Bukan Pesta demokrasi kalau costnya rendah. Konon Pemilukada cluster II menghabiskan biaya penyelenggaraan sekitar 4,16 T yg terdiri dari 1,58 T untuk 7 Propinsi, 2,2 T untuk 76 Kabupaten & 370,27 M untuk 18 Kota.
Ini belum termasuk biaya yang dikeluarkan oleh masing-masing Paslon, baik itu yang bersumber dari pribadi masing-masing Paslon, dari Pemodal, dari pendukung & simpatisan.
Kita juga tau bahwa setiap Parpol memiliki Visi, Misi & tujuan yang telah tertuang dalam AD-ART nya. Nah, Semestinya pertimbangan utamanya ketika memilih & menetapkan Kandidat yang akan diusungnya, mesti memilih personal yang telah terintegrasi dengan Visi-Misi Partainya. Namun faktanya, transaksi komitmen & transaksi material menjadi permainan dibelakang layar yang sangat menentukan, berikut popularitas/elaktibilitas calon sebagai perekatnya.
Faktanya juga, selama ini Parpol-parpol nyaris tak pernah melakukan pendidikan politik kepada masyarakat, sehingga masyarakat memiliki konpotensi untuk menentukan haluan politiknya. Yang penting secara struktural & lini telah memenuhi standar adminitrasi, artinya asal ada pengurus disetiap lini & struktur.
Realitas itu secara tidak langsung namun tegas mengisaratkan kepada kita, bahwa sejatinya keberadaan Parpol dinegri ini - hanyalah sebuah instrumen bagi para koorporat, Kartel atau sejenisnya - untuk menancapkan kepentinganya secara tidak langsung, namun hasilnya berdampak langsung & memuaskan.
Contoh kasus, Jika Benar For DKI-1 merupakan instrumen Aseng & Asing dalam merebut posisi kunci strategis, maka bisa dipastikan - biayanya non limit - tanpa batas yang penting menang. Karena sejatinya bukan pertarugan 3A, tapi pertarungan antar komunitas negri Tirai bambu & Negri PamanSam. Nuansa idealogis yang terintegrasi dengan kepentingan dalam tanda petik "Bisnis", adalah alasan untuk menetapkan biaya For DKI-1 non limit.
Jadi wajarlah jika angka Gloput bukan saja berasal dari masyarakat yang apatis & sudah Muak, tapi justru berasal juga dari kaum intelek - akademis karena kesadaran rasionalnya. Bahkan kesadaran itu banyak yang terintegrasi dengan kesadaran keyakinannya.
DAN APAKAH KITA MASIH BISA BERHARAP DARI PEMIMPIN HASIL DEMOKRASI...??????? || k3n
Oleh : POROS DJAKARTA

Post a Comment