AHOK TIDAK LAYAK JADI GUBERNUR

Jakarta,Kobar.id
MAMPUKAH AHOK BERKOMUNIKASI DENGAN RAKYAT DKI?
Kajian komunikasi politik mempercayai, kebesaran suatu bangsa bergantung pada kemampuan utk menemukan simbol di dalam diri Pemimpin. Mengapa?  Karena Pemimpin mampu membimbing rakyat. Setiap Pemimpin dituntut memiliki kemampuan membentuk komunikasi,  sikap dan prilaku rakyat mendukung kegiatan kepemimpinannya.
Secara de jure Ahok adalah Pemimpin Pemerintahan DKI Jakarta. Sebagai Pemimpin, Ahok dituntut mampu membimbing, membentuk sikap dan prilaku  rakyat mendukung kegiatannya dalam memimpin DKI. Selama Ahok sebagai  Gubernur DKI,  mampukah Ahok berkomunikasi  dengan rakyat  ?  Data dan fakta ini menunjukkan,  “Ahok tidak mampu”. 
Dalam berkomunikasi, tutur kata Ahok kasar, arogan dan tak punya etika seperti:  bajingan, bego, dan brengsek, tai’, Panggil Nenek Gua Dong, sudah miskin, belagu, dll. Ia merasa paling benar dan ingin memborong kebenaran. Pernyataannya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Beragam penilaian kritik muncul al.  KPAI (Komisi Perlindungan Anak indonesia; BKMT (Badan Kontak Majelis Taklim); KPI (Komisi Penyiaran indonesia) dan Anggota DPR-RI dari Dapil DKI Jakarta, Tontowi Yahya, Pendeta Yesaya Pariadji, Seto Mulyadi, Mantan Ketua MPR, Amien Rais, Anggota Komisi I&II DPR RI Wenny Warouw, Pakar Komunikasi Politik Emrus Sihombing, dan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi.
@Penilaian KPAI:  Ahok menyampaikan kata-kata kotor dan kasar sangat buruk dan tidak pantas disampaikan pejabat publik. KPAI meminta Mendagri sebagai penanggungjawab teknis aparatur daerah melakukan proses penegakan hukum dan etika kepada Ahok.
@Penilaian BKMT: Sikap dan perkataan kasar Ahok bisa menyebarkan pengaruh negatif kepada masyarakat. Omongan pemimpin sekarang direkam oleh media, akhirnya setiap perkataan keluar mempengaruhi masyarakat.
@Penilaian KPI (Komisi Penyiaran Indonesia):  Seharusnya pejabat publik tidak berbicara kata-kata kotor dan kasar di televise, menggunakan frekuensi milik publik. Televisi disaksikan oleh sejumlah masyarakat dari berbagai latar belakang, juga disaksikan anak-anak dan remaja. Sebagai seorang pejabat, seharusnya Ahok menjaga perilaku dan tutur kata agar menjadi tauladan bagi masyarakat.
@Penilaian Tontowi Yahya:  Ahok melanggar etika sopan santun warga Indonesia ,ketimuran dan dikenal beretika. “Jangan salahkan anak-anak kita ngomong ke orang tua ‘lu bajingan’, ‘dasar maling lu’, “ ujar Tontowi.
@Penilaian Yesaya Pariadji, seorang Pendeta Ternama di Indonesia:  Ahok sebagai “Pemimpin Busuk” (Harian Republika, wordpress.com dan islamnkri.com, 6/1/2016). Ahok adalah orang  jauh dari kasih Tuhan Yesus.  Ucapanya mencerminkan perangai kebusukan dibalik orang orang banyak.  Ahok bersembunyi dibalik kata kata membela hak-hak rakyat, namun mengumbar kata kata busuk,  tidak pantas didengar oleh anak anak Tuhan. Semestinya, Ahok tidak perlu menunjukkan ketegasan dengan sikap dan perkataan keras dan kasar.
@Penilaian Seto Mulyadi ( KRIMINALITAS.COM, Jakarta, 20 Maret 2015):  Perilaku Ahok kerap berbicara kasar di depan publik dinilai tidak sesuai dengan norma-norma budaya Indonesia. Budaya Indonesia mengajarkan sopan-santun dan kerendahan hati dalam menghadapi dan menyampaikan suatu permasalahan, apalagi di depan khalayak ramai. Gaya bicara Ahok cenderung kasar dan ceplas-ceplos dinilai tidak bisa dijadikan contoh baik, terutama bagi anak anak. Apalagi anak di bawah umur belum mengerti soal dinamika terjadi di pemerintahan. Gaya bicara Ahok bisa berdampak buruk bagi perkembangan anak-anak, khususnya bagi anak-anak tinggal di Jakarta. Sifat meledak-ledak itu merupakan contoh tidak baik bagi anak-anak.
@Penilaian Mantan Ketua MPR, Amien Rais: Ahok sangat arogan, senang menantang berbagai pihak, bahkan terkesan meremehkan lembaga negara, termasuk BPK terkait kasus RS Sumber Waras. Ahok tidak layak menjadi seorang pemimpin lantaran sikapnya kerap “nyeleneh” dan memicu timbulnya  kontoversial. Jangankan Presiden, Gubernur saja kurang pantas. Ahok tidak hanya sikapnya  keras, tapi satu-satunya pemimpin  merasa paling benar dan ingin memborong kebenaran menurut kacamatanya sendiri.
@Penilaian Anggota Komisi III DPR RI Wenny Warouw: Ahok menyebut audit investigasi BPK  "ngaco" menunjukkan dirinya tak punya etika.
@Penilaian Pakar komunikasi politik Emrus Sihombing: Gaya Ahok itu luar biasa, sehingga masyarakat Ibukota menganggap Ahok merupakan pemimpin transparan. Namun, hal tersebut tak cukup, apabila tidak memiliki etika. “Jangankan jadi Gubernur, menjadi suami di rumah saja tak pantas.”
@Penilaian Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi:  Ahok tidak mempunyai etika baik sebagai seorang pemimpin. Karena, pernyataannya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Ahok kerap menuding adanya oknum anggota DPRD bermain di APBD DKI tanpa menunjukkan buktinya.
@Pengakuan Nelayan Muara Angke:   Rizal Ramli Menko Maritim menggelar inspeksi mendadak ke Pelelangan Ikan Muara Angke, di Jakarta Utara (4/5). Rizal menggelar dialog dengan kaum nelayan. Selama ini, salah satu alasan Ahok menyampaikan, reklamasi tidak akan merugikan nelayan. Di pantai utara Jakarta sudah tidak ada lagi ikan tangkap,  berarti tidak ada lagi nelayan.  Rizal Ramli mengklarifikasi penyampaian Ahok itu.  Di hadapan ratusan nelayan hadir, Rizal bertanya:  apakah benar di Pantai Utara Jakarta sudah tidak ada lagi ikan utk ditangkap?. Para nelayan kompak menjawab, “bohong”.  Menurut perwakilan Nelayan, nelayan Pantai Utara Jakarta masih sangat aktif. Totalnya sekitar 28 ribu nelayan bila termasuk di Kepulauan Seribu. Satu keluarga nelayan rata-rata memiliki empat anggota keluarga. "Semua itu bohong Pak. Kami masih eksis. Ikannya juga masih ada. Ahok bohong," kilahnya Nelayan.
Kesimpulan:  Ahok tidak mampu berkomunikasi dan mebentuk sikap dan prilaku rakyat mendukung kegiatan  kepemimpinan  pemerintahan dan rakyat DKI Jakarta.  Tutur kata Ahok kasar, arogan dan tak punya etika. Hal ini salah satu alasan, bukan satu-satunya, Ahok tak layak utk terus menjadi Gubernur DKI.  Oleh MUCHTAR EFFENDI HARAHAP (NSEAS, Network for South East Asian Studies, Edisi  7 Mei 2016).

Labels:

Post a Comment

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget