Jakarta,08 Agustus 2016,Ahok di tolak warga Jakarta, beberapa bulan lagi DKI Jakarta akan mengadakan pesta Demokrasi untuk memilih Gubernur pilihan masyarakt, dengan kondisi yang sangat panas kanca per Politikan DKI, banyak warga pecinaan mulai agak ragu akan kepemimpinan Ahok yang banyak menimbulkan masalah, baik sikap moral maupun kebijakan yang selalu berbenturan dengan aturan maupun masyarakat setempat.
Kesadaran masyarakat Pecinaan baik Pluit, Pantai Mutiara dan Perkotaan sudah mulai resah atas sikap-sikap Ahok yang banyak menimbulkan komplik antara Pri dan Non Pri yang seharusnya dihindari, ada beberapa masyarak keturunan mulai berani mengatakan " Ahok akan banyak buat masalah untuk masyarakat keturunan, andaikan di biarkan akan akan menjadi duri dalam daging...., ucap Zepri warga pantai Mutiara, begitupun Angelina warga Pluit yg ratusan tahun keluaganya tinggal di Indonesia,... "lebih baik warga keturunan jangan pilih Ahok, Masih banyak yang lain lebih baik, dan menciptakan kedamaian".... Belum lagi warga keturunan yang ada di daerah kwitang, "lebih baik Ahok usir aja dari Jakarta, sudah banyak buat komplik antara masyarakat Jakarta, yang membuat masyarakat keturunan was-was atas sikap-sikap Ahok", ucap Gunawan di sela-sela acara pertemuan warga kwitang bersama AKBAR (Aksi Bersama Rakyat).
Tim Akbar pun bersama menuju daerah pasar Kenari yang banyak para pedagang disana adalah masyarakat keturunan dan berasal dari Bangka Belitung, melihat beberapa anak muda yang memakai baju Tolak Ahok, mereka menyambut dengan baik, dengan melontarkan ucapan " dah jangan lagi di pilih si Ahok" , suruh aja Ahok kembali kekampung, malah banyak yang membeli baju kaos yang bertulisan "Masyarakat Jakarta Melawan, ini menunjukan bagaiman masyarakat keturunan sudah mulai resah atas kepemimpinan Ahok.
Dari fenomena diatas sudah di pastikan bahwa masyarakat keturunan tidak semuanya suka dengan Ahok, tinggal bagaimana Pribumi menjaga hubungan baik itu agar bersama-sama bergandeng tangan untuk menolak pemimpin tanpa adat, tanpa moral dan etika pun sudah sangat dirasakan oleh masyarakat keturunan yang akan menimbulkan resiko besar bagi kedamaian Jakarta dan Rakyat Indonesia.
By : kbr

Post a Comment