan kekuasaannya di Pilkada 2017,tandas ketua umum tim pemenangan SBY 2 periode itu.

Dia juga menjelaskan bahwa yang di lakukan oleh ahok saat ini sebenarnya hanyalah tipu muslihat media2 pemilik para aseng.

Menurut Ketua Umum Kobar, Statement statement ahok di media sangatlah sesumbar, ia menyatakan bahwa dia siap datang ke tanjung priok , dengan berbagai cara dia lakukan mulai dari melakukan intimidasi terhadap tokoh2 Priok melalui aparat keamanan .

Tindakan yang di lakukan Gubernur DKI menurut rijal adalah simbol ketakutan seorang pemimpin yang tidak disukai Rakyatnya, sehingga pada akhirnya malah membuat masyarakat Tanjung Priok bersatu unk melakukan Penolakan terhadap Ahok,pungkas pria kelahiran warakas tsb.

Ahok lupa kalo masyarakat priok punya sejarah tersendiri, Ahok lupa kalo priok bukanlah masyarakat penakut, Ahok lupa kalo masyarakat priok adalah masyarakat keras yg tidak suka di ancam, ketidak tahuan Ahok yg hanya Mengandalkan Kekuasaan dan Aparat sebagai tameng unk terjadinya benturan, bukanlah sesuatu yang baru bagi masyarakat Tanjung Priok. Ahok adalah Pemimpin yang selalu menciptakan konflik antara masyarakat dan aparat dan cara itu sudah mulai tercium oleh semua pihak masyarakat.

Pemimpin yang hanya polesan Media biar terlihat baik, semua dikemas dgn berbagai cara agar masyarakat terbius dgn propaganda Media, itu tdk akan bisa dilakukan oleh masyarakat tanjung priok dan bagi mereka yang melakukan Perlawanan terhadap Pemimpin Zolim lebih penting daripada menerima uang recehan yang di jadikan umpan penguasa.

Sekali lagi 1.000 jempol untuk aparat Polres Jakarta Utara dan Walikota yang tau apa yg akan terjadi andaikan Ahok dipaksakan untuk meresmikan Pasar Kebon Bawang, mimpi buruk semua pihak. Tragedi Priok ke 3, ( Tanjung Priok 1984, Mba Priok 2010),dan Alhamdulilah itu tidak terjadi.

Pesan saya untuk Ahok jangan lah Sombong dan takabur, kita melawan bukan kita asal melawan, kita sudah siap dengan seribu resiko dan sejuta ancaman, *Hidup tertindas atau mati SAHID*. Berpikirlah Bijak untuk Rakyat....!!! Jangan Berpikir Picik hanya untuk Kekuasaan.Pekerjaan paling mulia di mata rakyat indonesia adalah melawan kepemimpinan dholim,tutup Rijal KOBAR. || k3n

Jakarta 02 september 2016 .Peresmian pasar jaya kebon bawang tanjung priuk batal di buka oleh gubernur DKI jakarta.acara yang awalnya dijadwalkan pukul 08.00 wib itu di batalkan tanpa ada sebab berita.

Menurut Jali bakti,salah satu anggota geng priuk yang dulu di takuti di daerah seputaran priuk itu menjelaskan bahwa mereka sengaja berkumpul kembali dan bergabung dengan masyarakat untuk menolak rencana kedatangan ahok di tanah kelahiran mereka.

Ia menuturkan bahwa pemimpin tukang gusur itu akan mereka usir setiap kali datang ke jakarta utara.Ada beberapa tetua, ormas, LSM, masyarakat, pemuda yang tergabung dalam menolak Ahok sudah bersiaga di tempat yang akan menjadi pusat acara.

Sampai detik ini pukul 10.54 wib belum ada tanda tanda akn kedatangan ahok,bahkan tenda yang sejatinya sudah di pasang malah di bongkar.Padahal menurut informasi yang di dapat dari slah satu petugas pasar tadi malam bahwa ahok telah memerintahkan persiapan pengawalan sebanyak 2000 petugas satpol PP untuk mengawal acara peresmian tersebut.

Sekalipun begitu,Pergerakan dan masyarakat tanjung periok tetap mengawas dan mengontrol untuk menolak kedatangan ahok di wilayah tanjung priok.Spanduk spanduk yang telah di pasang oleh masyarakat di seputaran tempat acara semua hilang dan di duga di cabut oleh petugas satpol PP kelurahan sekitar,tandas jali bakti.|| k3n

Penolakan terhadap Ahok semakin meluas, bahkan hanya pada sekedar kehadiran/kedatangannya, entah itu kunjungan pada acara resmi ataupun tak resmi. Ini sekaligus menjadi bukti bahwa warga Jakarta tak mau lagi dipimpin Ahok.

Reza salah satu koordinator Komando Barisan Rakyat Jakarta Barat menegaskan bahwa Penolakan sekaligus pengusiran terhadap Ahok itu menjadi fakta bahwa Ahok telah menjadi musuh Warga Jakarta, musuh rakyat dan publik. Tiap jengkal Tanah di jakarta haram didatangi Ahok.

Menjadi persoalan yang amat serius, kini demi menjawab penentangan warga Jakarta ini Ahok menggunakan kekuasaannya mengeluarkan jurus intimidasi kepada para Tokoh-tokoh dan aktivis pergerakan melalui aparat.
(bisa dikonfirmasikan kepada Tokoh2/Aktivis di jakarta utara).

Selain persoalan Ahok, Fakta di lapangan juga Rejim Jokowi sudah ditolak. Hanya media pendukung yang menutup-nutupi fakta ini dan membesar-besarkan mereka berdua, dibantu Jasmev maupun buzzer-buzzer,terang reza.

Pertanyaannya adalah apakah intimidasi ahok ini harus dibiarkan ? Jika Ahok saja sudah bisa melakukan hal ini, tidak tertutup kemungkinan Rejim Jokowi pun akan melakukan hal yang sama terhadap Tokoh/Aktivis pergerakan lain.
Oleh karenanya, kepada semua elemen yang MENOLAK KEPEMIMPINAN DZOLIM patutlah kiranya segera bersatu, membentuk badan Advokasi.

Mana tahu nanti tiba-tiba para tokoh/Aktivis (ataupun setiap orang yang peduli dan ikut dalam perjuangan pergerakan) menghilang begitu saja, entah diciduk, diculik atau bahkan dihabisi,ujar reza.||k3n

Jakarta-Kobar.id Penolakan terhadap Ahok semakin meluas, bahkan hanya pada sekedar kehadiran/kedatangannya, entah itu kunjungan pada acara resmi ataupun tak resmi. Ini sekaligus menjadi bukti bahwa warga Jakarta tak mau lagi dipimpin Ahok.

Penolakan sekaligus pengusiran terhadap Ahok itu menjadi fakta bahwa Ahok telah menjadi musuh Warga Jakarta, musuh rakyat dan publik. Tiap jengkal Tanah di jakarta haram didatangi Ahok...

Menjadi persoalan yang amat serius, kini demi menjawab penentangan warga Jakarta ini Ahok menggunakan kekuasaannya mengeluarkan jurus intimidasi kepada para Tokoh-tokoh dan aktivis pergerakan melalui aparat.
(bisa dikonfirmasikan kepada Tokoh2/Aktivis di jakarta utara).

Selain persoalan Ahok, Fakta di lapangan juga Rejim Jokowi sudah ditolak. Hanya media pendukung yang menutup-nutupi fakta ini dan membesar-besarkan mereka berdua, dibantu Jasmev maupun buzzer-buzzer.

Lalu apakah intimidasi ahok ini harus dibiarkan ?
Jika Ahok saja sudah bisa melakukan hal ini, tidak tertutup kemungkinan Rejim Jokowi pun akan melakukan hal yang sama terhadap Tokoh/Aktivis pergerakan lain.
Oleh karenanya, kepada semua elemen yang MENOLAK KEPEMIMPINAN DZOLIM patutlah kiranya segera bersatu, membentuk badan Advokasi...
Mana tahu nanti tiba-tiba para tokoh/Aktivis (ataupun setiap orang yang peduli dan ikut dalam perjuangan pergerakan) menghilang begitu saja, entah diciduk, diculik atau bahkan dihabisi..

-Rez-

Jakarta,01 September 2016.Rencana kehadiran Ahok untuk meresmikan pasar di jalan Swasembada XVI , Kebon Bawang, Tanjung Priuk pada jum'at 2/09/16 di protes warga. Ramainya protes terlihat dari pesan berantai yg menyebar di media sosial serta spanduk-spanduk penolakan anti ahok di sekitar priuk.

Ahok belum datang  saja pihak keamanan sudah kasak-kusuk buktinya sejak 5 hari lalu. Beberapa tokoh priuk sudah diminta keterangan pihak polres jakut dan personil aparat. Berbagai cara dilalakukan mulai dari pemanggilan tokoh utara ke polres jakut, bahkan peringatan ancaman penangkapan , baik  lewat telpon maupun secara langsung ,dsb . ini sama saja dengan intimidasi demokrasi menurut Yusron Jaenuri tokoh Tanjung Priuk.

Berbagai cara dilakukan untuk  melarang warga untuk demo, kenapa warga yg dilarang dan di intimidasi tidak boleh menolak kehadiran ahok. Kenapa bukan ahok yg membatalkan kehadirannya karena warga menolak. Kenapa warga di paksa menerima kehadiran gubernur dzolim ,tukang gusur rakyat, sombong , congkak tidak punya etika, serakah .dll.

Ahok sangat bernafsu ingin masuk  ke priuk, trus kalo besok ahok sampe di priuk maka ahok akan buat opini di media bahwa warga suka ahok. Warga yang mengancam demo tidak jelas, warga dianggap hanya membuat teror sperti di cipinang bebrapa waktu lalu setelah ahok lolos meresmikan RPTRA . stelah ahok selesai meresmikan RPTRA kemudian ahok bangun opini di media dengan nantang warga. Mana warga yanh mau demo ? Warga gak berani, yg mau demo cuma onknum tidak bertanggung jawab, warga  pengecut dll.

Pemimpin macam apa yg menantang-nantang warganya yang membatalkan demo dianggap pengecut.  Jelas bahwa ahok telah menciptakan konflik horizontal di masyarakat. Ahok melakukan provokasi di masyarakat tetapi tidak diproses aparat. Kalo ada tokoh masyarakat yang menolak dicap provokator.  Masyarakat di adu domba di benturkan dengan aparat. Aparat yang harusnya berpihak pada rakyat di paksa harus membela pejabat yang jelas-jelas bermental bejat jelas Yusron pengurus masjid Alhusna.||k3n

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget