May 2016

Jakarta-Kobar.id *Surat Terbuka Buat Bunda MEGAWATI SOEKARNO PUTRI*

Assalamualaikum wr wb

Bunda apa kabar, tentu bunda sehat-sehat selalu, semoga ALLAH SWT selalu melimpahkan rahmat, hidayah serta keberkahan buat bunda dalam menjalankan aktifitas sehari-hari yg tentu sangat padat apalagi pengabdian dan pemikiran bunda buat negeri yg kita cintai ini.

Bunda tentu sudah melihat bagaimana polemik yg ada saat ini, pasti bunda lebih paham, bahkan saya yakin bunda merasa sedih dengan kondisi saat ini, karena rasa nasionalis bunda dan emosional bunda sangat peka melebihi orang-orang lain, apalagi dengan nasib wong cilik yg selalu menjadi ikon partai yang bunda pimpin dan bunda dirikan saat ini menjadi korban pembangunan.

Bunda, apakah memang pembangunan harus mengorbankan wong cilik???, lihat bunda yang terjadi di JAKARTA saat ini, Jakarta sebagai barometer untuk wilayah-wilayah lain. Saat ini sangat miris bunda, sejak di pimpin oleh Gubernur sekarang, yang biasa dipanggil AHOK. Ahok banyak melakukan penggusuran dan penggusuran selalu mengatasnamakan pembangunan, sementara di belakangnya banyak pengembang yang akan menanti utk melakukan pembangunan untuk membangun property yang tentunya bukan untuk rakyat kecil. Bunda dulu pasangan gubernur ini adalah hasil perjuangan bunda bersama partai-partai lain yg berkoalisi, banyak janji dan komitmen ketika partai bunda bersama CAGUB dan CAWAGUB waktu itu yang sekarang banyak dilanggar, ini bukan type bunda saya yakin dan seyakin-yakinnya, kesuksesan bunda manjadikan mereka gubernur mereka nodai demi pengusaha pengembang di belakang mereka.

Bunda, kondisi Jakarta sudah tidak kondusif, kasus demi kasus mulai terbuka, dimulai kasus KORUPSI RSSW, REKLAMASI, dan kasus-kasus lainnya yang membuat Jakarta semakin gaduh, bising ditambah dengan sembrawutnya gaya kepmimpinan ahok.

Bunda, sudah banyak kelompok masyrakat, para ahli dan pakar, bahkan masyarakat yg menjadi korban mengadu kepada KPK, DPRD dan lembaga-lembaga lain, tapi saya heran bunda, mengapa begitu kuatnya ahok, betapa perkasanya ahok ini dan dia bahkan sangat angkuh menantang semua tokoh dan semua lembaga terakhir TUHAN pun ditantangnya pula. Mengapa ini bisa terjadi bunda???, dia tidak sadar bahwa dia itu "GUBERNUR HIBAH", pelimpahan dari JOKOWI yg telah naik menjadi presiden, dia tidak sadar bahwa masih ada ANGGOTA DPRD yang sewaktu-waktu bisa melakukan *_"impeachment"_*

Bunda, mari kita tarik nafas yg panjang dan hembuskan untuk menghilangkan kegalauan yg kita lihat, rakyat sudah bingung harus mengadu kemana, karena semua saluran yang ada di republik ini sudah terkebiri, sudah terpasung dan sudah mati suri, tinggal harapan RAKYAT JAKARTA hanya kepada BUNDA MEGAWATI SOEKARNO PUTRI, sebagai sebagai pemimpin partai terbesar, sebagai tokoh bangsa dan sebagai simbol perjuangan rakyat INDONESIA agar rakyat Jakarat bisa keluar dari persoalan yang mendera selama beberapa tahun ini.

Bunda, kami rakyat Jakarta, sudah meminta kepada anggota DPRD agar mereka menggunakan HAK MENYATAKAN PENDAPAT untuk menyelesaikan masalah ahok, beberapa partai ternyata ketika kami datangi, semua menjawab menungg partai bunda, bahkan ketua FRAKSI dari partai bunda mengatakan "akan mengawal gubernur ahok sampai akhir jabatannya, sesuai instruksi dr bunda", apakah memang seperti itu bunda, melihat polemik dan stetement bunda mengenai ahok saya yakin bunda tidak seperti itu, walaupun ada komitem partai bunda yg menyatakan akan mengawal sampai masa jabatan berakahir, dengan rasa hormat kami mohon dipertimbangkan bunda. Apakah rakyat Jakarta, khsusunya masyarakat kecil harus terus menjadi korban kebiadaban ahok harus menderita sampai akhir jabatannya, tentu bunda tidak akan menerima ini, komitmen bunda yg lebih tinggi adalah *MEMBELA WONG CILIK*, karena merekalah maka partai bunda menjadi partai pemenang PEMILU 2014, maka kami sangat berharap akan keputusan bunda untuk menyelamatkan JAKARTA dari keserakahan ahok dan hidden agenda ahok untuk ibukota negara ini yg kita cintai.

Bunda, selain kepada TUHAN YME kami minta pertolongan, mungkin bunda sebagai perantara doa-doa saudara-saudara kita yang tidur diatas puing-puing, diatas perahu, dipinggiran kali, keluh susah para nelayan dan seluruh rakyat Jakarta, untuk segara keluar dari problem kota Jakarta saat ini, bukan itu saja bunda, tentu bunda juga tidak ingin terjadi konflik antara rakyat dengan rakyat, antara rakyat dengan aparat yang mengakibat kerugian jiwa, serta kerugian bangunan phisik milik negara yang seharusnya dilindungi rakyat, mengingat kasus 20 Mei kemaren di depan gedung KPK itu pelajaran buat kami, juga pelajaran buat para aparat kemanan, bahwa kekerasan tidak menyelesaikan masalah. Ini yang saya takutkan bunda, emosi rakyat memuncak dan akan terus melakukan aksi disertai kekerasan, demi menjaga harga diri dan demi kehidupannya.

Sekali lagi bunda, kami sangat berharap agar partai bunda menjadi pelopor perjuangan di DPRD untuk mengambil sikap menggunakan HMP, karena RAKYAT JAKARTA sudah mencapai klimaks untuk segera keluar dari masalah ini, biar kami semua rakyat Jakarta untuk fokus membangun ekonomi keluarga masing-masing dan membantu pemerintah yang pro wong cilik bukan ahok yang anti wong cilik.

Besar harapan kami semua kepada BUNDA MEGAWATI SOEKARNO PUTRI, semoga bunda selalu dalam lindungan ALLAH SWT, dan tetap konsisten memihak kepada WONG CILIK.

Semoga surat ini sampai kepada bunda, walaupun saya buat melalui media sosial, tapi tidak mengurangi hormat saya kepada bunda.

Salam hormat saya kepada keluarga bunda.

Terima kasih bunda

Wassalamualaikum Wr Wb

Dari anak bunda :

*JAMRAN*
*_(Koordinator ALIANSI MASYARAKAT JAKARTA UTARA)_*

Jakarta-Kobar.id KEGAGALAN-KEGAGALAN AHOK GUBERNUR DKI JAKARTA:
Pemerintahan DKI Jakarta dipimpin semula Gubernur Jokowi dan Wagub Ahok hasil Pilkada 2012. Pada 2014 dilaksanakan Pilpres, Jokowi sebagai Capres berhasil memenangkan pertarungan. Ahok tetap sebagai Wagub. Pada 2015, Ahok dikukuhkan sebagai Gubernur DKI, pengganti Jokowi.
Pada 2017 akan diselenggarakan Pilkada DKI Jakarta. Ahok menyatakan diri akan menjadi Cagub. Ahok “ambisius” dan punya motip kekuasaan berlebihan. Ingin mempertahankan kekuasaan sekalipun berbagai komponen rakyat DKI menentang dan menolaknya. Hampir setiap minggu aksi demo rakyat anti Ahok muncul di DKI.
Memiliki motip kekuasaan berlebihan adalah hak Ahok. Namun, sebagian rakyat menilai Ahok telah gagal urus pemerintahan dan rakyat DKI. Ahok tidak mampu sebagai Gubernur.  Prestasi sangat rendah, kinerja sangat buruk dan rapor merah,  dari kegagalan ke kegagalan.  Jika Ahok lanjut jadi Gubernur, kondisi sosial ekonomi rakyat DKI  dan pembangunan pasti semakin merosot.
Standar penilaian kegagalan Ahok, dapat digunakan (1) Janji-Janji Kampanye Pasangan Jokowi dan Ahok dalam Pilkada 2012; dan, (2). Perda No. 2/2012 tentang RPJMD Provinsi DKI Jakarta 2013-2017. 
Apa indikator kegagalan Ahok?
1.Rakyat DKI nganggur kian banyak.
2.Rakyat DKI miskin kian banyak.
3.Kesenjangan golongan kaya dan miskin melebar.
4.Pertumbuhan ekonomi DKI terus menurun.
5.DKI gagal meraih penghargaan “Adipura”.
6.Lalu lintas kota DKI paling “macet” se dunia.
7.Jumlah titik “banjir” belum berkurang signifikan.
8.Realisasi Anggaran Belanja rendah.
9.Pembangunan Infrastruktur Terhenti.
10.Kualitas Manajemen dan Perlindungan Asset Pemprov DKI rendah.
KESIMPULAN: Sungguh Ahok telah gagal urus pemerintahan dan rakyat DKI. Tidak layak untuk terus sebagai Gubernur. Jika masih dipertahankan, kondisi  sosial ekonomi rakyat dan pemerintahan DKI akan terus merosot dari hari ke hari. Pendukung “buta”  Ahok acapkali klaim, Ahok telah berhasil !. Tapi tiada data, fakta dan angka.  Hanya klaim fiksi dan buta terhadap “realitas obyektif” DKI Jakarta. Klaim berhasil hanya di media massa tertentu pendukung “buta” Ahok. Guna “pencitraan”  dan  menutup-nutupi kegagalan-kegagalan Ahok. Bagaikan pepatah,  “Tong Kosong Nyaring Bunyinya”.  Oleh MUCHTAR EFFENDI HARAHAP (Ketua NSEAS, Network For South East Asian Studies, Edisi 28 Mei 2016). Jika berkenan dengan kandungan tulisan ini, sila sebarluaskan….. Trims.

Jakarta,27 Mei 2016
Hari ini tepat satu minggu janji DPRD DKI Jakarta akan menanggapi dan memberi jawaban atas tuntutan rakyat mengenai kinerja Gubernur DKI Jakarta serta Kasus yang di duga melibatkan orang no 1 di pemerintahan DKI Jakarta.

Rijal KOBAR menyatakan bahwa , seharusnya dengan bukti bukti yang telah di berikan BPK kepada KPK,DPRD bisa ikut mendesak dan mempertanyakan kinerja KPK yg di nilai mandul dan berpihak kepada sang penguasa.

Dalam peraturan perundang undangan bahwa hanya butuh 2 alat bukti untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka dalam suatu tindak pidana,lalu KPK butuh apalagi jika alat bukti yang diserahkan BPK kepada KPK itu sudah di anggap lebih dari cukup,apakah ada permainan kekuasaan di balik ini semua,tandas ketua umum KOBAR tersebut.

Rijal juga menegaskan bahwa kasus Sumber waras ini seharusnya juga membuka mata masyarakat jakarta bahwa jakarta akan hancur jika selama ny rakyat diam dengan tindakan dzolim pemimpinnya.Aktivis ini juga mengatakan bahwa KPK tidak konsisten dalam penegakan kasus KORUPSI di negara ini , karna mengingat statement KPK bahwa kasus yang bisa di jadikan tersangka oleh KPK adalah berjumlah Rp 1 Milyar ke atas,sedangkan kasus ahok sudah merugikan rakyat RATUSAN MILYAR.

Mantan aktivis HMI ini juga mengajak KPK berfikir secara logika , jika bukti transfer Rp 700 Milyar,yang di terima oleh pihak RSSW hanya Rp 350 Milyar,lantas kemana raib sisa uangnya...??? Anak SD saja sudah bisa mempertanyakan kemana hilang sisa uangnya ,tandas rijal di iringi tawa khas ny .
By : Ken

Jakarta,26 Mei 2016

Sungguh sangat miris,hal yang tidak kita inginkan,ketika rakyat mulai gerah dan lapar akan keadilan.ketika rakyat merasa tertekan dan mulai panik akan kehancuran yang mereka rasakan,akhirnya berbuat di luar kontrol diri.

Seperti yang di kutip oleh pos metro.Sejumlah anggota Kepolisian Resor Metro Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara menderita luka-luka setelah diserang dan dipukuli ratusan pendemo misterius atau tak dikenal di Jalan Enggano, Tanjung Priok, Kamis sore, 26 Mei 2016.

Mereka yang diserang dan dipukuli yakni, anggota kepolisian dari Satuan Sabhara. Berdasarkan laporan, penyerangan dan pemukulan itu terjadi saat korban sedang dalam perjalanan pulang usai bertugas di Polrestro Pelabuhan Tanjung Priok.

Salah seorang korban, Brigadir Polisi Dua (Bripda) Pandu, menceritakan awalnya ia baru saja keluar dari pos 8 kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Saat melintas di Jalan Enggano, korban diserang pendemo dan dipukuli dari belakang.

"Saya baru keluar pos arah pulang, bareng anggota juga sekitar 10 orang. Lalu iring-iringan pendemo ini teriak-teriak ke kami, sambil bunyikan klakson, tiba-tiba langsung menyerang pakai bambu," ujar Pandu di ruang pelaporan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestro Jakarta Utara.

Saat dipukuli, 10 anggota Sabhara tak bisa melakukan perlawanan. Karena jumlah pendemo yang menyerang mencapai ratusan orang. Mereka akhirnya memilih menyelamatkan diri dengan berlari ke Markas Polrestro Jakarta Utara.

"Kami awalnya pakai jaket semua, sempat mau melerai. Saya buka jaket, ternyata mereka memang terus memukuli. Jumlahnya ratusan, ada mobil komando juga, jadi kami mundur," ujarnya.

Atas kasus itu, Polrestro Jakarta Utara sudah membentuk tim dan memburu pelaku penyerangan dan pemukulan itu. Informasi terakhir, pelaku melarikan diri ke arah Plumpang.

Sumber : Pos metro
By : ken

Jakarta,26 Mei 2016.
Hak Menyatakan Pendapat (HMP) adalah salah satu dr hak2 yg dimiliki oelh Anggota DPRD, yg disahkan oleh konstitusi negara kita. HMP di gunakan apabila memang daerah dalam keadaan situasi dan kondisi yg sudah tidak memungkinkan lagi berjalan kondusif spt saat ini yg diakibatkan oleh eksekutif. Kondisi DKI Jakarta saat ini memnag sudah kritis, dimana wibawa anggota DPRD sdh di kebiri seakan akan DPRD sudah tidak diperlukan lagi sebgai lembaga legislatif oleh Gubernur DKI Jakarta yg biasa di sebut ahok.

Ahok seakan melenggang bebas tanpa aturan yg membatasi, celotehan dia di media massa seakan akan dia yg menentukan arah kebijakan program di ibu kota negara ini. Banyak melakukan kegiatan tanpa ada koordinasi dengan DPRD, melakukan pungutan dr para pengusaha dan menggunakannya tanpa ada yg mengontrol, serta kesalahan2 lain yg sangat banyak baik itu izin reklamsi maupun kasus yg sangat besar dan merugikan negara yaitu kasus Rumah Sakit Sumber Waras (RSSW) semua dilaksnakan tanpa payung hukum yg jelas.

Penggusuran yg mengatasnamakan pembangunan tanpa ada diskusi, dialog serta menganggap warga telah melanggar tinggal dilahan negara dan wajib dibumi hanguskan dengan cara2 kasar, semnetara DPRD DKI Jakarta se-akan2 membiarkan ahok melakukan semua keslahan yg membuat kegaduhan politik dan sosial, pemerintah pusat pun sampe turun tangan hanya sebatas menegur tanpa sangsi atas keslahannya di kasus reklamasi.

DPRD terpecah belah, para anggotanya hanya berani sendiri2 mengomentari perlakuan ahok tanpa sikap politik maupun hukum yg jelas, tidak tegas padahal secara konstitusi anggota DPRD berhak memanggil ahok. Hak Angket pernah dilaksnkan tapi hilang begitu saja seiring hilangnya wibawa wakil rakyat yg terhormat, hanya duduk melongo melihat sepak terjang ahok, terpasung oleh masalah mereka yg memang sudah menjadi jebakan ahok sendiri buat para anggota dewan.

Saat nya para anggota dewan melakukan perbaikan, kinerja yg melemah kembali untuk membuktikan bahwa anggota dewan adlah wakil rakyat sejati berjuang untuk rakyat. Rakyat sangat berharap sekali khususnya untuk PDIP sebgai partai terbesar dan memiliki anggota dewan terbanyak rakyat menanti,  menunggu sikap PDIP sebagai partai wong cilik, lihat ahok sekarang banyak mengkhianti komitmen2 politiknya, partai GERINDRA, GOLKAR, DEMOKRAT, PKS, PPP, PAN dan PKB bersatulah untuk mengembalikan citra ANGGOTA DEWAN utk RAKYAT JAKARTA, semntara NASDEM dan HANURA sebagai partai yg akan mengusung ahok kami sangat berharap untuk masalah kewibawaan atau marwah anggota dewan, tolong lupakan kepentingan sesaat untuk kepentingan rakyat jangka panjang. Kami khawatir keadaan ini akan menjadi contoh yg buruk untuk daerah2 lain, sehingga daerah2 lain mengikuti cara2 ahok melaksnakan jabatannya membuat sistem kenagaraan kita akan menjadi tdk kondusif yg mengarah pada kehancuran dalam sistem bernegara.

Bersatunya semua FRAKSI di DPRD DKI Jakarta untuk menggunakan HMP nya adalah bentuk perlawanan terhadap ahok yg melwan konstitusi, kembalikan konstiusi ini ketangan DPRD, agar Jakarta kembali normal sesuai dgn aturan, tenang dan tidak mendengar lagi cacian, sumpah serapah maupun perkataan kotor utk anggota dewan dr ahok.

Kami RAKYAT JAKARTA sangat menunggu pedang keadilan diayunkan oleh para ANGGOTA DPRD DKI JAKARTA, laksnakan HMP sebagai bukti bahwa anda berada di pihak rakyat, bukan penguasa zolim, kami menunggu dengan harapan yg sangat tinggi, kedatangan kami pada tgl 20 Mei kemaren adalah bukti nyata kami mendukung anda. Selamat melaksnakan HMP semoga Allah SWT meridhoi perjuangan Wakil Rakyat yg kami cintai.

*Penulis sebagai KOORDINATOR AMJU
(Aliansi Masyarkat Jakarta Utara)
By : ken

Jakarta,25 Mei 2016 Pengurus besar FKPPI mengadakan Diskusi publik dengan tema TOLAK KOMUNIS GAYA BARU.Acara berlangsung mulai pukul 13.00 wib yang bertempatkan di sekretariat pusat FKPPI jalan menteng no 61 kebon sirih jakarta pusat.

Acara ini juga di sambut baik oleh elemen elemen rakyat yang memang tidak mengizinkan PKI bangkit kembali.beberapa elemen masyarakat yang hadir dalam diskusi publik ini antara lain : Pemuda Pancasila, PPM, Pemuda Muhamadiyah, KBPPP, Front Pancasila, Pemuda Katolik, GAMKI, GBN, Foko TNI-Polri, PPAD, PPAL, PPAU, PP-Polri & FUI pimpinan Arief Bawono diikuti 120 orang.

Dalam sambutannya ,kivlan zein mempertanyakan Kenapa ada istilah gaya baru, gaya lama gimana? Komunis gaya lama tampilannya dia ikut konstitusi dalam pemerintahan dengan bentuk partai, nah gaya baru partainya sudah tidak ada tetapi orangnya sudah masuk dalam tingkat RT, anggota dewan, sampai kementerian, sudah ada data dan fakta.

Beliau juga menuturkan bahwa Ribka bilang struktur boleh hancur tetapi ideologi tetap hidup, ketika mereka menguasai DPR MPR, melalui semua partai calonnya masuk dengan duit, Buruh Tani dan TNI Polri.Berharap tidak ada pergantian panglima TNI dan Kapolri dengan orang yang pro kepada mereka jika dipilih maka habis sudah. Luhut bilang pake atribut dan pasang lambang palu arit itu trend? Tanggal 5 Juni besok di Solo akan ada Apel Akbar umat Islam, kita lawan head to head, di Solo basis mereka, jangan lagi terulang kita disembelih dibacok oleh mereka, jika mereka bangkit perang saudara tidak akan terelakan, negara ini akan pecah menjadi 45 negara sesuai rancangan orang Eropa dan Cina.

Tentara Cina sudah masuk, ini fakta kok. Mereka sudah kerja sebagai buruh garmen, bukan saya menghasut tetapi mewaspadai, Tionghoa itu artinya tiang dunia, banyak orang Cina yang masih pro kita tetapi lebih banyak lagi orang Cina yang benci kita,tandas kivlan zein mengakhiri pembicaraannya.

Selain Mayjend ( Purn ) Kivlan zei,acara ini juga di hadiri wakil ketua DPRD DKI Jakarta H.Lulung.Beliau mengatakan bahwa hari ini kita menghadapi perang simetris ditambah media proxy war, tidak nampak namun sangat membahayakan, bagaimana kita singkapi hari ini ada kelompok kelompok dari orang itu di pemerintahan, ada unsur secara global bahwa dan ada kelompok atau pemerintah hari ini membentuk opini menjauhkan TNI dari rakyat, adanya penggusuran melibatkan TNI dengan bungkusan penertiban.
Ketua Pemuda Panca Marga itu juga mengatakan bahwa pasca reformasi kita tidak sempat mengevaluasi terjadinya reformasi dimana ternyata tujuannya untuk menguasai negara kita selama 20 tahun, hari ini baru genap 18 tahun, bicara reformasi bagaimana memperlemah ketahanan kita dan melemahkan konstitusi kita, pintu masuknya memberhentikan presiden Suharto atas tekanan negara kapitalis.

Jika kita melalui pendekatan hukum maka mereka bangkit atau kita dihajar mereka, ini politik gunung es, tidak terlihat tetapi ada gerakan nyata, bagaimana menghadapi KGB sedang mereka punya media proxy war.Isu PKI saat ini sangat luar biasa, kita tdk tau teman kita dari kecil apakah dulunya keluarga PKI atau bukan, siapapun yang ikut membentuk opini menjauhkan TNI dengan rakyat ini tanda kutip,tandas lulung.

Dulu sebelum kemerdekaan, sebelum dinyanyikan terlebih dahulu sebelum menyanyikan lagu Indonesia Raya, dulu setiap hari kami melawan PKI setiap hari, lagu genjer genjer dulu lagu rakyat dan dibajak dijadikan lagu PKI.NU sejak tahun 48 sampai 2012 belum pernah membuat buku yang menyatakan sikap NU, tapi sejak majalah Tempo sejak Oktober 2012 bahwa NU, terutama Banser dan Ansor melakukan pembunuhan dan menjadi algojo pembunuhan maka Rais Am NU memerintahkan menulis buku dan menulis sejarah PKI dari versi NU,Ungkap Ketua GP Ansor.

Banyak kyai kita yang dibunuh jika mau kita juga tidak mau memaafkan mereka, tidak boleh melihat sejarah masa lalu dengan cara pandang sekarang itu tidak baik.Kelompok Pancasila harus melawan dengan gaya baru juga, kita harus membuat buku dengan versi kita dan membuat film yang lebih bagus dari yang dibuat kelompok pro PKI dan aktif di medsos menjelakan kepada anak muda tentang sejarah masa lalu,tandasnya.By : Ken

JAKARTA – KOBAR.ID sumber dari detak.com Rencana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di kawasan Rawa Badak Utara, Jakarta Utara urung dilakukan. Tidak ada informasi pasti apa penyebab batalnya Ahok menghadiri peresmian RPTRA ini, padahal semua fasilitas peresmian sudah disiapkan untuk menyambut orang nomor 1 di DKI Jakarta tersebut.

Informasi yang sampai di meja redaksi, Ahok batal meresmikan RPTRA Rawa Badak Utara karena adanya ancaman demonstrasi dari masyarakat Jakarta Utara. Seperti yang diberitakan sebelumnya, Presidium Jaringan Masyarakat Koja Tolak Penggusuran mengirimkan surat kepada Polsek Metro Koja tentang rencana mereka menolak kehadiran Ahok pagi ini.

“Terkait dengan berdirinya RPTRA di di RW.08 Kelurahan Rawa Badak Utara, Kecamatan Koja pada 26 Mei 2016. Kami berencana menggelar aksi pada hari yang sama di lokasi tersebut bersama elemen masyarakat yang seperjuangan. Adapun tuntuntan Kami adalah : TOLAK AHOK!!,” demikian penggalan surat yang diterima redaksi sore kamrin (25/5).

Selain itu sejumlah elemen masyarakat Jakarta Utara yang berencana menggelar aksi pagi ini antara lain Aliansi Masyarakat Jakarta Utara (AMJU), Komite Masyarakat Jakarta Utara.

Tangerang-Kobar.id Rabu 25 mei 2016,Pemerintah kota Tangerang melalu dinas pariwisata kota Tangerang mengelar acara pemilihan Kang- Nong 2016, bertempat di Hotel Great western Resort,
Acara pun sudah mencapai babak final, dan sudah terpilih 10 pasang finalis kang-Nong,
dari 10 finalis ini akan diseleksi kembali menjadi tiga pasangan untuk memperubutkan juara 1, 2 dan 3.
untuk para pemenang nanti akan mengemban tugas sebagai duta pariwisata, dan memperkenalkan kepada masyarakat luas, tentang budaya dan pariwisata di kota tangerang, acara Grand Final sendiri akan berlangsung Besok 26 mei 2016.

Jakarta-Kobar.id Aktivis perempuan Ratna Sarumpaet menyebut pihaknya bersama beberapa elemen masyarakat yakni Gerakan Tangkap Ahok (GTA), Aliansi Masyarakat Jakarta Utara (AMJU), buruh tergabung Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) pimpinan Said Iqbal, Orang Kita yang diinisiatori Ahmad Dani akan menggelar sidang rakyat didepan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 1 Juni 2016, bertepatan hari lahirnya Pancasila.

BOGOR-KOBAR.ID,Balaikota Bogor, merupakan monumen sejarah di mulainya GERAKAN MASYARAKAT ANTI KOMUNIS

Bertempat di Halaman Kantor Balaikota, Kota Bogor, GBN BOGOR RAYA bersama sesepuh DHC45, mahasiswa,HMI Kota Bogor, KNPI dan semua Element masyarkat, Melaksanakan Deklarasi Masyarakat Anti Komunis, dan menegaskan kesiapannya untuk melawan virus komunisme yg semakin marak, Pembakaran Bendera PKI sebagai simbol dan bentuk perlawanan terhadap Komunis, 


JAKARTA-KOBAR.ID-Minggu tanggal 22 Mei 2016, Sekitar pukul 13.35 Wib di Aula Buya M. Natsir Sekretariat GPII JL. Menteng Raya No.58 Menteng Jakarta Pusat, berlangsung Diskusi yang diselenggarakan Oleh Gerakan Tangkap Ahok (GTA), dengan Thema: Mengungkap Tabir Terang Korupsi Rumah Sakit Sumber Waras,  Peserta 50 orang, dengan pembicara dari Beberapa Tokoh Aktivis, Pengamat dan Akademisi,

Pembicara:
1. H. Amir Hamzah (Pengamat Kebijakan Publik).
2. Ratna Sarumpet (Tokoh Wanita & Aktivis HAM).
3. .Karman BM (Ketua Umum Gerakan Pemuda Islam Indonesia).
4. Jamran (Ketua Kahmi Jakarta Utara).
5. Dr. Muchtar Efendi Harahap (Pengamat Politik).

Moderator : Achmed S Anwar, S.Sos.

Paparan Pembicara:
- H. Amir Hamzah (Pengamat Kebijakan Publik) mengatakan: Jakarta ribut - ribut masalah UPS, tetapi saya melaporkan Ahok masalah Rumah Sakit Sumber Waras, target Ahok melaporkan kasus UPS ke Bareskrim 30 anggota DPRD masuk penjara, kasus Sumber Waras ini ada penipuan dan korupsi karena sebelum ada pernyataan resmi Ahok sudah melakukan pertemuan dengan pihak yayasan Sumber Waras dan ini yang saya laporkan ke KPK,  perlu kita bangunan kekuatan masalah Sumber Waras penyalaan aturan dan wewenang pada saat penyusunan APBD 2015 karena ada kesalahan Komisi E tidak mensetujuinya masalah UPS dan Rumah Sakit Sumber Waras dan dalam rangka tangkap atau turunkan Ahok merupakan kewajiban tidak bisa ditawar - tawar lagi harus konsisten sampai Ahok turun dan gerakan kedepan kita harus fokus pada masalah Rumah Sakit Sumber Waras, kita kedepan kita bisa bertanya apakah Jokowi melindungi Ahok dan KPK harus memberikan keterangan yang transparan.

- Ratna Sarumpet (Tokoh Wanita & Aktivis HAM) mengatakan: Bahwa memastikan Ahok jadi tersangka adalah Mutlak tidak bisa di tawar - tawar lagi, kasus Sumber Waras menjadi gelap dan beralih pada kasus Reklamasi, Jokowi &  Ahok satu paket yang menghancurkan Jakarta dan perlu kita pertanyakan Presiden Jokowi ke Korea mengajak Ketua KPK, kalau memang Jokowi melindungi Ahok berarti Unras harus kita alihkan ke Istana Negara, pada saat saya bertemu dengah Fahri Hamzah Komisi III akan memanggil KPK namun sampai sekarang belum dipanggil, Fahri mengatakan kenal baik dengan 7 penyidik KPK dan rekomendasi penyidik sudah ditangan ketua KPK dan kita harus tagih Komisi III untuk memanggil KPK dan bergerak untuk menurunkan manusia aneh Ahok.

- Jamran (Ketua Kahmi Jakarta Utara) mengatakan: Banyak kebohongan atau kepalsuan Ahok yang di bangun dan ini sangat berbahaya, korban keganasan Ahok dari penggusuran, reklamasi kebanyakan di Jakarta Utara, Ahok dengan sombongnya mengatakan aturan tidak penting yang penting rakyat senang dengan menabrak aturan dan masyarakat sudah tidak ditipu lagi, tidak usah turunkan Jokowi pada Gerakan tanggal 3 Mei 2016 gerakan turunkan Ahok karena karena Jokowi Ahok merupakan satu paket ibarat kaki meja satu ambruk dan pasti satunya pasti akan ambruk juga, tanggal 20 Mei 2016 aksi unras di depan KPK Polisi telah melanggar Protap kita sudah memberitahukan ke pihak Kepolisian pada saat Triatrikal polisi melepaskan tembakan gas air mata kita tidak anarkhis dari DPRD dan Long March menuju KPK kita dengan damai, Ahok harus di lawan sampaikan fakta - fakta kebohongan tentang Ahok yang menindas rakyat kecil, kita bersatu untuk turunkan Ahok.

- Karman BM (Ketua Umum Gerakan Pemuda Islam Indonesia) mengatakan: Kasus Sumber Waras kalau dengan pendekatan hukum sudah selesai, dengan undang - undang & undang - undang KPK pasti pimpinan dholim sudah masuk penjara dan tinggal kemauan KPK berani atau tidak menetapkan Ahok sebagai tersangka dan kita harus melakukan Preser kepada KPK dan salut kepada Gerakan Tangkap Ahok (GTA) yang konsisten mengangkat kasus Sumber Waras dan 30 Mei 2016 kita akan bikin perlawanan di kantor KPK  kita turunkan Ahok.

- Dr. Muchtar Efendi Harahap (Pengamat Politik) mengatakan: Ketika Ahok bertengkar dengan DPRD saya sudah vuriga bahwa Ahok melakukan kesalahan atau korupsi di Sumber Waras, teori Gubernur harus senergis dengan DPRD, Ahok ingin cepat - cepat sebagai calon Gubernur untuk menghindari menjadi tersangka dan Gerakan Anti Ahok ini susah dibendung karena sangat pesat disebabkan Ahok korupsi pembelian tanah, menggusur pribumi dan sekarang kasus reklamasi dan terakhir ada isu anti Cina untuk menurunkan penguasa, secara teori rusuh di depan KPK itu benar untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah dan peningkatan secara kwalitas untuk menurunkan Ahok dan isu anti cina bisa berbalik orang cina malah meminta Ahok untuk turun, menurut saya Ahok menutupi kesahannya dengan menciptakan konflik dengan siapa saja, Gerakan Anti Ahok semakin berkwalitas, Ahok suka melanggar hukum, suka melanggar HAM dan janji Ahok pada waktu kampanye tidak ada yang dilaksanakan.

Jakarta-Kobar.id-KINERJA AHOK SANGAT BURUK DAN RAPOR MERAH
Kinerja (job/actual performance) dimaknai sebagai prestasi kerja sesungguhnya dicapai seseorang. Prestasi kerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas dalam melaksanakan fungsin sesuai dengan tanggung jawab diberikan.
Kinerja Ahok ternyata “buruk” dan “rapor merah” sehingga tak layak terus menjadi Gubernur DKI. Ada penilaian DPRD DKI Jakarta, BPK, dan KemenPANRB, Kemendagri, lembaga survei, masyarakat dan Bappenas,

PERTAMA, penilaian DPRD DKI,  kinerja Ahok “sangat buruk” dan “raport merah”. 10 penilaian: 1.Pendapatan tercapai hanya 66,8 persen atau Rp. 43,4 triliun lebih kecil dari rencana Rp. 65 triliun. 2.Realisasi belanja 59,32 persen, belanja terendah.  jika belanja terealisasi 100 persen, defisit anggaran Rp 20 triliun. 3. Realisasi PMP hanya 43,62 persen.4.Kenaikan NJOP semena-mena tanpa perhitungan matang memberatkan rakyat. 5.Kenaikan kemiskinan dari 371 ribu (2013) menjadi 412 ribu (2014), gagal dalam mensejahterakan masyarakat. 6.Pemberian izin reklamasi melanggar UU No. 1/ 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir Pantai, Perpres No. 122/ 2012 tentang Reklamasi Pantai. 7.Ahok belum mampu mempertahankan aset Pemda DKI Jakarta berpekara di pengadilan. 8.Penerimaan CSR tak dikelola dengan transparan, 9.Gubernur DKI Jakarta melanggar khususnya UU No. 29/2007 pasal 22 ttg organisasi perangkat daerah berkenaan dengan penghapusan jabatan Wakil Lurah. 10.DPRD menilai Kinerja Pemda tahun 2014 buruk.

KEDUA, BPK  menilai Pemprov DKI sebagai WDP (Opini Wajar Dengan Pengecualian). Predikat WDP 2014 tak beda dengan opini audit BPK pada 2013. Padahal periode sebelumnya, Sutioso dan Foke, selalu mendapat opini audit WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). Predikat WDP diberikan karena ada 70 temuan dalam laporan keuangan DKI Rp. 2,16 triliun, berindikasi kerugian Rp 442 miliar, dan berpotensi merugikan Rp. 1,71 triliun. Lalu kekurangan penerimaan dana Rp. 3,13 miliar, belanja administrasi Rp. 469 juta dan pemborosan Rp. 3,04 miliar. Beberapa temuan yakni asset seluas 30,88 hektar di Mangga Dua dengan PT.Duta Pertiwi dianggap lemah dan tak memperhatikan faktor keamanan asset. Juga pengadaan tanah RS Sumber Waras tak melewati proses pengadaan memadai. Ada indikasi kerugian Rp. 191 miliar. Pemprove DKI juga megalami kelebihan bayar premi asuransi Rp. 3,7 miliar, juga pengeluaran dana BOP tak dapat dipertanggungjawabkan  Rp. 3,05 miliar. Lainnya, penyertaan modal dan asset kepada PT. Transjakarta  tak sesuai ketentuan. Tanah 794 ribu M2, bangunan 234 M2 dan tiga blok apartemen belum diperhitungkan sebagai penyertaan modal kepada BUMD.

KETIGA, KemenPANRB, menerangkan penilaian LAKIP (Laporan Akuntabilitas Kinerja) diikuti 77 kementerian/lembaga. Ada 7 kategori  dibagi yaitu nilai AA (0 lembaga/kementerian), A (4), BB (21), B (36), CC (16), C (0), D (0). 77 Kementerian/lembaga  Pemprov DKI Jakarta hanya mendapatkan predikat CC, urut ke-18. Di posisi paling bawah ada Prov Kalut predikat D.

KEEMPAT, Kemendagri menilai  penyerapan Anggaran terendah. DKI menjadi salah satu Prov dengan penyerapan anggaran terendah. Persentase serapan anggaran baru 22,86 persen dari total Rp. 69,2 triliun,  penyerapan anggaran DKI terendah dan terparah se  Indonesia. Serapan anggaran justru terbesar hanya ada di belanja pegawai. Seharusnya belanja jasa dan modal lebih besar.
Terakhir Kemendagri menilai, Jakarta kalah jauh dari Kulonprogo sesuai  hasil evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah (EKPPD) thdp Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD). Ada 12 Pem. Daerah memperoleh penghargaan terbaik, antara lain, Kabupaten Kulon Progo, Pemkab Pasaman, Pemkot Semarang, dan Pemkot Probolinggo.

KELIMA, Lembaga Survei Periskop menunjukkan, publik "tak puas" dengan kinerja Ahok dan wakilnya Djarot Saiful Hidayat di bidang "perumahan rakyat", "kemacetan", dan "banjir". Selanjutnya, kinerja ssangat buruk Ahok dijadikan alasan bagi penentang Ahok agar rakyat DKI menolak pencalonanan Ahok dalam Pilgub 2017. Salah satunya, Petisi, menekankan Ahok wajib ditolak karena : 1.Tak menunjukkan prestasi signifikan selama menjabat Wagub maupun Gubernur. 2.Berdasarkan Temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan)  menyebutkan indikasi penyahgunaan wewenang dan penyimpangan APBD DKI Jakarta  dilakukan Ahok. 3.Perampasan hak warga dan masyarakat diantaranya hak mencari nafkah bagi Pedagang kaki lima dan atau hak pengendara kendaraan roda dua  dilarang melewati beberapa jalan protokol. 4.Pengingkaran janji-janji kampanye contohnya thp warga bantaran Kali Ciliwung. Pemimpin  tak amanah, kerap ingkar janji, sering membuat kegaduhan, dan melempar tanggung jawab, masalah dan kesalahan adalah satu indikasi menunjukan tak pantasnya ia sebagai seorang pemimpin. 5.Ahok kerap kali tak menunjukan etika, moral dan sopan santun dalam berbicara. Hal ini dapat menjadi contoh buruk bagi anak-anak maupun generasi penerus bangsa. 6.Ahok terbukti dan kerap kali melukai hati warga masyarakat terutama hati dan perasaan Ummat Islam Jakarta.

KEENAM, sebalinya  Pendukung Buta Ahok baleh berbangga atas penilaian Bappenas.  Pem. DKI meraih empat penghargaan. Yakni perencanaan terbaik, inovatif, progresif, serta terbaik I kategori tingkat pencapaian MDG's tertinggi (2015). Peraihan empat penghargaan itu pertama kali bagi Pemprov DKI. Dari segi “penyusunan” perencanaan Ahok dapat penghargaan Bappenas, tetapi tak dari segi “pelaksanaan” perencanaan. Penilaian Bappenas ini mengundang kritik berbagai pihak. Salah satunya, Letjen (Purn.) Suryo Prabowo di laman Facebooknya. DKI Jakarta mendapat penghargaan se Indoneia oleh Bappenas,  namun Kementerian PANRB menilai kualitas kinerja Pem. DKI 58,57 (ranking 18 dari 34 Prov.). Situs Resmi Pemprov DKI menyampaikan, pertumbuhan ekonomi turun 0,16 %; inflasi naik 0,95 %; Gini rasio meningkat 7,20 %; penduduk miskin meningkat 3,72 %; realisasi pendapatan daerah hanya 66,8 % (Terburuk se Indonesia); penyerapan anggaran 59,32 persen (terburuk se Indonesia). Selanjutnya, BPS menyajikan data, Indeks Pembangunan manusia (IPM) DKI Jakarta hanya 0,31 (Terburuk dari 34 Prov se Indonesia). Jadi, tandas Suryo, perencanaan  (seolah-olah) dinilai baik, ternyata pada prakteknya telah menghasilkan penilaian terburuk.
Kritik lanjut dari Politisi PDIP, Darmadi Durianto, mempertanyakan “metodologi” Bappenas memberikan penghargaan.  Pasalnya, di bawah Ahok, Ibukota masih belum bebas dari permasalahan seperti banjir, penggusuran dan serapan anggaran  rendah.“Tak jelas metodologi digunakan. Kalau metodologinya tepat, tentu akurat demikian sebaliknya. Metodologi penelitian sangat penting,” ujar Darmadi.
KESIMPULAN: Kiner Ahok sangat burut dan rapor merah ini sebagai salah satu, bukan satu-satunya, alasan Ahok tak layak untuk lanjut sebagai Gubernur DKI.  Oleh MUCHTAR EFFENDI HARAHAP (NSEAS, Network for South east Asian Studies, Edisi 21 Mei 2016). Jika berkenan, sila sebarkan, Trims.

Jakarta 20 Mei 2016
Melihat situasi dan kondisi Negara indonesia yang carut marut,berbagai elemen masyarakat memperingati hari KEBANGKITAN NASIONAL dengan mengadakan aksi unjuk rasa di beberapa titik.

Salah satunya aksi di depan DPRD DKI jakarta yg di lakukan oleh gabungan beberapa elemen masyarakat,seperti AMJU ( ALIANSI MASYARAKAT JAKARTA UTARA ) , FBR , GTA dan KOMANDO BARISAN RAKYAT dan elemen elemen lainnya bergabung untuk menuntut DPRD DKI untuk melakukan pemakzulan terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tcahya Purnama,Pungkas Iwan setiawan (perwakilan FBR Utara )

Selain itu iwan juga menegaskan agar tujuan FBR bersatu dengan AMJU,KOBAR dan elemen lain adalah menuntut agar KPK juga tidak lemah gemulai dalam mengusut kasus SUMBER WARAS.


Aksi masa akan di mulai dari Depan gedung DPRD DKI Jakarta lalu akan di lanjutkan ke KPK dan berakhir di DPR MPR RI

Di sisi lain,koordinator ALIANSI MASYARAKAT JAKARTA UTARA juga menegaskan statement dari perwakilan FBR bahwasanya  tidak akan ada kata maaf untuk yang nama nya AHOK karna AHOK di nilai sudah berbuat dengan tidak berprikemanusiaan dan memperlakukan masyarakat asli betawi seperti orang asing di tanahnya sendiri.by : Ken



Oleh : Syukron Mahmun

Machiaveli adalah anak zaman renaisans Eropa tepatnya 1467- 1527M. Para sejarawan hampir seluruhnya menyatakan begitu pentingnya masa renaisans bagi peradaban eropa dan barat. Renaisans lahir dan tumbuh hasil dari masa kelam Rusade War (Perang Salib) namun eropa khususnya italia dan kawasan mediterania begitu hebat memanfaatkan situasi perang salib sebagai gerakan intelektual mempelajari dan mentransformasi warisan intelektual yunani-romawi dalam terjemahan-terjemahan bahasa arab dan gerakan kontak lalu lintas perdagangan dan merkantilisme justru begitu intensif. Renaisanse juga melahirkan pertikaian diskursus agama dan ilmu pengetahuan yang membuahkan tirani kekuasaan terhadap para cendikiawan kontra kekuasaan gereja.

The prince sebagai salah satu karyanya yang ingin menyampaikan penolakannya terhadap aquinas atas karyanya the government of princes dalam relasi kekuasaan, moralitas dan agama bahwa segala kebajikan, agama, moralitas justru harus dijadikan alat untuk memperoleh dan memperbesar kekuasaan, namun tetap mempertahankan ritus-ritus ibadah keagamaan sebagai tujuan untuk memelihara dari kebobrokan (korupsi). Dari berbagai karyanya yang monumental seperti the prince, the discourses, history of florence, art of war, dialogue on language, discourses upon lyvi ada beberapa poin-poin pemikiran atas karyanya yang relevan atas tema yang penulis hadirkan, diantaranya yaitu :

Pertama, dalam mempertahankan kekuasaan harus membumi hanguskan seluruh keluarga penguasa lama untuk menghindari benih-benih ancaman terhadap kekuasaannya.

Kedua, melakukan ekspansi kolonialisasi. Dalam ekspansi kolonialisasi, machiavelli membolehkan cara-cara keji dan kejam namun jangan terlalu sering agar ada jeda dan ruang membangun simpati dan dukungan kembali dengan memberikan fasilitas agar rakyat memiliki ketergantungan kembali.

Ketiga, kekuasaan harus diperkuat dan dipersenjatai kekuatan militer, menurutnya kekuatan militer merupakan basis penting seorang penguasa negara.

Keempat, aparat kekuasaannya dan aparat militer harus selalu disiplin dan terbiasa hidup dengan cara keras. Dengan demikian tubuhnya akan terbiasa dengan penderitaan.

Kelima, penguasa perlu mempelajari sifat-sifat terpuji dan tak terpuji guna dapat memetakan dan menghadapi lawan politik dan rakyatnya dengan cara halus (sifat manusia) atau kasar (sifat binatang).

Poin-poin serakan pemikiran Machiavelli sengaja penulis batasi guna mengambil relevansi konteksitas Jakarta yang semakin sesak dengan agitasi para kontestan termasuk petahana beserta para suporternya yang hendak memperebutkan kursi Jakarta satu di 2017. Jakarta, bukanlah Negara kota yang di gambarkan oleh Plato juga bukan kota yang baru jika mengambil hari kelahirannya yang ke-590. Ia dirancang oleh berbagai rezim,  juga digambarkan rakyatnya (kaum betawi-red) adalah hasil meltingpot entitas etnisitas dunia dan hingga hari ini haruslah kita sandarkan referensi kita pada pusat Badan Statistik 2015 bahwa masyarakat jakarta berjumlah .. dan mengacu jumlah pemilih PILKADA 2012 berjumlah  ..
Dalam konteks suksesi kekuasaan pemerintahan DKI 1 melalui jalur PILKADA, Jakarta baru dua kali  mengalaminya namun telah memiliki 3 tipikal kepemimpinan Gubernur yaitu Fauzi Bowo, Joko Widodo dan Bambang Cahaya Purnama ( Ahok). Bila kita ditinjau kembali melalui alur sejarah pra kemerdekaan maka jakarta telah pernah dipimpin oleh  Gubernur Jendral.

Jakarta merupakan pusat pembangunan Indonesia terutama di saat rezim orde baru, proses desentralisasi melalui otonomi daerah sebagai wujud pemerataan pembangunan Indonesia yang dilanjutkan dengan membangun Indonesia melalui pinggiran atau program desa membangun belum juga mengurai jumlah penduduk Jakarta, karena Jakarta adalah Pusat Pemerintahan, Pusat Bisnis, pusat kebudayaan, pusat pertahanan negara. Justru Jakarta terus berpeluang membuka potensi bertambahnya jumlah penduduknya melalui pembangunan seribu tower RUSUN dan APARTEMEN.

Bahaya Neo Machiavelisme di Jakarta merupakan refleksi atas tipelogi kepemimpinan yang sedang di lakukan oleh Gubernur Basuki Bambang Cahaya Purnama atas perilaku dan komunikasi politiknya. Gambaran lima poin di atas menjadi cetak buram Jakarta beberapa dekade terakhir melalui realitas perilaku dan komunikasi politiknya di lapangan. Kepemimpinan ahok di jakarta seharusnya menjadi pembuka lembaran sejarah baru atas ;

Pertama, transformasi budaya organisasi perusahaan yang disiplin, efesiensi, target oriented, akuntable namun menghargai dan menghormati nilai-nilai dan prinsip-prinsip ketatanegaraan karena ahok menjabat Gubernur bukan seorang CEO.

Kedua, transformasi pluralisme karena keberadaan ahok menjadi pemimpin Jakarta yang mayoritas beragama Islam.

Ketiga, transformasi budaya karena salah satu kekayaan Jakarta adalah adanya beragam ras dan suku yang tidak hanya dari nusantara dan budaya tionghowa begitu melekat pada unsur dan instrumen budaya betawi selain budaya arab dan eropa.

Keempat, transformasi supremasi hukum karena jakarta adalah pusat pemerintahan dimana seluruh kantor pusat penegakan supremasi hukum berada di jakarta dan ahok seharusnya menjauhkan keluarganya dan orang-orang yang dianggap mempunyai kepentingan besar terhadap kebijakan dan kewenangan yang diberikan oleh negara.

Beberapa peristiwa dalam dekade terakhir bukannya membuka lembaran sejarah baru sebagaimana zaman renaisanse sebagai pembuka peradaban barat namun justru ahok membuka tabir jakarta kedalam bahaya neo machiavelisme. Hal tersebut dapat kita lihat pada :

Pertama,  gaya komunikasi ahok yang seolah seorang destrayor bukan seorang negarawan, umpatan terhadap lawan politiknya terutama mitra kerjanya di legislatif hampir seluruhnya dibumi hanguskan, hingga instrumen negara seperti partai dan BPK tanpa argumentatif yang berkualitas dilontarkan secara membabi buta. Bahasa binatang kepada anak buah dan rakyatnya yang dianggap berbeda dan salah, seringkali menjadi makian bukannya dilakukan dengan komunikasi rahmatan justru menjadi justifikasi pembenaran dirinya padahal ia seorang pemimpin yang seharusnya mengedepankan dan mencontohkan equel of law dan praduga tidak bersalah.

Kedua, proses penggusuran beberapa wilayah di jakarta disinyalir mirip dengan proses ekspansi kolonialisasi ala machiavelli, penggusuran dilakukan dengan cara tidak manusiawi (keji dan kejam) tanpa membangun komunikasi intens guna membangun kesadaran dan solusi mufakat bersama. Serta tidak menghargai penguasaan dan kepemilikan hak atas tanah orang yang digusur. Dan lebih berbahaya disinyalir bahwa area-area penggusuran paksa adalah target areal pembangunan mitra pengusaha dan atau areal penghubung dan atau view pembangunan gedung komersial. Dalam setiap penggusuran ahok membawa angin sorga dengan menghadirkan rusun sebagai tempat tinggal yang lebih manusiawi, ataupun memberangkatkan umrah muadzin dan merbot dari dana CSR guna membangun simpati dan ketergantungan kembali. Pasukan orange dan para pegawai honorer di DKI Jakarta dimanusiakan honorariumnya juga bukan tanpa pesan kepentingan, dan menjadi konsumsi publik bahwa pasukan orange dimintakan KTP-nya guna membantu kawan ahok dalam mensukseskan pengumpulan KTP guna pencalonanan bakal calon gubernur DKI melalui jalur independen.

Ketiga, kekuasaan ahok selalu menggunakan instrumen aparat militer sebagai basis pertahanan dan ekspansi kolonialisasinya, hal yang ironis pada proses penggusuran dimana instrumen aparat TNI turut serta dalam barisan penggusuran dan penyelaman gorong-gorong guna mengecek sumbatan dilakukan oleh aparat elit TNI AL. Penggiringan dan hegemoni aparat polisi dan militer bukan tanpa cek kosong, hal tersebut dapat dilihat dimana aliran dana CSR membangun infrastruktur berupa gedung parkir kantor kepolisian di duga menjadi mahar hegemoninya. Seharusnya dana CSR lebih diarahkan pada pembinaan dan pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat jakarta.

Keempat, ahok membangun sistem pembagian tugas dan target orientasi para bawahannya sebagai bentuk disiplin, bentuk disiplin tersebut lebih diutamakan untuk memantau proses ketertiban lingkungan terutama hama-hama PKL yang menggganggu keindahan Jakarta, waspada banjir dengan normalisasi selokan dan aliran air setiap sudut kota dan kampung. setiap moment penggusuran dan eksekusi atas kebijakan yang tidak populis adalah uji loyalitas para bawahannya terhadap rezim tiran ahok sebab setiap proses penggusuran yang berdampak perlawanan besar, ahok selalu absen di lapangan. Loyalitas dan kepatutan disiplin atas target operasi yang telah diberikan dengan ketulusan oleh anak buahnya lebih banyak tidak berikan penghargaan justru makian dan cacian bila tidak sesuai selera atas target operasi bukan ukuran SOP atas pembangunan etika dan disiplin aparatur sipil negara. Banyak argumentatif yang berkualitas dan membangun yang dapat disampaikan oleh setiap anak buahnya baik di lingkungan pemda maupun di BUMD yang mengundurkan dirinya dari jabatan strategis besar maupun kecil dilingkungannya, bukannya mereka tidak mampu memberikan energi perubahan besar, target cepat dan tekanan yang tak nyaman sebagaimana selera dan advice ahok namun mereka lebih tidak nyaman atas proses komunikasi buruk yang menjadi tipikal bawaannya ahok.       

Kelima, ahok juga manusia yang memiliki keyakinan keagamaan. Sifat-sifat manuasi yang terpuji dan buruk yang menjadi tanda atas peringai dan karakter ketimuran. Sifat-sifat terpuji menjadi pedoman dalam bermasyarakat dan bernegara. Sikap tegas dan bersih ahok oleh para pendukung dan simpatisannya dijadikan modal  kampanye dan ekspose citra media. Sifat terpuji yang dimiliki ahok versi tim kampanyenya ala machiavelli inilah yang penulis duga, diarahkan menjadi trand tema penggiringan isu sara. Isu kepemimpinan non muslim dan isu pemimpin non muslim tidak dzolim menggiring kepada polarisasi taktik dan strategi serta pengalihan isu-isu besar Jakarta yang seharusnya ditangani secara profesional, manusiawi dan di proses dengan penegakan supremasi hukum. 
Kelima poin diatas hanya bagian kecil dari tanda-tanda bahaya tiran ahok ala neo machiavelli. Ahok adalah anak zaman peradaban tehnologi yang tentu gaya tiran neo machiavelli mempunyai sentuhan dan gaya berbeda dari penganut sebelumnya seperti adolf hitler, benito mussolini dan franco. Itulah tugas tim tingtang politiknya membangun, membentuk dan mengarahkan strategi politiknya membuka dan mengamankan jalur oligarki atas ambisi kepentingan ekonomi para cukong yang ingin mempertahankan kekayaannya di Jakarta dan ingin ekspansi ke sudut nusantara. Maka Jakarta menjadi barometer karir politik ahok dan relasi oligarki kekuasaan ekonomi di 2017 dan terus melanjutkan oligarki kekuasaan ekonomi dan politik di 2019 atau 2024. Babak baru jurus bumihangus rakyat jakarta khususnya masyarakata Betawi melalui program Bebas biaya PBB dibawah 1 Milyar adalah program kamuplase para Oligarki yang ingin menguasai tanah-tanah Jakarta.  Juga program e-budjeting di duga adalah cara halus dari skenario besar menyingkirkan pengusaha lokal dan kelas menengah yang mempunyai integritas dan komitmen membangun Jakarta bersih dan berwibawa. Belum lagi banyak pihak yang menyangsingkan kebobrokan supremasi hukum yang berkaitan langsung dengan dugaan skandal mega korupsi ahok.

Gus Mus saat ditanya tentang bahaya rokok oleh aktifis anti tembakau, Beliau menarasikannya hingga kesimpulannya gusmus menyampaikan bahwa “yang paling berbahaya dari seorang manusia bukanlah paru-paru atau jantungnya melainkan pikiran-pikirannya”. Lantas, selanjutnya bila kita sandingkan machiavelli dengan adolf hitler, “lebih bahaya mana antara machiavelli dengan adolf hitler... Penulis tak menjawabnya di tulisan ini, hanya penulis ingat seorang sosok mantan gubernur yang begitu bersahaja, berkharisma dan berwibawa walau kumisnya dibentuk menyerupai hitler dan ditempa di kampung hitler namun Beliau tetap berwatak, berprilaku dan berkomunikasi ala masyarakat Jakarta, Beliau tidak harus menjadi seorang berwatak Adolf Hitler.   

* Penulis adalah pengamat politik GODEL Institute

pemikiran seorang tionghoa (bukan sekedar cina) yg rasionalis,, layak dibaca!... mudah2an makin banyak kawan tionghoa yg insaf dari tipudaya racun politik murahan si jamban - si bom waktu tragedi rasialis - si akong!....
====================///

GALILEO GAMBIT
by Zeng Wei Jian

Ahok adalah fenomena terbalik dari "Galileo Gambit". Bila dahulu, Galileo dihujat Gereja Kristen akibat teori heliosentris, Ahok dipuja-puja sebagai mesias oleh kelompok Kristen Protestan di Indonesia. At the end, Galileo dinyatakan benar. At the end, Ahok akan dinyatakan salah. Keduanya akan berakhir dengan cara serupa. Sama-sama disalah-tafsirkan oleh kaum yang sama; Kristendom.

Sebelum sesat, saya mesti katakan bahwa saya tidak sedang menyama-nyamakan antara "bapak ilmu pengetahuan" sebesar Galileo Galilei dengan politisi kariris macam Ahok.

Ahok, sebagian orang bilang dia koruptor dan politisi kardus, terlalu microscopic bila dibandingkan seorang Galileo. Jadi saya tidak sedang menghina figur pujaan saya; Galileo Galilei. Saya bukan ahoker bayaran yang tidak punya malu menyama-nyamakan Ahok selevel Sadiq Khan, Walikota London yang baru saja terpilih.

"Galileo Gambit" adalah sindrom kesalahan persepsi. Ini yang mau saya katakan kepada kelompok minoritas Kristen di Indonesia. Anda keliru bila mendukung Ahok dan mengidentifikasi sosok Ahok sebagai representatif dari pemimpin Kristen. Apa lagi bila dikatakan bahwa ia adalah "mesias". Mesias kok barter proyek reklamasi Teluk Jakarta.

Saya gembira saat mengetahui bahwa sebenarnya 80% anggota Perhimpunan INTI (Indonesia-Tionghoa) menarik dukungannya terhadap Ahok. Benar kata Lieus Sungkarisma, Ahok bikin rusak citra etnis Tionghoa di Indonesia. Komunitas etnik Tionghoa mampu rasional dan tidak terperangkap jebakan "borrowed glory" atau logical fallacy yang disebut "honor by association".

Bukankah kesuksesan Ahok menunggangi Jokowi sehingga Ahok menjabat Plt Gubernur adalah sukses pribadi si Mesias dari Belitong island. Itu ngga pernah jadi prestasi si Aheng. Aheng tetaplah si Aheng, tukang bakmi di pinggir jalan Petak Sembilan.

Moralitas si Aheng, paralel dengan kemiskinannya, juga tidak dicemari oleh dosa-dosa politik Ahok lengkap dengan kekasaran dan kekurang-ajarannya. Ahok berani menghina Pa Amien Rais sebagai "orang tua pikun". Jelas Aheng ngga bertambah tajir karena Ahok memakai adiknya, Fify Letty, sebagai lobbiest antara Pemprov & Yayasan Sumber Waras. Aheng tetep dagang bakmi.

Bila Aheng bisa rasional, ternyata tidak bagi si Caroline (etnik Batak, tinggal di Medan-Sumut), temannya si Meiske Debby Warouw. Sekalipun bukan Hoakiao seperti Aheng, Caroline tetap irasional membela Ahok.

Saya kaget saat mendapati banyak sekali warga Medan, Manado dan Papua menjadi die-hard pembela Ahok. Menurut ahli tata kota-cum-arsitek Marco Kusumawijaya, 80% buzzer ahoker di dumay bukan warga DKI-Jakarta. Rupanya mereka beragama protestan, sama kayak Ahok.

Saya merinding menonton video kotbah seorang pendeta di dalam gereja. Glorifikasinya terhadap sosok Ahok kebablasan hingga hanya pantas dicibir.

Namun ternyata, hasutan religi ini adalah pupuk baik bagi dimensi irasional manusia.

Di saat figur sekelas Menteri Kordinator nyatakan Ahok tukang bohong & berbagai bukti valid nan otentik seperti rekaman video aksi verbal abuse Ahok, saking irasionalnya, Caroline tetap menulis komen di wall FB saya: "Ahok ramah".

Saya pancing dia. Saya reply "ramah nenek luh". Di bawah komen, saya pasang meme Ahok dengan mulut terbuka seperti mimik seseorang yang sedang memaki. Ada grafiti: "tai lu, bangsat lu, goblok lu, nenek lu".

Caroline langsung meledak. Dia menghujat saya. Dia bilang, "Kurang ajar kamu. Apa kamu Zeng Wei Jian tidak pernah diajar sopan santun oleh nenek moyangmu?"

Saya bilang saya hanya meniru kata-kata gubernurmu: Ahok.

Caroline speechless. Sampai sekarang dia raib. Bagi saya, Caroline, dan mungkin semua ahokers, mempraktekan "double standard". Dan biasanya, salah satu ciri kaum amoral adalah double-standard.

Saya berharap semua orang, terutama kelompok Nasrani, bisa rasional dan proporsional dalam melihat fenomena Ahok. Dia cuma politisi biasa. Mendukung Ahok atas landasan irasional akan direspon pula dengan irasionalitas kelompok anti ahok. Situasi ini bisa memicu konflik yang tidak perlu. Karena irasionalitas itu selalu identik dengan "ngeyel". Dan itu sangat menyebalkan.

THE END

JAKARTA-KOBAR.ID,Kambing hitam bermakna fihak lain dalam suatu peristiwa sebenarnya tidak bersalah, tetapi dipersalahkan, dijadikan tumpuan kesalahan atau mempersalahkan, menuduh bersalah.  Padahal dia sendiri berbuat. Istilah kambing hitam biasanya merujuk pada suatu peristiwa tidak ditemukan atau belum diketahui sebab sesungguhnya atau dengan sengaja menuduh atau menunjuk fihak lain sebagai sebab atau fihak lain melakukan kesalahan sehingga dirinya terbebas dari tuduhan atau sangkaan atas apa saja telah dilakukan. 

Dalam psikologi dikenal teori proyeksi,  yakni bentuk pertahanan diri dengan cara mengalihkan atau memindahkan sebab kegagalan atau tidak tercapainya suatu keinginan kepada luar dirinya bisa berupa fihak lain, benda, situasi bahkan hal-hal supranatural.  Menyalahkan fihak lain atau sesuatu bisa disalahkan dalam upaya menghindarkan diri dari tuduhan kesalahan atau menghindari dari hukuman karena kesalahannya.  Prinsipnya bisa membuat dirinya puas, atau bisa menghilangkan kecemasan karena dirinya tidak jadi menanggung malu atau mendapat hukuman. Akhirnya,  fihak lain justru menjadi korban. 
Bentuk pertahaan diri ini melibatkan   “penipuan diri”, tetapi tidak bisa menghilangkan kecemasan secara tuntas.   Didapatkan hanyalah kepuasan sementara dan bahkan menambah kecemasan. Mengapa?   Karena dirinya selalu berpura-pura tidak melakukan apa dituduhkan kepada fihak lain serta memendam kecemasan suatu saat kesalahannya akan terbongkar atau fihak lain mengetahui sebenarnya dirinya melakukan. Maka, kecemasan terus berlangsung pada dirinya.

Ahok selaku Gubernur DKI Jakarta, suka kambinghitam fihak lain. Berdasarkan teori proyeksi, suka kambinghitam ini merupakan bentuk “penipuan diri” untuk bisa menghilangkan kecemasan diri. Kambinghitam pihak lain merupakan cara mengalihkan atau memindahkan sebab “kegagalan” atau “tidak tercapainya suatu keinginan “ dari dirinya kepada fihak lain. Data dan fakta dibawah ini dapat menjustifikasi penilaian bahwa Ahok suka kambinghitam  fihak lain sebagai bentuk “penipuan diri” dimaksud.

Dari sisi politik demokrasi, sesungguhnya suka kambinghitam fihak lain merupakan cerminan rendahnya tanggungjawab (akutabilitas public)  sebagai penguasa negara. Lazimnya, ini merupakan perilaku politik penguasa negara fasis dan otoriterian.

Beberapa data dan fakta Ahok suka kambinghitam antara lain:
1. Banjir DI kawasan Jalan Merdeka Selatan atau sekitar Istana Merdeka, Jakarta,  karena PLN mematikan aliran listrik. 
2. Banjir karena ada sabotase kulit kabel.
3. Kalau Banjir datang karena ada permainan “Oknum”.
4. Kemenpora sebagai penghambat pembangunan MRT.
5. BPK “ngaco” terkait Opini BPK terhadap Ahok sebagai Opini Wajar dengan Pengecualian (WDP).
6. Saat terjadi wabah demam berdarah di DKI Jakarta. Ahok kambinghitamkan Nyamuk Bekasi Gigit Warga DKI Jakarta.
7. Tak bisa menyelesaikan masalah, diterbitkan Pergub.
8. Larangan Pengajian di Monas karena Pedagang Kaki Lima (PK5).
9. Gagal mengembangkan Transjakarta, Direktur   dipecat.
10. Kalau gagal sebagai calon perorangan dalam Pilkada 2017 karena KPU tidak professional.
11. Gagal atasi banjir di Jakarta Utara, dituduh Walikota Jakarta Utara, Rustam Effendi, pro Yusril sebagai Bacalon Gubernur DKI.  
12. Koran Tempo ungkap terima uang miliyaran rp untuk kasih aparat keamanan gusur paksa rakyat Kalijodo, tuduh Koran Tempo "jahat' dan ada yg bocorkan dokumen di KPK, bahkan sesumbar mau tuntut Koran Tempo dan Pengembang Podomoro.
KESIMPULAN: Prilaku Ahok suka kambinghitam pihak lain  sesungguhnya menjadi salah satu alasan, bukan satu-satunya, Ahok tak layak untuk lanjut sebagai Gubernur DKI Jakarta.  Oleh MUCHTAR EFFENDI HARAHAP (Ketua NSEAS, Network for South East Asian Studies), Edisi 14 Mei 2016. 

JAKARTA-KOBAR.ID-oleh : JAMRAN
Miris mendengar kasus seorng pengusaha dari Kediri Jawa Timur yg telah memperkosa anak2 wanita dibawah umur yg berjumlah kurang lebih 50 orang, yg herannya ini telah berlangsung lama tanpa pernah tersentuh oleh hukum, begitu kuatnya sang "aseng" ini sampe birokrat disanapun diam tanpa mau membela hak2 rakyat kecil yg telah rampas harga dirinya. Kebetulan hampir semua yg menjadi korban adalh msyarkat miskin yg tdk berdaya atas perlakuan sang "predator" yg kebetukan juga adalh pria keturunan cina di kediri. Ironis memnag ketika HUKUM & KEKUASAAN telah di sandera o/ sebuah kekuatan PENGUSAHA HITAM tentunya akan menjadi sebuah malsah besar manakala KEADILAN sangat dibutuhkan, pedang HUKUM menjd tumpul, KEKUASAAN pun tak mampu digunakan, maka RAKYAT semakin menderita dlm ketepurukan, sdh miskin masih pula kehormatannya dicabik2.

Demikian pula kasus di JAKARTA, kekuasaan pusat tidak mampu mengendalikan AROGANSI pemerintah DKI Jakarta, KPK sdh tidak mampu utk melakukan yg terbaik buat negeri ini. Komisionaris KPK hanya mampu memanggil utk memenuhi & meredam emosi masyarakat yg menanti keadilan di ujung cerita dr semua problema yg ada di Jakrata.

Kesamaan dr kisah diatas adalh, bahwa ketika para pengusaha memasuki arena HUKUM yg mereka sdh mampu melakukan pembelian akan kasus makanya yg menjd korban adlah RAKYAT khususnya mereka2 yg hidup dibawah garis kemiskinan yg seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah utk melindungi justru sebaliknya menjadi PREDATOR bagi rakyatnya.

Sang PREDATOR yg menjadi penguasa memang sangat mengerikan, tdk ada rasa takut, rasa kasihan, rasa iba maupun empati. Semua hanya kepentingan2 pengusaha yg sdh membeli utk kepentingan & keuntungan mrk. Kamufalse sang predator mampu ditutupi & dikemas dalam bungkus yg rapi yg dinamakan PEMBANGUNAN, dengan cara yg demikian mereka bersama2 akan mampu memberikan jarak bahkan menyingkirkan kemiskinan didaerah yg memang akan menjadi penjara bagi rakyat miskin, melihat in saya ingat akan film2 barat, bgm REZIM bersama PENGUSAHA membangun tembok besar utk wilayah yg memnag diperuntukan rakyat2 miskin tanpa mereka bisa menikmati pembangunan modern.

Mari lah kita berpikir rasional dgn melihat semua masalah yg ada saat ini di Jakarta dgn kaca mata hati, yg menjunjung tinggi nilai2 kemanusiaan, marilah kita bersama2 melwan keksuasan yg telah berasatu dengan pengusaha yg menginginkan Jakarta menjadi milik mereka dgn mengatas namakan PEMBANGUNAN, impian menjadikan JAKARTA spt kota2 maju di ASIA memang adalah impian kita semua, tapi bkn berarti kita harus menyingkirkan sejarah berdirinya kota ini serta menghancurkan saudara2 kita yg hidup di bawah garis kemiskinan dan melenyapkan sebuah ciri2 dari kehdupan dipantai teluk Jakarta.

Aseng sang predator dr kediri harus kita tuntut bersama2 agar segera ditahan dan dihukum seberat2nya, demikian pula SANG PREDATOR PENGUASA dari Jakarta pun hrs dipenjarakan karena jelas2 telah melakukan manifulasi, pembohongan publik serta menggusur rakyat miskin dr habitatnya tanpa dasar yang jelas.

Kebersmaan memperjuangan kebenaran akan menjadi kuat karena HUKUM tdk akan bisa melawan kekuatan RAKYAT yg bersatu. Bgtu pula rakyat akan berhadapn dgn PENGUASA yg zholim manakala lembaga yg di harapkan tdk bernyali melawan KEZHOLIMAN maka lagi2 kekuatan bersatunya RAKYAT lah yg akan mampu merobohkan semuanya.

Ayo Rakyat JAKARTA kita bersatu, membangun kekuatan, kita rebut JAKARTA, dan kita kembalikan JAKARTA menjd kota yg modern, manusiawi serta nyaman utk rakyatnya....

Bersatunya RAKYAT melawan kezholiman adlh kemarahan TUHAN terhadap kekuasaan yg munafiq.

Jakarta, 13 Mei 2016

JAKARTA-KOBAR.ID Sebuah Renungan...
Belanda itu orang Asing yg jajah Indonesia dengan TOPENG Company n Perdagangan
Pribumi yg melawan VOC pda saat itu diCAP Extremis n Inlander

dulu raja2,bupati demang dan tokoh2 serta saudagar pribumi kala itu menyambut baik bahkan dengan tangan terbuka..
meski ada raja2 yg menolak

setelah VOC pelan2 mengambil hati Pribumi dan mereka semakin kuat kuasai ekonomi mereka mulai lanjutkan dngn pembangunan Infrastruktur

setelah infrastruktur terbangun mereka mulai membuat koloni pemerintahan yg masih memakai pribumi2 untuk didudukkan sebagai pejabat2..

belanda semakin kuat secara ekonomi,perdagangan dan dipemerintahan...
lalu kesadaran pribumi bangkit..
dan mulai bersuara dan melawan

Pribumi yg bersuara dan melawan ini lalu diCAP sebagai Pemberontak/Extrimis n Inlander
Pribumi ditanah tumpah darah sendiri diCAP seprti itu

silahkan jika ingin terus LEMAH dan BODOH tidak memahami sejarah tengah berulang kembali..
bukan oleh belanda...
melainkan oleh China.!!

kini Pribumi Siapa pun yg bersuara/melawan Dominasi n penguasaan Negara China dlm perdagangan n Ekonomi NKRI diCAP RASIS,SARA n INTOLERAN..!

gak heran dulu pun banyak Pribumi yg jadi Pemuja dan Pendukung VOC...
belum ada Twitter pada saat itu jd blm ada istilah akun2 Buzzer..

@mata_indigo

BANTEN-Kobar.id-purnawirawan TNI, Mayjen (Purn) H. Ampi Nurkamal Tanudjiwa. Mantan Wadan Kodiklat TNI yang terakhir menjabat anggota DPR dari Fraksi ABRI ini , Siap Meramaikan Bursa pemilihan Calon Gubernur Banten, Beliau dianggap sebagai Calon yg Tepat Untuk memimpin Banten saat ini, Beberapa kalangan mulai dari Ulama ,Tokoh-tokoh masyarakat dan semua Element Siap Mendukung Ka Ampi sapaan Akrab beliau di Banten untuk menjadi Gubernur Banten periode 2017-2022.

Ditanya disela-sela kesibukannya  "Ka Ampi" sapaan Akrab beliau

Apa yang mendorong Ka Ampi untuk turut ambil bagian di Pilgub Banten sekarang ini?, Beliau cukup singkat dan padat menjawab pertanyaan kami,

“Gawe Kuta Baluwarti Bata Kalawan Kawis” (Babad Banten Pupuh XXII), yang artinya secara lughowi adalah : Membangun Kota dan Benteng dari Bata dan Karang, sedangkan secara filosofis adalah : Kota dan Benteng pertahanan adalah sebagai ciri damai dan harga diri pribadi pada masyarakat Banten, Bata dan Karang adalah simbol Kreatifitas dan dinamisasi kerja dengan semangat gotong royong.

Saya ingin Mewujudkan kembali Banten sebagai Benteng Religius dan pusat peradaban Islam yg didukung oleh kekuatan bahari, pusat industri strategis serta guna mendorong pertumbuhan agroindustri dan pertanian rakyat melalui sektor jasa dan perdagangan menuju era globalisasi, 

Tidak lupa beliau juga Mohon doa restunya kepada seluruh Masyarakat Banten, dan Menghimbau untuk Menjaga Talisilaturahmi, 

"Kemenangan Rakyat adalah Kemenangan Kita semua"

JAKARTA-KOBAR.ID GERAKAN ANTI CINA DI DKI JAKARTA ERA REFORMASI

Oleh
MUCHTAR EFFENDI HARAHAP
(Ketua NSEAS, Network for South East Asian Studies)

PENGANTAR
Menjelang keruntuhan Rezim Orde Baru, terjadi Kerusuhan Mei 1998, bukan saja di Ibu Kota Jakarta namun juga di beberapa daerah. Kerusuhan Mei 1998 merupakan puncak terakhir gerakan anti Cina di kalangan kaum pribumi era Orde Baru.
Gerakan anti Cina dapat dikategorikan sebagai bentuk aksi kolektif. Aksi kolektif ialah tindakan bersama secara spontan, relatif tidak terorganisasi dan hampir tidak dapat diduga sebelumnya.
Pergantian penguasa negara era reformasi dari Suharto, ternyata tidak menghentikan atau menghilangkan begitu saja gerakan anti Cina sekalipun belum termanifetasi dalam konflik manifest (social unrest) seperti kerusuhan Mei 1998. 
Telah muncul indikasi gerakan anti Cina  di kalangan kaum pribumi kelas menengah dan atas. Indikasi munculnya kembali gerakan anti Cina di DKI Jakarta era reformasi, tidak bisa dihambat dan hanya momentum menentukan.  Sikap dan tindakan anti Cina akan menjadi fenomena konflik dan kekerasan (social unrest). Dalam aksi demonstrasi “Anti Ahok” 3 Mei 2016 lalu di Ibukota Jakarta, muncul spanduk bertuliskan “Ganyang Cina”.  Belakangan ini, muncul tulisan di beberapa jalan  berbunyi al: “Ganyang Cina”. Di dunia medos, juga  ada Blogspot  “Masyarakat Anti Cina Seluruh Indonesia”, merasa saat ini sudah merasa warga Cina sudah sangat keterlaluan dan mengarah kepada tindakan penjajahan  membahayakan kesatuan NKRI. Ada pla Group WA bernama “Gerbang Boemiputra”, acapkali memndiskusikan semangat anti Cina.
Pada level global, gerakan rasial dan anti Cina bermunculan,  membawa resonansi ke Indonesia. Fenomena ini bahkan muncul di negara terkenal sebagai negara demokrasi liberal dan penegakkan prinsip kesetaraan, diskriminatif, multikultural dan pluralisme. Indikasi terlihat dari kandungan kampanye Pilpres AS, Donald Trump. Golput di AS tertarik dan mendukung Donald Trump.  Di beberapa negara lain juga muncul  gerakan anti Cina seperti di Turkey, Jepang, Korea Selatan, Vietnam, Thailand, dan Malaysia.
Mencermati gerakan anti-Cina di DKI Jakarta era reformasi, terdapat beragam sebab, antara lain: 1. Kebijakan Penguasa Negara; 2. Kesenjangan  ekonomi kaum pribumi dan Cina; 3.Berulangnya sejarah anti Cina dan warisan turun temurun;  4. Perilaku Politik Gubernur Ahok; dan, 5. Globalisasi rasialis dan anti Cina sebagai “Semangat Zaman”.
II. SEBAB-SEBAB GERAKAN ANTI CINA DI DKI JAKARTA
Kebijakan Penguasa Negara
Sebab pertama, kebijakan penguasa negara dalam mengelola sumberdaya/kekayaan ekonomi. Kedekatan dengan penguasa, modal besar atau kuatnya jaringan dagang terbukti tak mampu membendung gerakan anti Cina di Indonesia.
Gerakan anti Cina hingga kekerasan memiliki beragam latar belakang, tetapi pada dasarnya hal itu terjadi sebagai akibat kebijakan penguasa negara  dalam mengelola sumberdaya/kekayaan  ekonomi.  Kerusuhan anti Cina sepanjang sejarah Indonesia tidak terlepas dari kebijakan penguasa negara, disamping terjadinya perkembangan sosial, ekonomi, dan politik di Indonesia sendiri.
Arti penting dari kerusuhan anti Cina tidak hanya, kerusuhan-kerusuhan itu sering terjadi, tetapi juga karena karakter masyarakat dan struktur ekonomi  dibangun penguasa negara. Hubungan tidak harmonis antara etnis Cina dan pribumi sebagai akibat politik rasialis penguasa negara menumbuhkan prasangka-prasangka terhadap Cina. Perbedaan kultural Cina dan Pribumi  disertai kurang intensnya interaksi diantara kedua etnis itu turut memperlebar jarak di antara keduanya.  Kedekatan Cina dengan penguasa negara menumbuhkan pendapat bahwa mereka juga berprilaku rasialis. Hal ini dikuatkan dengan kondisi sosial masyarakat  terjadi selama itu yaitu Cina memiliki kekuasaan dan pengaruh  besar khususnya dalam kehidupan ekonomi masyarakat.
Perkembangan politik  terjadi turut mempengaruhi hubungan tersebut. Kedekatan dengan penjajah, kesejahteraan  lebih baik dan sikap pasif Cina atas perjuangan kaum pribumi menjadikan pihak pribumi menganggap bahwa Cina adalah bukan bagian rakyat Indonesia dan bahkan bagian dari fihak “penjajah” asing. Sehingga ketika terjadi kegoncangan politik maka Cina menjadi sasaran tindak kekerasan kolektif.
Di lain pihak, kalangan pribumi merasa dimarginalkan, disingkirkan, diabaikan oleh pengusaha negara. Terjadilah “kesenjangan”  pemilikan kemampuan ekonomi sangat kontras antara si kaya Cina dan si miskin Pribumi. Hal ini bukanlah karena Pribumi tidak memiliki kemampuan ekonomi serta keterampilan produksi, akan tetapi pemarginalan, penyingkiran dan pengabaian kesempatan mendapatkan kepercayaan modal. para bank  pelaksana milik Cina tidak memberikan modal ke Pribumi, lebih mengutamakan Cina.
Kebijakan penguasa negara mendekati negara Cina pernah mendorong munculnya gerakan anti Cina di Indonesia. Pada era pemerintahan Soekarno, gerakan anti Cina ini telah muncul, terutama memasuki dekade 1960-an. Ketika itu, para pihak anti China  mengecam kedekatan pemerintah Soekarno dengan China  Komunis. Kini kalangan pribumi juga mulai mengecam kedekatan Pemerintah Jokowi dengan RRC (Republik Rakyat Cina) karena antara lain merugikan rakyat Indonesia.
Berdasarkan pengalaman Orde baru, Pribumi klas menengah dan atas menilai, pada era reformasi ini kian tejalin hubungan kerjasama antara penguasa negara dan pengusaha China. Hal ini  akan mengembalikan posisi penilaian seluruh rakyat Indonesia di era Orde Baru. Pengusaha Cina selalu mendapatkan perhatian penuh dari para penguasa negara serta dukungan penuh dari perbankan Nasional. Padahal penguasa Cina dunia perbankan  membuat posisi keuangan negara Indonesia terpuruk dan bahkan mengalami krisis ekonomi sangat berat di tahun 1998. Para penguasa Cina ini mengemplang ribuan triliun rupiah (Kasus BLBI). Para Bank pelaksana milik penguasa Cina menyalahgunakan peruntukan wajar dalam penyaluran kredit dan hanya disalurkan sepihak kepada aktifitas produktif ekonomi milik mereka sendiri. Pada saat menjelang kejatuhan Soeharto, sebagian besar penguasa Cina ini melarikan diri ke Singapura, Hongkong dan RRC. Di mata pribumi, telah terjadi ketimpangan sangat mencolok penguasaan kekayaan dan pendapatan nasional. 
Kebijakan Pemerintah Jokowi ini menyebabkan tudingan bahwa penguasa negara  (Jokowi ) adalah kaki tangan China makin hari makin kencang  ditiupkan. Sebagai contoh,  Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengungkapkan puluhan ribu pekerja asal China sudah menyerbu Indonesia. Presiden KSPI Said Iqbal mengklaim berdasarkan temuan pihaknya di lapangan, puluhan ribu tenaga kerja asal Negeri Tirai Bambu itu tidak memiliki keterampilan. Mengaku tidak anti China, Said Iqbal menunjukkan fakta di lapangan,  pekerja RRC  tidak terampil dan tak punya skill, Pemerintah bisa berantas. Seperti tukang masak, operator mesin forklifts, puluhan ribu dari RRC  langsung.
Memperhatikan beberapa muatan informasi akhir-akhir ini, investasi China cukup besar bergulir dan masuk ke Indonesia beserta sejumlah tenaga kerja RRC masuk secara illegal untuk mendukung investasi China  satu paket dengan tenaga kerja RRC, membuat banyak masyarakat Indonesia terperangah dan kaget. Sejatinya, issu serbuan pekerja China ini merupakan issu  sudah berhembus sejak lama. Bahkan,sejak awal tahun 2015 issu  lebih ekstrim muncul, yakni eksodus besar-besaran jutaan buruh China ke Indonesia sejak Jokowi  terpilih sebagai Presiden. Seluruh issu ini memperkuat sentimen anti China di kalangan kaum pribumi.
Kebijakan penguasana negara mendorong gerakan anti Cina adalah keputusan proyek pembangunan Kereta Api cepat Jakarta-Bandung. Proyek  digarap oleh BUMN China, China Railway Construction Corp Ltd (CRCC) ini dianggap hanya menguntungkan China. Beberapa politisi DPR dan pengamat bahkan menganggap proyek ini merupakan bentuk “penjajahan” China terhadap Indonesia.
Selanjutnya kebijakan tiga bank milik negara (BUMN) yakni BNI,Bank Mandiri dan BRI memperoleh pinjaman dari China. Setelah itu, langsung muncul tudingan bahwa pemerintah Jokowi sedang menjaminkan tiga Bank BUMN itu pada RRC guna mendapat pinjaman US$3 miliar.
juga dibuktikan oleh pengkritik pribumi seperti banyak perusahaan China terlibat dalam berbagai proyek infrastruktur. Beragam proyek infrastruktur  menggandeng Negara Cina antara lain pembangunan 24 pelabuhan, 15 bandar udara (bandara), pembangunan jalan sepanjang 1.000 kilometer (km), pembangunan jalan kereta api sepanjang 8.700 km, serta pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 35.000 megawatt (MW). Juag terbukti, Jokowi mengusulkan agar transaksi perdagangan di kawasan ASEAN menggunakan mata uang China, Yuan. Akibatnya,  muncul tudingan bahwa Jokowi ingin menjadikan Indonesia bagian dari RRC Pemerintah Jokowi  adalah “antek RRC”.
Kesenjangan Ekonomi
Sebab kedua adalah Kesenjangan   ekonomi   antara Pribumi dan Cina. Kesenjangan ekonomi  ini terjadi   karena   warga   Cina   menguasai  perekonomian  negara  sampai  dengan  hampir  70  persen.  Padahal  secara  kultur  dan  populasi, warga  Cina hanya  berjumlah  sekitar 5 persen  dari jumlah  total penduduk  Indonesia.
Fenomena kesenjangan sosial  tampaknya  begitu  mewarnai  hubungan   antara   Cina   dan  Pribumi  di  Indonesia  sehingga  stereotip    di    antara    mereka    pun  kebanyakan negatif, padahal manusia  sebagai  makhluk  sosial  memerlukan  orang  lain  untuk  hidup  dan  berkembang.   Cina   dan   Pribumi  sesungguhnya ingin  hidup  berdampingan  secara  harmonis.  Sementara   itu      terjadi   antara  Cina   dan   Pribumi dalam  kehidupan  sehari - hari  belum  terjadi  proses     pembauran     seperti    diharapkan  serta  tampaknya  kurang  atau  bahkan  tidak  harmonis. Puncaknya, terjadi  pada  kerusuhan anti Cina,  Mei   1998.  
Kini DKI Jakarta di bawah Gubernur Ahok, tingkat kesenjangan ekonomi rakyat semakin melebar,  yakni dari sejak 2009 hingga tahun 2013, di mana posisi tertingginya 0,39 pada 2012, meningkat menjadi 0,43 pada 2014 dan terus menjadi 0,46 pada 2015 (BPS DKI Jakarta). Karena itu, dapat disimpulkan, dari indikator gini ratio, Ahok telah gagal mengatasi ketimpangan sosial di DKI Jakarta. Bahkan, ada gugatan atas angka gini ratio 0,46 ini.  Dianggap angka 0,46 ini semacam pembohongan publik. Angka kesenjangan sosial jauh lebih melebar, diduga mencapai 0,5 sampai dengan 0,6.
Dalam perkembangan  ekonomi     cepat,     mungkin  keadaan  ekonomi  semua  kelompok  meningkat  secara  pesat.  Kelompok  satu     mungkin     mengalami  peningkatan  lebih  baik  dibandingkan dengan kelompok lain,     sehingga     timbul     perasaan  kurang  di  antara  anggota  kelompok  kurang  tindak meningkat.  Pada  gilirannya hal ini dapat menimbulkan  antagonisme  terhadap  kelompok  meningkat pesat. Ini merupakan salah  satu   penjelasan   tentang   terjadinya  kerusuhan  anti Cina di Indonesia.  Ketidakpuasan   tidak   hanya   timbul  dari  kekurangan  objektif,  tetapi  juga  dari perasaan kurang secara subjektif   relatif lebih besar dibandingkan orang    lain    atau    kelompok    lain (relative   deprivation).   Bila   orang  merasa kurang dibandingkan kelompok      lain,   mereka   akan  mengungkapkan kejengkelan dalam bentuk antagonisme kelompok  kepemilikan kapital dan modal didominasi ras Cina.
Beberapa persepsi pribumi tentang kesenjangan ekonomi sebagai berikut.
Konglomerat Cina diperkirakan sudah menguasai 85 persen  kekayaan ekonomi Indonesia.  Pribumi menjadi jongos para tuan besar Cina. Hampir semua di Mal atau Supermarket di setiap kota, Cina  berdagang. Gedung perkantoran dikuasai Cina dan karyawan juga kebanayakan Cina. Eksportir hasil bumi keluar negeri dikuasai Cina. Pemilik toko dan tengkulak di perdesaan sudah dikuasai Cina.  Pemilik pabrik dan pengusaha besar adalah Cina.  Media cetak dan elektronik (TV)  dikuasai Cina. Jakarta Barat,  Jakarta Utara dan sebagian Jakarta  Pusat saat ini sudah dikuasai Cina, sedangkan warga asli pribumi  tersingkir. Toko toko Elektronik, Matrial bangunan dan Distributor bahan pokok juga umumnya dikuasai Cina.
Cina mereka sudah menguasai hampir seluruh asset ekonomi Indonesia. Bahkan, boleh dikatakan Cina sudah menguasai Indonesia dari Sabang sampai Marauke. Mereka sejak zamannya Soeharto hingga SBY selalu banyak mendapat kemudahan dari perbankan, dan akhirnya memeras rakyak dengan cara menaikan harga dagangannya, demi mendapatkan keuntungan berlipat-lipat, sehingga membuat rakyat bangkrut dan menjadi kere.
Saat ini sudah merasa Cina sudah sangat keterlaluan dan mengarah kepada tindakan penjajahan  membahayakan kesatuan NKRI.  mereka   mengaku juga sebagai Warga Negara Indonesia,  ternyata tidak lebih hanya memperkaya diri atau kelompok Cina  semata.
Kerusakan mental dan sosialpun selalu di mulai oleh orang orang cina seperti misalnya kebiasaan menyuap pejabat pemerintah, minum minuman kerasm narkoba, sex bebas, dsb. Pola hidup mereka ini selalu diikuti oleh masyarakat lain.

Berulangnya Sejarah Gerakan Anti Cina
Sebab ketiga adalah berulangnya sejarah gerakan anti Cina dan menjadi warisan turun temurun.  Kaum pribumi memandang “Cina” sebagai identitas melekat pada diri orang-orang dinilai “licik”, “arogan”, ‘sok jago”, “sombong”, “tertutup” atau “eksklusif “dan “tidak interaktif di masyarakat”.  Kebobrokan dan kehancuran moral  dan sosialpun selalu dimulai oleh orang-orang Cina.

Prilaku Politik Gubernur DKI Jakarta, Ahok.
Sebab keempat adalah prilaku politik Gubernur DKI Jakarta Ahok (ras Cina). Kalangan pribumi menilai prilaku politik Ahok menyakitkan. Hal ini akan  turut memicu ancaman konflik terbuka antara pribumi dan etnis Cina di Ibukota dan pada gilirannya akan beresonansi ke daerah-daerah seantero Indonesia ini. Perilaku politik Ahok secara terbuka menyakitkan ‘hati’ karena menggusur paksa kaum pribumi kelas bawah dan PKL. Dikesankan, Ahok lebih memihak pengembang Cina. Kini masih konflik laten, nanti bisa jadi konflik manifes kekerasan.
Berkali-kali Ahok berbicara kasar dan sembarangan membuat banyak orang tersinggung dan marah. Bahkan  terbaru Ahok menuding seluruh pejabat DKI bajingan dan munafik. Caci maki Ahok terhadap warga pribumi ini bukan pertama, tapi sudah tak terhitung banyaknya. Mulai dari ormas Islam seperti FPI dan Muhammadiyah  pernah dijulukinya sebagai Munafik, sampai anak sekolah dan pengendara motor  disuruhnya ditabrak mati saja jika melanggar aturan. Kebiasaan buruk dan arogansi Ahok ini mengundang gerakan anti Cina, dan memberikan pengaruh terhadap etnis Cina secara keseluruhan. 

III. GLOBALISASI RASIALIS DAN ANTI CINA SEBAGAI SEMANGAT ZAMAN
Selama era reformasi, masalah anti Cina tetap tidak terpecahkan. Perkembangan kapitalisme dan liberalisasi makin menambah kesenjangan sosial dan ekonomi antara kaya dan miskin.  Penguasa negara semakin berkolusi dan bahkan telah menjadi “penghamba” terhadap korporet Cina  melalui penerbitan kebijakan politik dan peraturan perundang-undangan menguntungkan korporet Cina ini. Bahkan, masalah anti Cina ini diperkuat lagi oleh globalisasi rasialis dan anti Cina.   Hal ini dapat dinilai, sebagai semangat zaman tak terhindarkan  munculnya gerakan anti Cina  lebih dahsyat bahkan menimbulkan kerusuhan sosial (social unrest).
Globalisasi rasialis dan anti Cina ditandai dengan tampilnya Calon Presiden AS, Donald Trump dari  Partai Republik. Trump menunjukkan diri sebagai lebih rasialis, berkampanye anti-imigran dan proteksionis perdagangan.  Trum berjanji, jika terpilih jadi Presiden Negara Adi Kuasa ini: (1)  Melarang orang Muslim masuk Amerika; dan,  (2) Bertekad untuk mendeportasi jutaan imigran illegal.
Sikap politik Trump ini ternyata mendapat dukungan tinggi dari Golput. Penelitian Reuters menunjukan, kemungkinan Trump bisa memenangkan Pilpres AS. Kemenangan itu bisa diperoleh melalui suara massa mengambang (floating mass) atau Golput. Orang-orang itu adalah mereka  sebelumnya tidak pernah ikut serta dalam proses Pilpres dan menolak memberikan suara mereka.
Di Turkey  gerakan anti China juga meletus. Sejumlah demonstrasi di Istanbul untuk menentang perlakuan pemerintah China terhadap minoritas Uighur beragama Islam. Pelancong Cina diserang dan diganggu.
Hubungan antara Turki dan Cina tegang setelah pemerintah negeri komunis itu melarang Muslim Uighur tinggal di Propinsi Xinjiang beribadah dan menunaikan puasa pada bulan suci Ramadan. Ratusan pengunjuk rasa menggeruduk kantor Konsulat Cina di Istanbul sambil membawa bendera dan meneriakkan slogan anti-Cina di luar gedung. Para pengunjuk rasa juga membakar bendera Cina. “Kaum Uighur adalah saudara kami. Mereka dianiaya karena imannya,” tutur Muhammet Gokce, 17 tahun,  mengenakan ikat kepala warna biru dengan kalimat “Warga Turki Timur Kalian Tidak Sendiri.”
Di Jepang gerakan anti Cina juga terjadi. Sekitar 1.400  warga Jepang melakukan aksi demo anti Cina. Organisasi konservatif kanan Jepang mengorganisir aksi demo itu. Hal diperkuat dengan sengketa antara Jepang dan Cina tentang Kepulauan Senkaku .
Di Korea Selatan, etnis Cina merupakan imigran terbanyak. Para imigran di Korea Selatan pada umumnya berasal dari negara-negara menengah ke bawah mencari peluang untuk kehidupan  lebih baik. Karena mereka datang dari negara-negara miskin, imigran di negara manapun biasanya disalahkan karena mencuri peluang pekerjaan bagi warga Korea Selatan itu sendiri, menyebabkan bahaya, dan membahayakan penduduk, serta mereka umumnya memiliki reputasi buruk. Juga, ketika seorang imigran dan warga pribumi melakukan kejahatan  sama, biasanya si imigran lah  akan disorot secara berlebihan dalam berita dan bukan si warga asli. Kebetulan, populasi imigran Korea didominasi oleh etnis Cina.  Banyaknya imigran Cina adalah salah satu alasan utama untuk rasisme Anti-Cina di Korea Selatan. 
Di Vietnam meledak gerakan anti Cina. Rakyat Vietnam sudah muak dan jijik dengan pendatang Cina, menjadi parasit, bahkan mereka mulai mau menjajah negeri Vietnam. Berbagai sektor mereka kuasai. Inilah  menjadi faktor meledaknya gerakan anti-Cina di Vietnam semakin besar.  Terjadi kerusuhan, dua warga Cina tewas. Seratus lainnya dikabarkan cedera. Beberapa insiden kekerasan terparah terjadi di Provinsi Ha Tinh, pantai tengah Vietnam. Perusahaan asing, khususnya dikelola warga Cina dan Taiwan, dibakar, dijarah, serta dirusak para demonstran. Kemarahan mereka dipicu oleh langkah Beijing membangun kilang minyak dan menyiagakan perlengkapan pengeboran di Laut Cina Selatan  diklaim kedua negara sebagai wilayah teritorialnya. Di Thailand juga indikasi anti Cina telah muncul.
Di Malaysia pada 1973 ada kejadian cukup berdarah-darah. Cina Malaysia mau menguasai ekonomi Melayu, tapi Mahathir Muhamad lebih membuat program 25 tahun. Akhirnya,  Melayu bisa menyaingi Cina ini sehingga hidup Melayu menjadi sejahtera.  Melayu di Malaysia berjumlah 50 persen lebih, Cina sebanyak 22,6 persen dan India 6,7 persen
Baru-baru ini muncul demontrasi “Bersih 4.0” di Kuala Lumpur, menentang PM Malaysian Najib Rajak. Sebagian besar didominasi etnis Cina. Sebagai reaksi atas demonstrasi mayoritas Cina itu, muncul  ribuan ras Melayu  turun ke jalan-jalan di kota Kulalumpur mencapai 30.000 demonstran pada Rabu 16/9/2015. Mereka menamakan dirinya sebagai Kelompok Kaus Merah pendukung pemerintahan Najib Razak, menuntut eksistensi di segala bidang untuk etnis Melayu dinegaranya sendiri.  Demo ini merupakan balasan dan tantangan terhadap demo “Bersih4 anti Najib” digelar sebelumnya.  Demo para Kaus Merah ini, sekaligus untuk membuktikan bersatunya kaum etnis Melayu di Malaysia.
Pribumi di Malaysia menentang dominasi Cina. Pribumi merasa keberadaan mereka terancan oleh keberadaan Cina. “Cara hidup Melayu kami terancam. Kami ingin, mendukung Melayu, Nadjib, dan memberitahukan Cina untuk tetap di tempat mereka”, tandas Faisal Nur (23 tahun), salah seorang demonstrator, kepada media massa. 
IV. KESIMPULAN
Di era reformasi gerakan anti Cina tidak menghilang begitu saja meskipun belum dalam konflik manifest (social unrest).   Indikasi munculnya kembali gerakan anti Cina, tidak bisa dihambat dan hanya momentum menentukan.  Sikap dan tindakan anti Cina akan menjadi fenomena konflik dan kekerasan.
Sebab munculnya gerakan  anti Cina, yakni: 1. Kebijakan Penguasa Negara; 2. Kesenjangan  ekonomi kaum pribumi dan Cina; 3.Berulangnya sejarah anti Cina dan warisan turun temurun;  4. Perilaku Politik Gubernur Ahok; dan, 5. Globalisasi rasialis dan anti Cina sebagai “Semangat Zaman”.
Gerakan anti Cina pada dasarnya terjadi sebagai akibat kebijakan penguasa negara  dalam mengelola sumberdaya ekonomi (kekayaan).  Kerusuhan anti Cina sepanjang sejarah Indonesia tidak terlepas dari kebijakan penguasa negara, disamping terjadinya perkembangan sosial, ekonomi, dan politik.
Gerakan anti Cina dipercaya karena kesenjangan ekonomi lebar antara Cina dan pribumi. Kaum pribumi berpersepsi,  Konglomerat Cina diperkirakan sudah menguasai 85 persen  kekayaan ekonomi Indonesia.  Banyak Cina mendapat kemudahan dari perbankan, akhirnya memeras rakyak dengan cara menaikan harga dagangannya, demi mendapatkan keuntungan berlipat-lipat, sehingga membuat rakyat bangkrut dan menjadi “kere”.
Gerakan anti Cina sebagai berulangnya sejarah dan menjadi warisan turun temurun.  Kaum pribumi memandang Cina sebagai identitas melekat pada diri orang  dinilai “licik”, “arogan”, ‘sok jago”, “sombong”, “tertutup” dan “tidak interaktif di masyarakat”.  Kebobrokan dan kehancuran moral  dan sosialpun selalu dimulai oleh Cina. Sebagai misal, kebiasaan menyuap dan menyogok penguasa negara, dll.
Khusus di DKI, prilaku politik Gubernur DKI Jakarta Ahok mempercepat dan memperkuat gerakan anti Cina. Kalangan pribumi menilai prilaku politik Ahok menyakitkan “hati”, karena tutur kata kasar, arogan dan menggusur paksa kelas bawah dan PKL (Pedagang Kali Lima) Pribumi. Dikesankan, Ahok lebih memihak pengusaha  Cina.
Gerakan anti Cina ini juga dipercepat dan diperkuat dengan globalisasi rasialis dan anti Cina sebagai semangat zaman seperti kampanye Calon Presiden AS, Donald Trump,  aksi anti Cina di Turkey, Jepang, Vietnam, Korea Selatan, Thailand dan juga Malaysia. Semangat zaman ini akan menjadi lebih terbukti jika Donald Trump berhasil menjadi Presiden Negara Adi Kuasa (super power) AS.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget