DUA TAHUN TRAGEDI BERDARAH PATUNG KUDA

Jakarta,26 Agustus 2016 . Memperingati peristiwa 2 tahun tragedi patung juda,berbagai elemen masyarakat beserta para tokoh mengadakan acara di seputaran patung kuda jalan medan merdeka barat.

Nanang Qasim mewakili GPII dalam orasinya menyampaikan bahwa proses demokrasi di indonesia hancur dari kebijakan dan kedhaliman sang penguasa. Peristiwa patung kuda merupakan peristiwa bersejarah dalam dinamika politik di indonesia. Dimana di peristiwa patung kuda berdarah banyak kalangan anak bangsa menjadi korban. Aparat kepolisian dengan arogansinya terus memukul anak-anak bangsa.Dua tahun peristiwa patung kuda merupakan potret demokrasi yang tidak sehat tambahnya.

Ahmed dari gerakan Aliansi Tarik Mandat dalam orasinya menyatakan bahwa sistem demokrasi di indonesia di obok-obok oleh para mafia bangsa. Aparat kepolisian mesti ingat peristiwa patung kuda berdarah dimana generasi muda yang berada di patung kuda di pukul dengan membabi buta oleh aparat penegak hukum.

Sementara itu Rijal selaku Komandan Komando Barisan Rakyat (KOBAR) dalam orasinya mengatakan bahwa pemerintah telah gagal menjalankan amanah rakyat. Semestinya pemerintah mampu mewujudkan indonesia baru yang bermartabat di mata dunia. Peristiwa patung kuda merupakan pembelajaran bahwa pemilihan umum adalah ujung tombak dari demokrasi dan demokrasi adalah kedaulatan rakyat.

Jendral Purn. Aditya Warman dalam orasinya menyampaikan bahwa peringatan 2 tahun peristiwa patung kuda bukan gerakan makar, tetapi keprihatinan terhadap kondisi bangsa. Tidak ada gerakan makar dalam Republik ini, tetapi apa yang terjadi di republik ini akibat ulah campur asing. Ekonomi bangsa indonesia dikuasai oleh cina, sehingga sampai sekarang sudah masuk ke dalam ranah jantung Republik.

Oleh karena ini 2 tahun sudah berjalan pemerintahan ini, aset-aset negara sudah berpindah tangan. Dalam orasinya dia menyampaikan kalau sudah tidak sanggup memimpin bangsa ini serahkan mandat kepada yang lebih mampu. Kembali ke undang undang dasar 45 dan pancasila yang murni sebagai solusi bangsa ini di akhir orasinya.

Hadir dalam Aksi tersebut elemen Laskar Merah Putih, GPII, ATM, KOBAR, GTA, Pemuda Tani, GL PRO, GBN, dan Geprindo.

Aliansi indonesia bergerak yang di inisiator oleh Jimmly C.K dalam pers release yang di kirim ke tim redaksi menuntut bahwa :
1. Demokrasi adalah panglima konstitusi NKRI maka perlu di jaga kemurniannya
2. Hentikan proses pemilihan umum kepala daerah 2017 bila tidak terjamin pemilu jujur dan adil.
3. Keberpihakan panitia pengawas pemilu benar-benar independent
4. Hukum mati para pelaku kecurangan pemilu karena merugikan bangsa.
(Zkr).

Labels:

Post a Comment

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget