MENGUNGKAP TABIR TERANG KORUPSI RUMAH SAKIT SUMBER WARAS

JAKARTA-KOBAR.ID-Minggu tanggal 22 Mei 2016, Sekitar pukul 13.35 Wib di Aula Buya M. Natsir Sekretariat GPII JL. Menteng Raya No.58 Menteng Jakarta Pusat, berlangsung Diskusi yang diselenggarakan Oleh Gerakan Tangkap Ahok (GTA), dengan Thema: Mengungkap Tabir Terang Korupsi Rumah Sakit Sumber Waras,  Peserta 50 orang, dengan pembicara dari Beberapa Tokoh Aktivis, Pengamat dan Akademisi,

Pembicara:
1. H. Amir Hamzah (Pengamat Kebijakan Publik).
2. Ratna Sarumpet (Tokoh Wanita & Aktivis HAM).
3. .Karman BM (Ketua Umum Gerakan Pemuda Islam Indonesia).
4. Jamran (Ketua Kahmi Jakarta Utara).
5. Dr. Muchtar Efendi Harahap (Pengamat Politik).

Moderator : Achmed S Anwar, S.Sos.

Paparan Pembicara:
- H. Amir Hamzah (Pengamat Kebijakan Publik) mengatakan: Jakarta ribut - ribut masalah UPS, tetapi saya melaporkan Ahok masalah Rumah Sakit Sumber Waras, target Ahok melaporkan kasus UPS ke Bareskrim 30 anggota DPRD masuk penjara, kasus Sumber Waras ini ada penipuan dan korupsi karena sebelum ada pernyataan resmi Ahok sudah melakukan pertemuan dengan pihak yayasan Sumber Waras dan ini yang saya laporkan ke KPK,  perlu kita bangunan kekuatan masalah Sumber Waras penyalaan aturan dan wewenang pada saat penyusunan APBD 2015 karena ada kesalahan Komisi E tidak mensetujuinya masalah UPS dan Rumah Sakit Sumber Waras dan dalam rangka tangkap atau turunkan Ahok merupakan kewajiban tidak bisa ditawar - tawar lagi harus konsisten sampai Ahok turun dan gerakan kedepan kita harus fokus pada masalah Rumah Sakit Sumber Waras, kita kedepan kita bisa bertanya apakah Jokowi melindungi Ahok dan KPK harus memberikan keterangan yang transparan.

- Ratna Sarumpet (Tokoh Wanita & Aktivis HAM) mengatakan: Bahwa memastikan Ahok jadi tersangka adalah Mutlak tidak bisa di tawar - tawar lagi, kasus Sumber Waras menjadi gelap dan beralih pada kasus Reklamasi, Jokowi &  Ahok satu paket yang menghancurkan Jakarta dan perlu kita pertanyakan Presiden Jokowi ke Korea mengajak Ketua KPK, kalau memang Jokowi melindungi Ahok berarti Unras harus kita alihkan ke Istana Negara, pada saat saya bertemu dengah Fahri Hamzah Komisi III akan memanggil KPK namun sampai sekarang belum dipanggil, Fahri mengatakan kenal baik dengan 7 penyidik KPK dan rekomendasi penyidik sudah ditangan ketua KPK dan kita harus tagih Komisi III untuk memanggil KPK dan bergerak untuk menurunkan manusia aneh Ahok.

- Jamran (Ketua Kahmi Jakarta Utara) mengatakan: Banyak kebohongan atau kepalsuan Ahok yang di bangun dan ini sangat berbahaya, korban keganasan Ahok dari penggusuran, reklamasi kebanyakan di Jakarta Utara, Ahok dengan sombongnya mengatakan aturan tidak penting yang penting rakyat senang dengan menabrak aturan dan masyarakat sudah tidak ditipu lagi, tidak usah turunkan Jokowi pada Gerakan tanggal 3 Mei 2016 gerakan turunkan Ahok karena karena Jokowi Ahok merupakan satu paket ibarat kaki meja satu ambruk dan pasti satunya pasti akan ambruk juga, tanggal 20 Mei 2016 aksi unras di depan KPK Polisi telah melanggar Protap kita sudah memberitahukan ke pihak Kepolisian pada saat Triatrikal polisi melepaskan tembakan gas air mata kita tidak anarkhis dari DPRD dan Long March menuju KPK kita dengan damai, Ahok harus di lawan sampaikan fakta - fakta kebohongan tentang Ahok yang menindas rakyat kecil, kita bersatu untuk turunkan Ahok.

- Karman BM (Ketua Umum Gerakan Pemuda Islam Indonesia) mengatakan: Kasus Sumber Waras kalau dengan pendekatan hukum sudah selesai, dengan undang - undang & undang - undang KPK pasti pimpinan dholim sudah masuk penjara dan tinggal kemauan KPK berani atau tidak menetapkan Ahok sebagai tersangka dan kita harus melakukan Preser kepada KPK dan salut kepada Gerakan Tangkap Ahok (GTA) yang konsisten mengangkat kasus Sumber Waras dan 30 Mei 2016 kita akan bikin perlawanan di kantor KPK  kita turunkan Ahok.

- Dr. Muchtar Efendi Harahap (Pengamat Politik) mengatakan: Ketika Ahok bertengkar dengan DPRD saya sudah vuriga bahwa Ahok melakukan kesalahan atau korupsi di Sumber Waras, teori Gubernur harus senergis dengan DPRD, Ahok ingin cepat - cepat sebagai calon Gubernur untuk menghindari menjadi tersangka dan Gerakan Anti Ahok ini susah dibendung karena sangat pesat disebabkan Ahok korupsi pembelian tanah, menggusur pribumi dan sekarang kasus reklamasi dan terakhir ada isu anti Cina untuk menurunkan penguasa, secara teori rusuh di depan KPK itu benar untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah dan peningkatan secara kwalitas untuk menurunkan Ahok dan isu anti cina bisa berbalik orang cina malah meminta Ahok untuk turun, menurut saya Ahok menutupi kesahannya dengan menciptakan konflik dengan siapa saja, Gerakan Anti Ahok semakin berkwalitas, Ahok suka melanggar hukum, suka melanggar HAM dan janji Ahok pada waktu kampanye tidak ada yang dilaksanakan.

Labels:

Post a Comment

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget