Jakarta,02 september 2016.Pembatalan peresmian Pasar Kebon Bawang, jln. Swasembada Barat 16, Tanjung Priok Jakarta utara merupakan sikap bijak Polres Jakarta utara dan aparat pemerintah setempat yg perlu di "Like" oleh semua pihak,karna sebelumnya telah direncanakan yang akan meresmikan adalah gubernur DKI dengan pengawalan kurang lebih ribuan personil keamanan,yang pada akhirnya di batalkan .
Rijal ijal ketua umum Komando Barisan Rakyat menjelaskan tentang Arogansi Ahok yg menyatakan bahwa dia tidak takut karena dia Pejabat Negara,dia punya jabatan dan dia punya pasukan itu adalah sesumbar yang tidak karuan.
Teori konflik antara masyarakat dan aparat selalu dikedepankan oleh AHOK yg besar bacot dan Penipu Publik, hanya ingin berbual ria di media bahwa masyarakat Jakarta utara menerima kehadiran Ahok, yg sebenarnya hanyalah polesan untuk mengelabui masyarakat Jakarta agar bisa mempertahankan kekuasaannya di Pilkada 2017,tandas ketua umum tim pemenangan SBY 2 periode itu.
Dia juga menjelaskan bahwa yang di lakukan oleh ahok saat ini sebenarnya hanyalah tipu muslihat media2 pemilik para aseng.
Menurut Ketua Umum Kobar, Statement statement ahok di media sangatlah sesumbar, ia menyatakan bahwa dia siap datang ke tanjung priok , dengan berbagai cara dia lakukan mulai dari melakukan intimidasi terhadap tokoh2 Priok melalui aparat keamanan .
Tindakan yang di lakukan Gubernur DKI menurut rijal adalah simbol ketakutan seorang pemimpin yang tidak disukai Rakyatnya, sehingga pada akhirnya malah membuat masyarakat Tanjung Priok bersatu unk melakukan Penolakan terhadap Ahok,pungkas pria kelahiran warakas tsb.
Ahok lupa kalo masyarakat priok punya sejarah tersendiri, Ahok lupa kalo priok bukanlah masyarakat penakut, Ahok lupa kalo masyarakat priok adalah masyarakat keras yg tidak suka di ancam, ketidak tahuan Ahok yg hanya Mengandalkan Kekuasaan dan Aparat sebagai tameng unk terjadinya benturan, bukanlah sesuatu yang baru bagi masyarakat Tanjung Priok. Ahok adalah Pemimpin yang selalu menciptakan konflik antara masyarakat dan aparat dan cara itu sudah mulai tercium oleh semua pihak masyarakat.
Pemimpin yang hanya polesan Media biar terlihat baik, semua dikemas dgn berbagai cara agar masyarakat terbius dgn propaganda Media, itu tdk akan bisa dilakukan oleh masyarakat tanjung priok dan bagi mereka yang melakukan Perlawanan terhadap Pemimpin Zolim lebih penting daripada menerima uang recehan yang di jadikan umpan penguasa.
Sekali lagi 1.000 jempol untuk aparat Polres Jakarta Utara dan Walikota yang tau apa yg akan terjadi andaikan Ahok dipaksakan untuk meresmikan Pasar Kebon Bawang, mimpi buruk semua pihak. Tragedi Priok ke 3, ( Tanjung Priok 1984, Mba Priok 2010),dan Alhamdulilah itu tidak terjadi.
Pesan saya untuk Ahok jangan lah Sombong dan takabur, kita melawan bukan kita asal melawan, kita sudah siap dengan seribu resiko dan sejuta ancaman, *Hidup tertindas atau mati SAHID*. Berpikirlah Bijak untuk Rakyat....!!! Jangan Berpikir Picik hanya untuk Kekuasaan.Pekerjaan paling mulia di mata rakyat indonesia adalah melawan kepemimpinan dholim,tutup Rijal KOBAR. || k3n

Post a Comment