Jakarta,25 Mei 2016 Pengurus besar FKPPI mengadakan Diskusi publik dengan tema TOLAK KOMUNIS GAYA BARU.Acara berlangsung mulai pukul 13.00 wib yang bertempatkan di sekretariat pusat FKPPI jalan menteng no 61 kebon sirih jakarta pusat.
Acara ini juga di sambut baik oleh elemen elemen rakyat yang memang tidak mengizinkan PKI bangkit kembali.beberapa elemen masyarakat yang hadir dalam diskusi publik ini antara lain : Pemuda Pancasila, PPM, Pemuda Muhamadiyah, KBPPP, Front Pancasila, Pemuda Katolik, GAMKI, GBN, Foko TNI-Polri, PPAD, PPAL, PPAU, PP-Polri & FUI pimpinan Arief Bawono diikuti 120 orang.
Dalam sambutannya ,kivlan zein mempertanyakan Kenapa ada istilah gaya baru, gaya lama gimana? Komunis gaya lama tampilannya dia ikut konstitusi dalam pemerintahan dengan bentuk partai, nah gaya baru partainya sudah tidak ada tetapi orangnya sudah masuk dalam tingkat RT, anggota dewan, sampai kementerian, sudah ada data dan fakta.
Beliau juga menuturkan bahwa Ribka bilang struktur boleh hancur tetapi ideologi tetap hidup, ketika mereka menguasai DPR MPR, melalui semua partai calonnya masuk dengan duit, Buruh Tani dan TNI Polri.Berharap tidak ada pergantian panglima TNI dan Kapolri dengan orang yang pro kepada mereka jika dipilih maka habis sudah. Luhut bilang pake atribut dan pasang lambang palu arit itu trend? Tanggal 5 Juni besok di Solo akan ada Apel Akbar umat Islam, kita lawan head to head, di Solo basis mereka, jangan lagi terulang kita disembelih dibacok oleh mereka, jika mereka bangkit perang saudara tidak akan terelakan, negara ini akan pecah menjadi 45 negara sesuai rancangan orang Eropa dan Cina.
Tentara Cina sudah masuk, ini fakta kok. Mereka sudah kerja sebagai buruh garmen, bukan saya menghasut tetapi mewaspadai, Tionghoa itu artinya tiang dunia, banyak orang Cina yang masih pro kita tetapi lebih banyak lagi orang Cina yang benci kita,tandas kivlan zein mengakhiri pembicaraannya.
Selain Mayjend ( Purn ) Kivlan zei,acara ini juga di hadiri wakil ketua DPRD DKI Jakarta H.Lulung.Beliau mengatakan bahwa hari ini kita menghadapi perang simetris ditambah media proxy war, tidak nampak namun sangat membahayakan, bagaimana kita singkapi hari ini ada kelompok kelompok dari orang itu di pemerintahan, ada unsur secara global bahwa dan ada kelompok atau pemerintah hari ini membentuk opini menjauhkan TNI dari rakyat, adanya penggusuran melibatkan TNI dengan bungkusan penertiban.
Ketua Pemuda Panca Marga itu juga mengatakan bahwa pasca reformasi kita tidak sempat mengevaluasi terjadinya reformasi dimana ternyata tujuannya untuk menguasai negara kita selama 20 tahun, hari ini baru genap 18 tahun, bicara reformasi bagaimana memperlemah ketahanan kita dan melemahkan konstitusi kita, pintu masuknya memberhentikan presiden Suharto atas tekanan negara kapitalis.
Jika kita melalui pendekatan hukum maka mereka bangkit atau kita dihajar mereka, ini politik gunung es, tidak terlihat tetapi ada gerakan nyata, bagaimana menghadapi KGB sedang mereka punya media proxy war.Isu PKI saat ini sangat luar biasa, kita tdk tau teman kita dari kecil apakah dulunya keluarga PKI atau bukan, siapapun yang ikut membentuk opini menjauhkan TNI dengan rakyat ini tanda kutip,tandas lulung.
Dulu sebelum kemerdekaan, sebelum dinyanyikan terlebih dahulu sebelum menyanyikan lagu Indonesia Raya, dulu setiap hari kami melawan PKI setiap hari, lagu genjer genjer dulu lagu rakyat dan dibajak dijadikan lagu PKI.NU sejak tahun 48 sampai 2012 belum pernah membuat buku yang menyatakan sikap NU, tapi sejak majalah Tempo sejak Oktober 2012 bahwa NU, terutama Banser dan Ansor melakukan pembunuhan dan menjadi algojo pembunuhan maka Rais Am NU memerintahkan menulis buku dan menulis sejarah PKI dari versi NU,Ungkap Ketua GP Ansor.
Banyak kyai kita yang dibunuh jika mau kita juga tidak mau memaafkan mereka, tidak boleh melihat sejarah masa lalu dengan cara pandang sekarang itu tidak baik.Kelompok Pancasila harus melawan dengan gaya baru juga, kita harus membuat buku dengan versi kita dan membuat film yang lebih bagus dari yang dibuat kelompok pro PKI dan aktif di medsos menjelakan kepada anak muda tentang sejarah masa lalu,tandasnya.By : Ken

Post a Comment